Kamis
14 Mei 2026 | 3 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasil Panen Jagung Rekayasa Genetik di Lamongan Melonjak 20 Persen

IMG-20250610-WA0019_copy_660x452

LAMONGAN – Kabar menggembirakan datang dari Desa Banyubang, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan. Jagung hasil rekayasa genetik (Genetically Modified Organism/GMO) yang ditanam di wilayah tersebut, mencapai 11,5 ton per hektar atau meningkat 20 persen dibanding jagung konvensional.

Kepastian ini menjadi angin segar bagi dunia pertanian, khususnya petani jagung di Lamongan dan Indonesia pada umumnya.

Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan mendorong perluasan penggunaan jagung hasil inovasi ini ke seluruh wilayah Lamongan.

“Ini solusi riil. Halal, produktif, dan hemat biaya. Kami akan terus melakukan evaluasi berbasis pentahelix: pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media,” ujar Mas Wabup Dirham saat menghadiri panen raya jagung di Banyubang, Selasa (10/6/2025).

BPJPH Tegaskan: Halal Tanpa Ragu

Penegasan status halal disampaikan langsung oleh Kepala BPJPH Kemenag RI, Dr. Ir. Ahmad Haikal Hasan Baras. Ia menekankan bahwa jagung PRG (Produk Rekayasa Genetik) dari Banyubang masuk dalam positive list, sehingga tidak memerlukan sertifikat halal tambahan.

“Ini halal 100 persen. Dari benih hingga panen tidak ada unsur haram. Jangan direkayasa lagi dengan kata-kata ini mengandung ini atau itu. Ini jagung kok,” tegas Ahmad Haikal.

Tak hanya halal, teknologi PRG ini juga dinilai menjadi solusi atas tantangan ketahanan pangan nasional, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto menuju swasembada pangan berkelanjutan.

“Jagung diberi merk babi tetap halal, tapi babi diberi merk jagung tetap haram. Di sini saya sudah coba, jagung bakar, rebus, sampai es krim jagung, semua aman,” ucapnya.

Pemerintah pusat melalui BPJPH juga berkomitmen melakukan sosialisasi nasional terkait jagung PRG ini, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan yang berdaulat dan berkelanjutan.

“Ini bukan hanya soal kehalalan, tapi soal masa depan pangan bangsa,” tutup Ahmad Haikal.

Produktivitas Meningkat, Biaya Menurun

Panen perdana jagung PRG di Banyubang menunjukkan hasil yang signifikan. Menurut Kepala Desa Banyubang, Mohammad Rokib, hasil panen mencapai 11–11,5 ton per hektar, meningkat hingga 20 persen dibanding jagung konvensional.

“Butirannya lebih banyak. Satu tongkol rata-rata ada 18 baris, dan setiap baris sekitar 45 biji. Lebih padat dan bernas,” jelas Rokib.

Dari sisi biaya, jagung PRG juga unggul karena lebih tahan terhadap hama dan cuaca ekstrem. Jika biasanya petani harus menyemprot tiga kali untuk mengendalikan gulma, kini cukup sekali di awal tanam.

“Biaya produksi turun, hasil panen naik, petani untung. Dalam satu hektar bisa dapat tambahan hingga Rp5,5 juta,” tambahnya.

Dukungan Nasional untuk PRG

Ketua KTNA Nasional, Mohamad Yadi Sofyan Noor, yang hadir dalam kegiatan panen tersebut menyebut teknologi ini sebagai tonggak baru pertanian Indonesia.

“Kami dukung penuh teknologi yang membantu petani, selama aman, halal, dan terbukti meningkatkan hasil,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa jagung PRG sudah diuji di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan, dan menunjukkan hasil yang positif. (mnh/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Ditinggal Berjualan, Dapur Mbah Rupini Terbakar, PAC Paron Salurkan Bantuan

  NGAWI – Sebuah bangunan dapur milik Rupini, warga Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, terbakar pada ...
KRONIK

Grisa Job Fair, Pemkab Ngawi Sinergikan Bidang Pendidikan dengan Industri

NGAWI – Halaman SMK PGRI 1 Ngawi dipadati pencari kerja dalam gelaran Grisa Job Fair 2026, Rabu (13/5/2026). Tidak ...
KABAR CABANG

Suratun Nasikhah Minta Minimal Satu Kader Muda Masuk Calon Pengurus Ranting PDIP

Suratun Nasikhah meminta minimal satu kader muda masuk komposisi calon pengurus ranting PDIP di tingkat desa. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Sebut Penanganan Stunting di Surabaya Berhasil karena Gotong Royong

Eri Cahyadi menyebut keberhasilan penanganan stunting di Surabaya lahir dari gotong royong dan kolaborasi berbagai ...
KRONIK

UPRINTIS Futsal League 2026 Sukses Digelar, Mas Ipin Tunggu Full Season Bulan Depan

UPRINTIS Futsal League 2026 di Trenggalek sukses digelar. Novita Hardini siapkan Full Season lebih meriah bulan ...
KRONIK

Bupati Lukman Coba Tanam Padi dengan Rice Transplanter, Dorong Modernisasi Pertanian

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperkuat sektor pertanian dengan modernisasi alat dan metode ...