Rabu
15 Juli 2026 | 2 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dio PDIP Soroti Ketimpangan Pembangunan Tulungagung dan Rendahnya Penyerapan Anggaran

PDIP-Jatim-Dio-Jordy-07112025

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung, Dio Jordy Alvian, menyoroti ketimpangan arah pembangunan daerah yang terlalu fokus pada sektor infrastruktur fisik.

Sementara pembangunan pada aspek kesehatan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terkesan diabaikan.

“Pembangunan Tulungagung cenderung hiperprioritas pada infrastruktur, padahal kesehatan dan kualitas hidup masyarakat adalah fondasi IPM. Tanpa keseimbangan, pertumbuhan ini hanya akan bersifat semu,” ujar Dio, pada Kamis (6/11/2025).

Anggota Komisi C DPRD ini menambahkan, alokasi anggaran infrastruktur yang mencapai ratusan miliar rupiah menjadi satu bukti komitmen pemkab dalam pembangunan fisik.

Hal itu akan menimbulkan sebuah ketimpangan, jika tidak imbangi dengan penguatan sektor sosial, utamanya kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Tanggal 3 dan 4 November 2025, Komisi C menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan mitra kerja untuk pembahasan RAPBD 2026,” jelasnya.

Dalam forum tersebut, Dio mengkritisi rendahnya penyerapan anggaran di sejumlah OPD mitra kerja Komisi C. Ia menilai, rendahnya penyerapan anggaran merupakan cerminan lemahnya koordinasi dan keberanian eksekusi di lapangan.

Hal itu memberikan dampak pada banyaknya program prioritas di sektor kesehatan dan pelayanan publik yang tertunda akibat proses birokrasi yang berbelit dan lamban.

“Serapan anggaran rendah, sementara kebutuhan rakyat terus meningkat. Ini bukan hanya soal administrasi, tapi soal kepekaan dan tanggung jawab,” ujarnya.

Ketua DPC Repdem Tulungagung itu juga menilai, perencanaan pembangunan lintas sektor masih belum presisi karena kebijakan besar di bidang infrastruktur tidak diikuti dengan strategi penguatan layanan dasar seperti Universal Health Coverage (UHC) dan kesehatan mental.

Menurutnya, kedua layanan dasar itu merupakan faktor yang berpengaruh langsung terhadap IPM dan kesejahteraan masyarakat.

“RDP kemarin menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap arah kebijakan fiskal Tulungagung 2026,” ungkapnya.

Dio mendorong Pemkab Tulungagung melakukan audit kebijakan berbasis hasil (outcome) dan memperkuat koordinasi antar-OPD agar anggaran benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat, bukan hanya pada proyek fisik.

“Kita perlu menyeimbangkan pembangunan. Jalan boleh bagus, tapi kalau rakyatnya sakit dan kesejahteraan stagnan, itu bukan kemajuan yang sesungguhnya,” tandasnya. (sin/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Mia Desak Pemkot Malang Evaluasi Data Kemiskinan agar Bansos Tepat Sasaran

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendesak Pemkot Malang mengevaluasi data kemiskinan agar ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Surabaya Ajak Anak Muda Kikis Stigma Negatif Politik

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, menegaskan bahwa lembaga legislatif selalu ...
LEGISLATIF

Puan Minta Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Nasional Hadapi Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memperkuat kesiapsiagaan nasional menyusul meningkatnya aktivitas ...
LEGISLATIF

Widarto Serap Aspirasi Warga, Perbaikan Jalan Desa Jadi Prioritas Pembahasan DPRD Jember

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menegaskan perbaikan jalan desa menjadi prioritas pembahasan setelah menyerap ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Kediri Salurkan 1.900 Paket Sembako, Perjuangkan Fasilitas Panti ODGJ dan Lansia

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menyalurkan 1.900 paket sembako kepada kelompok rentan, sekaligus berkomitmen ...
KABAR CABANG

DPC PDIP Surabaya Dorong Keterlibatan Gen Z Perkuat Kepengurusan Ranting PDIP

PAC PDI Perjuangan Kecamatan Sukomanunggal memprioritaskan keterlibatan Generasi Z dan milenial dalam penyusunan ...