TULUNGAGUNG – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti memimpin peluncuran produk olahan kopi robusta dengan merk Uca Kopi di Aula Barn Meeting dan Convention Tulungagung, pada Kamis (27/11/2025).
Uca Kopi merupakan produk yang dihasilkan oleh petani kopi di wilayah Kecamatan Tanggunggunung dan mendapat pendampingan dari Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Tulungagung.
“Saya mendukung dan mengapresiasi produk Uca Kopi dari Tanggunggunung yang berkolaborasi dengan PWRI Tulungagung,” ujar Erma usai kegiatan launching.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mencoba mencicipi produk Uca Kopi karena sudah terbukti memiliki rasa yang nikmat dan sehat.
Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung ini juga berharap, produk Uca Kopi bisa semakin berkembang, sehingga kawasan hutan di Kecamatan Tanggunggunung tetap terjaga dan masyarakatnya tetap sejahtera..
“Dengan membeli produk Uca Kopi, tentunya kita ikut mendukung kemajuan UMKM dan PWRI Kabupaten Tulungagung,” tandas Erma.
Sementara itu, Ketua PWRI Kabupaten Tulungagung, Bambang Setyo Sukarjono, mengatakan, Uca Kopi adalah produk olahan kopi robusta dari wilayah Kecamatan Tanggunggunung.
Nama Uca Kopi memiliki filosofi yang sangat luar biasa, karena berdasarkan hasil pemetaan sejak zaman Belanda, wilayah Kecamatan Tanggunggunung merupakan wilayah penghasil kopi robusta, sedangkan Kecamatan Sendang adalah penghasil kopi Arabica.
“PWRI berhasil melakukan kolaborasi dan pendampingan, sehingga Uca Kopi bisa menjadi salah satu produk unggulan Kecamatan Tanggunggunung,” ujar Bambang.
Selain Uca Kopi, PWRI Tulungagung juga sudah memperjuangkan produk batik khas dengan motif ande-ande lumut.
Menurutnya, tanaman ande-ande lumut merupakan endemik di Rawa Sapen, Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.
“Jika kawasan Rawa Sapen ini terus dilestarikan, maka Kabupaten Tulungagung bisa seperti Ambarawa, dan pelestarian lingkungan ini dimulai dari diproduksinya batik motif ande-ande lumut,” tutupnya. (sin/set)