Kamis
16 Juli 2026 | 5 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Gresik Sampaikan Distribusi BOSDA Sama Rata Perlu Dievaluasi

IMG-20251117-WA0051_copy_681x404

GRESIK – Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, memimpin evaluasi Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) untuk jenjang SMP negeri dan swasta. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki tata kelola penyaluran agar tepat sasaran.

Bupati yang diusung PDI Perjuangan itu menekankan perlunya pembaruan skema pembagian BOSDA, yang selama ini diberikan secara merata tanpa mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan spesifik masing-masing sekolah.

“Skema BOSDA yang merata selama ini perlu kita evaluasi, karena setiap sekolah memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada yang membutuhkan dukungan lebih besar, ada yang kebutuhannya sudah mencukupi. Kami ingin penyaluran dana ini benar-benar tepat sasaran,” ujarnya, Senin 17 November 2025.

Pihaknya menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik untuk meningkatkan efektivitas dan keadilan dalam pengelolaan BOSDA. Ia mengingatkan bahwa kondisi fiskal daerah pada 2026 akan terdampak kebijakan pemangkasan dana dari pemerintah pusat.

“Pada tahun 2026, dana pusat untuk Kabupaten Gresik dipangkas setengah triliun. Namun kami pastikan belanja yang bersifat langsung untuk masyarakat tetap berjalan dan tidak mengalami pengurangan,” tegasnya.

Mantan Ketua DPRD Gresik tersebut menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan pendidikan seiring besarnya alokasi anggaran BOSDA yang diterima daerah. “Harapan kami mutu pendidikan terus berkembang, mengingat anggaran BOSDA yang begitu tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Pengelolaan Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Syifaul Qulub, memaparkan rincian anggaran BOSDA sebagai berikut. Untuk SMP Swasta dan MTs sebesar Rp20.661.400.000 (242 lembaga), sedangkan SMP Negeri Rp14.597.490.000 (35 sekolah).

Kepala Dinas Pendidikan Gresik, S. Hariyanto, menyatakan bahwa masukan dari sekolah dan komite akan menjadi dasar penyusunan skema baru yang lebih adil. “Tidak lagi bersifat merata, tetapi berbasis kebutuhan riil satuan pendidikan,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, rapat yang berlangsung di Aula UPT SMPN 22 Gresik dihadiri oleh seluruh perwakilan SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Gresik, Ketua MKKS Negeri dan Swasta, para komite sekolah, serta bendahara BOS dari seluruh SMP di Gresik. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Minta Peningkatan PAD Tak Membebani Rakyat

DPRD Kabupaten Trenggalek meminta pemerintah daerah meningkatkan PAD secara kreatif tanpa membebani masyarakat, ...
EKSEKUTIF

Harga Telur dan Daging Ayam di Ngawi Merangkak Naik, Pemkab Gelar Pasar Murah

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah menjaga stabilitas harga ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Mulai Musran dan Musanran, Diana Sasa: Panaskan Mesin Partai, Perkuat Pengabdian Untuk Rakyat

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan resmi memulai pelaksanaan Musyawarah Ranting ...
KABAR CABANG

DPRD Jember Kaji Obligasi Daerah untuk Perkuat Fiskal di Tengah Berkurangnya Transfer Pusat

DPRD Jember mulai mengkaji penerapan obligasi daerah atau municipal bond sebagai alternatif pembiayaan pembangunan ...
KRONIK

Perkuat Sinergitas Antarlembaga, Komisi I DPRD Banyuwangi Kunker ke Lapas

BANYUWANGI – Komisi I DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Banyuwangi ...
KRONIK

Gen Z dan Karang Taruna Motor Ekonomi Kreatif Kampung, Anas: Beri Kesempatan Seluas-luasnya

SURABAYA – Generasi muda dinilai memiliki peran krusial dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat. Karang ...