Rabu
13 Mei 2026 | 3 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Nyanyikan ‘Imagine’ John Lennon, Puan Tekankan Perempuan Juga Harus Sejahtera!

pdip-jatim-250815-pm-sidang-tahunan-5

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menyinggung isu perempuan saat pidato di Sidang Bersama DPR-DPD RI yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Parlemen. Puan bahkan memperkuat pernyataannya dengan menyanyikan lagu Imagine dari penyanyi legendaris John Lennon.

Sidang Bersama DPR-DPD yang merupakan rangkaian Sidang Tahunan MPR RI itu digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (15/8/2025).

Sejumlah tokoh negara, termasuk mantan presiden dan wakil presiden serta pimpinan lembaga negara hadir dalam acara ini.

Dalam pidatonya, Puan menegaskan bahwa perempuan berhak menduduki jabatan publik di seluruh tingkatan. Dalam pembangunan SDM nasional, ia menyebut tidak boleh mengabaikan fakta bahwa setengah dari potensi bangsa Indonesia adalah kaum perempuan.

Hal itu sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 yang menunjukkan 49% penduduk Indonesia adalah perempuan.

Baca juga: Puan Puji Langkah Cepat Prabowo, Singgung ‘Cinta Segitiga’, hingga Beber ‘Serakahnomic’

Di era pembangunan inklusif, Puan menyebut keberadaan dan kontribusi perempuan harus ditempatkan bukan hanya dalam kerangka hak asasi manusia, tetapi juga sebagai prasyarat keberhasilan pembangunan nasional.

“Hakikat pembangunan adalah membebaskan manusia dari belenggu ketidakadilan, kemiskinan, dan ketertinggalan. Karena itu, laki-laki dan perempuan harus sama-sama terbebas dari belenggu tersebut dan sama-sama meraih kesejahteraan,” kata Puan.

“Bukan hanya laki-laki saja atau perempuan saja, tetapi laki-laki dan perempuan yang harus sejahtera,” sambung perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Saat ini, lanjut Puan, keterwakilan perempuan di DPR RI periode 2024–2029 mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, yaitu sekitar 21,9% atau 127 dari 580 anggota DPR.

“Ini adalah kemajuan yang patut diapresiasi, namun masih jauh dari target ideal minimal 30% keterwakilan perempuan di lembaga legislatif, sebagaimana semangat afirmasi kesetaraan gender dalam politik Indonesia,” jelas Puan.

Dia menekankan bahwa suara perempuan adalah nada asli yang ikut membentuk simfoni kehidupan bangsa. Tanpa nada itu, menurutnya, melodi peradaban akan kehilangan harmoni hanya denting yang tak pernah menjadi lagu.

“Laki-laki dan perempuan hidup di dunia yang sama, memikul tanggung jawab yang sama untuk membangun peradaban dunia,” tegas cucu Bung Karno tersebut.

Di hadapan Presiden Prabowo dan ribuan undangan, Ketua DPP PDI Perjuangan itu lantas melantunkan sepenggal lagu John Lennon yang berjudul ‘Imagine’.

“Seperti syair lagu yang sangat populer: ‘Imagine all the people, sharing all the world. You may say I’m a dreamer, But I’m not the only one. I hope someday you’ll join us, And the world will live as one,” demikian penggalan lirik berjudul Imagine dari John Lennon yang dinyanyikan Puan.

Dia melanjutkan, seharusnya seluruh elemen bangsa bisa membayangkan bahwa Indonesia adalah tempat di mana perempuan dan laki-laki berbagi ruang, berbagi kuasa, dan berbagi tanggung jawab untuk kemajuan bersama.

“Perempuan juga berhak menduduki jabatan publik dan negara di semua tingkatan,” ungkap mantan Menko PMK tersebut.

Di sisi lain, Puan menyinggung soal pentingnya membangun pondasi kebudayaan. Ia mengingatkan bahwa kebudayaan bukan sekadar menjaga warisan masa lalu, melainkan juga sebagai upaya memperkuat jiwa kolektif yang menyatukan dan memberi arah moral bagi bangsa kita.

“Di tengah derasnya arus globalisasi nilai dan budaya asing, identitas bangsa kita tidak boleh luntur. Nilai-nilai luhur Pancasila, semangat gotong royong, serta Bhineka Tunggal Ika adalah modal sosial terbesar yang kita miliki,” sebutnya.

“Kita juga menghadapi tantangan terbesar yang berasal dari dalam diri kita sendiri, yang harus ditaklukkan demi membangun kekuatan nasional yang kokoh dan berkelanjutan,” tambah dia.

Puan lantas mengingatkan pesan Presiden pertama RI Soekarno, yakni “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Rijanto Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi Jelang Perayaan Waisak di Blitar

Rijanto menegaskan komitmen menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama jelang perayaan Waisak di Kabupaten ...
KRONIK

Program Banyuwangi Hijau Layani 23.410 Rumah Tangga, Kelola Sampah Secara Sirkular

BANYUWANGI – Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Inisiasi “Sekolah Sampah”, Dorong Warga Surabaya Mulai Pilah Sampah dari Rumah

Eri Irawan menginisiasi “Sekolah Sampah” untuk mendorong warga Surabaya memilah dan mengelola sampah dari rumah. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Pemimpin Bukan Dinilai dari Penghargaan, Tapi Dampaknya bagi Rakyat

Eri Cahyadi menegaskan pemimpin sejati tidak diukur dari penghargaan, tetapi dampaknya terhadap kesejahteraan ...
KRONIK

Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Memberikan Data yang Benar dan Jujur

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyambut baik Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh Badan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Minta Pengawasan Daycare Diperketat usai Kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta

Novita Hardini meminta pengawasan daycare diperketat usai kasus dugaan kekerasan anak di Yogyakarta menjadi sorotan ...