Rabu
02 September 2026 | 3 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wabup Antok Tegaskan Pentingnya Jaga Kelestarian Sumber Mata Air

IMG-20251210-WA0025_copy_607x407

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menegaskan pentingnya menjaga kelestarian sumber mata air saat menghadiri tradisi Keduk Beji di kawasan wisata Tawun, Kecamatan Kasreman, Selasa (9/12/2025).

Tradisi Keduk Beji merupakan agenda tahunan warga Desa Tawun. Salah satu rangkaian utamanya adalah membersihkan sendang secara serempak agar aliran mata air tetap lancar. Bagi Wabup Antok, tradisi ini tidak hanya menjadi ritual adat, tetapi juga perwujudan kerukunan dan gotong royong masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Tradisi Keduk Beji menunjukkan bahwa masyarakat Desa Tawun sangat mencintai kelestarian alam,” ujarnya.

Pernyataan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi itu merujuk pada keberadaan sumber mata air Beji yang hingga kini tetap aktif. Sumber air ini berakar dari legenda Ki Ageng Mentaun, tokoh yang dipercaya hidup pada abad ke-15. Konon, Ki Ageng Mentaun menemukan Sendang Tawun dan menetap di kawasan tersebut bersama putra-putranya, Raden Lodrojoyo dan Raden Hascaryo.

Dalam kisah setempat, Raden Lodrojoyo dikenal sebagai petani yang prihatin melihat warga sering gagal panen akibat kekeringan. Ia kemudian melakukan tirakat dengan merendam tubuh hingga leher di sendang tersebut. Pada suatu malam, warga dikejutkan suara ledakan keras.

Saat menuju lokasi, mereka mendapati Sendang Tawun berpindah ke sisi utara dengan posisi lebih tinggi sehingga air mengalir deras ke persawahan. Namun, Raden Lodrojoyo hilang tanpa jejak meski pencarian dilakukan hingga Selasa Kliwon berikutnya.

Sejak itu, warga setempat melestarikan Ritual Adat Bersih Sendang atau Keduk Beji yang digelar setahun sekali tepat pada Selasa Kliwon di Taman Wisata Tawun. Sumber mata air Beji hingga kini menjadi penopang utama kebutuhan pertanian warga Desa Tawun dan sekitarnya.

“Sumber mata air ini masih bisa dimanfaatkan untuk mengaliri pertanian warga Desa Tawun dan sekitarnya,” tambah Wabup Antok.

Ia menegaskan upaya pelestarian lingkungan akan terus dilakukan, termasuk menjaga kawasan hijau di sekitar sendang. Menurutnya, warga juga telah memahami asal-usul mata air tersebut, sehingga kesadaran untuk menjaga lingkungan semakin kuat.

“Masyarakat memahami dari mana sumber mata air ini berasal, sehingga upaya untuk menjaga lingkungan hidup akan terus diusahakan,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Ngawi berencana memasukkan tradisi Keduk Beji ke dalam kalender wisata daerah. (and/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Puan: Karhutla Sudah KLB, Penanganan Harus Lintas Kementerian

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih terjadi di sejumlah ...
EKSEKUTIF

Rijanto Dorong Parade Baris Berbaris Pelajar Blitar Digelar Rutin Tiap Tahun

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong Parade Baris Berbaris pelajar digelar rutin setiap tahun. Menurutnya, ...
KRONIK

Antisipasi Karhutla saat Kemarau, Bupati Fauzi Terbitkan SE Larangan Bakar Lahan

SUMENEP – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kekeringan 2026 menjadi perhatian serius ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Minta Proyeksi Pembiayaan Pilgub Jatim dan Dasar Dana Cadangan Rp600 M Diperjelas

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta Pemprov Jatim memperjelas proyeksi keseluruhan kebutuhan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang: Perubahan APBD Jangan Sekadar Geser Angka, Harus Berdampak ke Rakyat

MALANG — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang mengingatkan Pemerintah Kabupaten Malang agar Perubahan APBD ...
HEADLINE

Dua Ambulans DPC Sidoarjo Bantu Evakuasi Ratusan Santri Keracunan Makanan 

SIDOARJO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo menerjunkan dua tim ambulans dalam peristiwa keracunan massal ...