Jumat
04 September 2026 | 11 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Gresik Sampaikan Distribusi BOSDA Sama Rata Perlu Dievaluasi

IMG-20251117-WA0051_copy_681x404

GRESIK – Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, memimpin evaluasi Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) untuk jenjang SMP negeri dan swasta. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki tata kelola penyaluran agar tepat sasaran.

Bupati yang diusung PDI Perjuangan itu menekankan perlunya pembaruan skema pembagian BOSDA, yang selama ini diberikan secara merata tanpa mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan spesifik masing-masing sekolah.

“Skema BOSDA yang merata selama ini perlu kita evaluasi, karena setiap sekolah memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada yang membutuhkan dukungan lebih besar, ada yang kebutuhannya sudah mencukupi. Kami ingin penyaluran dana ini benar-benar tepat sasaran,” ujarnya, Senin 17 November 2025.

Pihaknya menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik untuk meningkatkan efektivitas dan keadilan dalam pengelolaan BOSDA. Ia mengingatkan bahwa kondisi fiskal daerah pada 2026 akan terdampak kebijakan pemangkasan dana dari pemerintah pusat.

“Pada tahun 2026, dana pusat untuk Kabupaten Gresik dipangkas setengah triliun. Namun kami pastikan belanja yang bersifat langsung untuk masyarakat tetap berjalan dan tidak mengalami pengurangan,” tegasnya.

Mantan Ketua DPRD Gresik tersebut menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan pendidikan seiring besarnya alokasi anggaran BOSDA yang diterima daerah. “Harapan kami mutu pendidikan terus berkembang, mengingat anggaran BOSDA yang begitu tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Pengelolaan Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Syifaul Qulub, memaparkan rincian anggaran BOSDA sebagai berikut. Untuk SMP Swasta dan MTs sebesar Rp20.661.400.000 (242 lembaga), sedangkan SMP Negeri Rp14.597.490.000 (35 sekolah).

Kepala Dinas Pendidikan Gresik, S. Hariyanto, menyatakan bahwa masukan dari sekolah dan komite akan menjadi dasar penyusunan skema baru yang lebih adil. “Tidak lagi bersifat merata, tetapi berbasis kebutuhan riil satuan pendidikan,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, rapat yang berlangsung di Aula UPT SMPN 22 Gresik dihadiri oleh seluruh perwakilan SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Gresik, Ketua MKKS Negeri dan Swasta, para komite sekolah, serta bendahara BOS dari seluruh SMP di Gresik. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Ingatkan Tambahan Rp1,235 T Jangan Berujung SiLPA

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim agar tidak ...
KRONIK

Madura Berselawat, Bupati Fauzi Berharap Berdampak Positif bagi Pembangunan

SUMENEP – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama masyarakat mengikuti ...
KRONIK

Bupati Lukman: Jabatan Kepala Sekolah Itu Amanah Besar, Muaranya Harus untuk Kepentingan Anak

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen pendidikan agar setiap ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Boyong Peternak ke DPR RI dan Kementan Terkait Anjloknya Harga Telur

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan memboyong perwakilan peternak dan koperasi peternak daerah bertolak ke ...
KRONIK

Bupati Jember Tawarkan Tenaga Ahli, Widarto: Persoalan DPRD Bukan Kemampuan Anggota

JEMBER – Wacana Bupati Jember, Muhammad Fawait, memberikan tenaga ahli kepada setiap anggota DPRD justru ...
LEGISLATIF

Desil Tak Akurat, Zulham Soroti Warga Miskin hingga Disabilitas di Malang Kehilangan Bansos

MALANG – Ketidakakuratan klasifikasi tingkat kesejahteraan atau desil membuat sejumlah warga miskin dan kelompok ...