Selasa
21 Juli 2026 | 7 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Duh, Tak Ada Masterplan Atasi Banjir di RPJMD Sidoarjo 2025-2029

IMG-20250702-WA0008_copy_766x516

SIDOARJO – Banjir masih menjadi momok bagi warga Kabupaten Sidoarjo. Bahkan di musim kemarau tahun ini, sebagian wilayah terendam. Celakanya, pemerintah daerah tak punya masterplan atau rencana induk mengatasi banjir.

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sidoarjo menelaah nota penjelasan rancangan peraturan daerah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sidoarjo Tahun 2025 – 2029.

Hasilnya, dituangkan dalam Pandangan Umum yang dibacakan Kusumo Adi Nugroho dalam rapat paripurna di Gedung dewan, Selasa (1/7/2025).

“Slogan Sidoarjo membangun sangat menarik akan tetapi Renstra (rencana strategis) terkait peta jalan selama 5 tahun kedepan, perencanaan normalisasi sungai hendaknya disampaikan ke DPRD,” sebut Kusumo.

Lanjut dia, penanganan banjir hampir setiap tahun terjadi di Sidoarjo, seperti Tanggulangin, Porong, dan waru.

“Namun dalam RPJMD Kabupaten Sidoarjo Tahun 2025-2029, belum disebutkan rencana induk (masterplan) dalam penanganan banjir,” tandasnya.

Perlu Kerjasama Pemprov Jatim

Banjir menjadi aspirasi umum warga Sidoarjo sebagaimana catatan dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Hari Yulianto dari hasil melaksanakan reses mandiri di Kecamatan Sedati dan Gedangan pada Selasa (1/7/2025).

Di desa-desa kawasan pesisir di Sedati, kerap banjir rob saat penghujan dan air laut pasang. Aliran sungai terhenti karena air laut lebih tinggi dari sungai. Apalagi, tak sedikit sungai mengalami pendangkalan. Dampaknya, air sungai meluber ke jalan seperti terjadi di Desa Pranti.

Demikian pula di Kecamatan Buduran. Dampak banjir berlanjut hingga urusan perut. Petambak dari sejumlah desa seperti Damarsi dan Sawohan, terpaksa merelakan Rp 5 juta untuk biaya menguras tambak saat panen karena air terus kembali. Padahal normalnya hanya Rp 1 juta.

Keluhan soal banjir juga tersampaikan dari warga Kecamatan Gedangan seperti Desa Sruni, Keboananom dan Keboansikep.

Sungai di sepanjang perempatan Gedangan bahkan lebih tinggi dari jalan dan pemukiman. Saat air meluap, warga pun terpaksa memilih membuat sudetan di sisi selatan untuk membuang air ke jalan, ketimbang membanjiri pemukiman di sisi utara.

Dari beberapa titik itu saja, Hari Yulianto menyampaikan perlunya penanganan yang menyeluruh yang harus dilakukan pemkab.

Penanganan banjir, kata dia, juga tidak bisa dilakukan dengan cara sporadis seperti meninggikan jalan. “Sepintas seperti solusi, tapi itu hanya jangka pendek karena hanya memindah titik banjir saja,” katanya.

“Juga tidak bisa dilakukan per kecamatan apalagi per desa. Bahkan hanya oleh Pemkab Sidoarjo. Harus bersinergi dengan Pemprov Jatim,” kata Hari.

Pria yang juga Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo ini menambahkan, kerjasama penanganan banjir mutlak diperlukan. Sebab membutuhkan dana yang lumayan besar.

Dimulai dari kajian utuh secara bersama karena ada sungai-sungai yang menjadi tanggung jawab pemkab dan pemprov. Hingga pelaksanaannya.

Baca juga: Risma Bantu 25.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir di Sidoarjo

“Pembangunan rumah pompa, misalnya. Juga jadwal pengerukan sungai secara berkala dan bersama harus dilakukan. Jika dilaksanakan sendiri-sendiri, berat kiranya,” pungkas Hari Yulianto. (hd/ian/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...
KRONIK

Dongkrak UMKM, Business Matching BEC x SCF Capai Rp 1,22 Miliar

BANYUWANGI – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Pemkab Banyuwangi dan Sekarkijang Creative ...
EKSEKUTIF

Bupati Gresik Cup 2026, Wadah Menjaring dan Mengasah Kemampuan Atlet

GRESIK – Sebanyak 1.413 atlet resmi memulai persaingan di Bupati Gresik Cup 2026. Ajang ini sebagai wadah menjaring ...
UMKM

DPRD Kabupaten Pasuruan Kemas Produk UMKM Jadi Oleh-oleh untuk Tamu Kedinasan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmen nyata ...
KRONIK

RedTalks Segera Hadir, Ajak Generasi Muda Kupas Nasionalisme di Era Modern

SURABAYA – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, makna nasionalisme terus ...
KABAR CABANG

Malam Ketika Sepak Bola Membuat Orang-orang Blitar Duduk Bersama

DINI hari biasanya identik dengan jalanan yang lengang. Tetapi Senin (20/7/2026), halaman Kantor DPC PDI Perjuangan ...