SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) menggelar ajang kreatif Madura Open Festival Cipta Lagu Musik Tong-tong 2025.
Kompetisi yang digelar di Lapangan Kesenian Sumenep (LKS), pada Jumat (9/8/2025) malam, Total hadiah yang disiapkan panitia mencapai Rp12 juta.
Mengusung tema, “Budaya Madura, Sejarah Madura dan Objek Wisata Madura,” festival ini menjadi ruang ekspresi bagi musisi, pencipta lagu, hingga arranger musik untuk menyalurkan ide kreatif mereka dalam kemasan musik tong-tong khas Madura.
Kategori yang dilombakan meliputi 5 penyaji terbaik, 3 lagu terbaik, 3 arranger terbaik, juara favorit (pooling on the spot) dan juara umum.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan bahwa event ini bukan sekadar kompetisi, tetapi wujud nyata pelestarian budaya musik tradisional tong-tong Madura.
“Melalui festival cipta lagu ini, kita harapkan lahir karya-karya baru yang merepresentasikan kearifan lokal sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Madura ke panggung yang lebih luas,” ujar Fauzi.
Ia juga berharap, event ini menjadi magnet bagi generasi muda Madura. Menurutnya, festival ini dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap musik tradisi.
“Generasi muda bisa mengembangkan musik tradisional ini, namun tetap terbuka terhadap sentuhan modern yang kreatif,” terang Fauzi.
“Dengan memadukan unsur tradisi dan inovasi, kita ingin musik tong-tong tidak hanya bertahan, tetapi berkembang menjadi identitas budaya Madura yang membanggakan,” tandas politisi PDI Perjuangan itu.
Para pemenang akan mendapat kesempatan tampil di Madura Culture Festival (MCF) 2025 yang akan digelar pada 28–30 Agustus 2025.
Sementara para peserta lomba terdiri atas sembilan grup musik. Yakni Pornama Alam, Spensa Musik Percussi, Joko Moro, Lanceng Spectra, Mega Remmeng, Putra Djenengan, Pangeran Girpapas, Raden Ageng dan Putra Lanyala. (hzm/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













