BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menekankan pentingnya Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Pasalnya, TP PKK menjadi salah satu motor penggerak dalam kemajuan pembangunan daerah
“Keberadaan TP PKK bukan hanya sebagai mitra strategis pemerintah daerah, tapi juga sebagai garda terdepan dalam membina keluarga sebagai unit terkecil dalam pembangunan bangsa,” ujar Rijanto.
Itu dia sampaikan saat mengukuhkan pengurus TP PKK Kabupaten Blitar untuk masa bakti 2025–2030 di Pendopo Ronggo Hadi Negoro, Kamis (1/5/2025).
Dalam upacara tersebut, Ninik Catur Anggraeni dikukuhkan sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Blitar.
Pelantikan ini sekaligus menjadi tonggak awal bagi pengurus baru dalam mengemban amanah untuk memberdayakan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan keluarga dan sosial kemasyarakatan.
Bupati Rijanto pun menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya dalam rangka menyambut Indonesia Emas 2045.

Dengan mengoptimalkan potensi lokal yang ada, TP PKK diharapkan mampu menciptakan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi antara TP PKK dan pemerintah daerah makin solid. Perempuan dan keluarga harus menjadi motor penggerak kemajuan daerah,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar tersebut.
Selain pengukuhan di tingkat kabupaten, kegiatan ini juga mencakup pelantikan pengurus TP PKK dan Tim Pembina Posyandu tingkat Kecamatan se-Kabupaten Blitar.
Prosesi ini dilakukan langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Blitar, Ninik Catur Anggraeni sebagai bentuk peneguhan struktur organisasi hingga ke akar rumput.
Menurut Ninik, pengurus yang baru dilantik harus siap turun ke lapangan, menyatu dengan masyarakat, serta mendengar langsung berbagai permasalahan sosial.
“Kami ingin PKK hadir bukan hanya di atas kertas, tetapi nyata dalam aksi. Posyandu, pembinaan keluarga, dan edukasi perempuan harus jadi fokus utama,” jelasnya.
Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, camat, serta perwakilan organisasi wanita di Kabupaten Blitar. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










