BLITAR – Anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Blitar, Suratun Nasikhah prihatin dengan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang melonjak. Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar menyebutkan, hingga awal Desember 2025 tercatat 525 kasus DPD, dengan lima pasien dinyatakan meninggal dunia.
Suratun menegaskan perlunya langkah cepat dari seluruh jajaran terkait, terutama penguatan peran kader jumantik di setiap wilayah.
“Kader jumantik (juru pemantau jentik) harus kembali dioptimalkan agar bisa mendeteksi potensi penyebaran sejak dini. Pencegahan jauh lebih efektif sebelum kasus bertambah banyak,” kata Suratun Nasikhah, Sabtu (6/12/2025).
Selain itu, politisi PDI Perjuangan ini menilai bahwa edukasi kepada masyarakat harus diperluas. Menurutnya, kolaborasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat penting untuk mendorong warga lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan.
“Kita perlu mengajak semua elemen masyarakat untuk aktif mengajak warganya melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Lingkungan bersih adalah kunci utama agar penularan virus DBD tidak makin meluas,” tuturnya.
Suratun berharap, upaya bersama ini bisa segera menekan angka penularan. “Semoga wabah ini cepat mereda dan seluruh masyarakat Kabupaten Blitar kembali sehat serta dapat beraktivitas dengan normal,” harap Suratun.
Diketahui, meski angka kasus DPD tahun ini masih lebih rendah dibanding tahun 2024 yang mencatat 1.359 kasus dengan 10 kematian, grafik penyebaran penyakit berbasis nyamuk Aedes Aegypti itu tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah setempat.
Adapun pada 2023, Kabupaten Blitar mencatat 238 kasus tanpa kematian. Sementara tahun 2022 terdapat 390 kasus dan 3 kematian, dan tahun 2021 tercatat 140 kasus dengan satu korban meninggal. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









