Selasa
28 Juli 2026 | 1 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sekjen PDI Perjuangan Minta Pemerintah Evaluasi Proyek KCJB dan Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat

pdip jatim 251102 sekjen

BLITAR – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan pandangannya terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh yang belakangan kini menjadi sorotan publik.

Menurutnya, pembangunan nasional seharusnya menempatkan kebutuhan rakyat sebagai prioritas utama, bukan sekadar proyek prestise.

“Rakyat jauh lebih membutuhkan pendidikan, riset, pupuk, dan bendungan bagi petani dibandingkan proyek-proyek besar yang belum tentu menjawab kebutuhan dasar masyarakat,” kata Hasto dalam keterangannya kepada wartawan di Kota Blitar, Sabtu (1/11/2025).

Dia menjelaskan, Megawati Soekarnoputri pernah memberikan masukan agar pembangunan difokuskan pada transportasi dasar dan pemerataan infrastruktur di daerah, seperti jalur kereta di Sumatera dan kawasan-kawasan strategis lain.

“Kalau kereta cepat dikerjakan oleh anak bangsa, tentu lebih membanggakan. Tapi jika hanya berorientasi pada simbol kemajuan tanpa manfaat langsung bagi rakyat, itu perlu dikaji ulang,” tuturnya.

Menurut Hasto, PDI Perjuangan telah tiga kali memberikan masukan kepada pemerintah terkait arah pembangunan transportasi nasional agar tetap berpijak pada kepentingan rakyat.

“Kami mendorong agar kebijakan pembangunan lebih berpihak kepada ekonomi kerakyatan dan sektor produktif di desa,” kata Hasto.

Dia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan proyek strategis, termasuk soal jaminan negara dan penguasaan teknologi.

“Proses pembangunan harus memperkuat daya saing bangsa, bukan menambah ketergantungan,” tegasnya.

“Spirit Bung Karno mengajarkan kemandirian nasional. Itulah yang harus kita wujudkan dalam setiap kebijakan pembangunan,” sambung dia.

Hasto juga menyinggung soal potensi pada aspek geologis proyek Kereta Api Cepat Jakarta- Bandung (KCJB) yang harus menjadi perhatian.

Dia menilai harusnya pemerintah membuat program-program yang dibutuhkan rakyat untuk mengangkat martabat rakyat khususnya sektor ekonomi kerakyatan.

Sebagaimana diketahui KCJB ditetapkan menjadi proyek strategis nasional (PSN) pada 2016 dengan nilai investasi yang fantastis. Biaya total dari proyek ini mencapai 7,27 miliar dolar AS atau senilai Rp 118,37 triliun.

Sebagian besar pembiayaan KCJB berasal dari utang yang berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB). Pinjaman yang diberikan oleh CDB mencapai 75 persen dari biaya total proyek. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Yordan Batara Goa Dorong Lansia Produktif Tetap Dapat Akses Bantuan UMKM

SURABAYA – Anggota DPRD Jawa Timur, Yordan M. Batara Goa, menilai warga lanjut usia (lansia) yang masih sehat dan ...
KABAR CABANG

Percepat Konsolidasi, PAC PDIP Wonoasri dan Balerejo Gerak Cepat Gelar Musran

MADIUN — Instruksi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun Fery Sudarsono untuk mempercepat konsolidasi ...
KABAR CABANG

Perkuat Soliditas Partai, Kader Muda PDIP Batu Ajak Generasi Penerus Pahami Sejarah Kudatuli

BATU – Kader muda PDI Perjuangan Kota Batu, Amirah Ghaida Dayanara, mengajak generasi muda memahami sejarah ...
KABAR CABANG

Malam yang Menjaga Ingatan, Saat Dua Generasi Banteng Bertemu dalam Renungan Kudatuli

KEDIRI — Malam di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Ngadirejo, tak dipenuhi riuh yel-yel politik. Kantor DPC PDI ...
KABAR CABANG

Musran Musanran Trenggalek, Lebih dari 30 Persen Pengurus PDIP Diisi Kader Muda

TRENGGALEK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek memastikan regenerasi kader berjalan melalui Musyawarah ...
BERITA TERKINI

DPC Tuban Gelar Renungan Kuda Tuli, Tegaskan jaga Demokrasi

TUBAN– DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menggelar renungan dan peringatan Peristiwa 27 Juli 1996 atau Kudatuli di ...