Senin
02 November 2026 | 12 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dari Diskusi Bung Karno-KH Wahab Hasbullah, Muncullah Halal Bihalal

pdip-jatim-hasto-halal-bihalal-batu

pdip-jatim-hasto-halal-bihalal-batuKOTA BATU – Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, tradisi halal bihalal di bulan Syawal bermula ketika Presiden pertama RI, Ir Soekarno bertemu dengan salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Abdul Wahab Hasbullah pada Ramadan 1948. Saat itu, Bung Karno memanggil KH Abdul Wahab guna membicarakan situasi politik kala itu.

“Ketika itu, para elite politik tidak mau bersatu itu karena mereka saling menyalahkan. Saling menyalahkan itu kan dosa, dan dosa itu haram,” ujar Hasto, mengutip pembicaraan Bung Karno dengan KH Abdul Wahab Hasbullah, yang juga pendiri surat kabar Soeara Nahdlatul Oelama.

Hal itu disampaikan Hasto dalam sambutannya di acara halal bihalal yang digelar DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di The Singhasari Resort Hotel & Convention Kota Batu, Minggu (24/7/2016). Halal bihalal ini dihadiri Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPC PDIP se-Jatim, dan para kepala daerah dari PDI Perjuangan.

Saat bertemu dengan KH Abdul Wahab itulah, Bung Karno menginginkan agar para elite bisa duduk bersama. Para elite politik yang saling menyalahkan, harus bisa sama-sama memaafkan di Hari Raya Idul Fitri. (Baca: Hasto Hadiri Halal Bihalal di Kota Batu)

Dari situlah KH Abdul Wahab memunculkan istilah halalbihalal. “Mereka harus duduk dalam satu meja untuk saling memaafkan, saling menghalalkan. Sehingga silaturahmi nanti kita pakai istilah halalbihalal,” ucap Hasto menirukan ucapan KH Abdul Wahab ke Bung Karno.

Ternyata Bung Karno menerima saran KH Abdul Wahab. Akhirnya pada saat Idul Fitri 1948, Proklamator RI itu mengundang para tokoh politik ke Istana Negara untuk bersilaturahmi.

“Bung Karno paham diferensiasi dalam politik itu penting. Sehingga saat itu beliau menginginkan sesuatu istilah yang berbeda,” ujar Hasto. (Baca juga: 100 Kader Lintas Wilayah Halal Bihalal di Batu)

Dalam kesempatan itu Hasto juga menyampaikan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tentang semangat gotong royong dan halal bihalal. Megawati berpesan bahwa halal bihalal bisa menjadi energi positif untuk bergotong royong.

Megawati berpesan kepada seluruh kader PDIP untuk membangun persaudaraan, memperbaiki diri dan mengutamakan musyarawah untuk mufakat dan prinsip gotong royong.

Megawati juga menyerukan kepada kader PDIP untuk aktif dalam membangun desa, merehabilitasi daerah kumuh, hingga mendirikan perpustakaan di perdesaan. (Ini Foto-foto Halal Bihalal)

“Ini jawaban partai yang mengaku punya roh kerakyatan, yakni bagaimana membumikan PDIP. Itu tugas bersama kader, termasuk mempraktikkan gotong royong,” ujar Hasto, menyampaikan pesan Megawati. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Renny Pramana: Korban Bencana Butuh Makanan Bergizi, Bukan Sekadar Mengenyangkan

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan korban bencana ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasem Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan kepedulian dan gotong royong kepada ...
LEGISLATIF

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Yuzar Rasyid Minta Warga Ajukan Sanggahan

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mendapati angka desil bantuan sosial tidak ...
HEADLINE

Pimpin Kembali PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono Andalkan Digital Sebarkan Gagasan Bung Karno

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...