PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melalui Bappeda-Litbang menyelenggarakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ponorogo tahun 2025-2029 di Gedung Sasana Praja Ponorogo, Rabu (30/3/2025).
Hadir dalam kesempatan ini, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, Wakil Bupati Ponorogo, Lisdyarita, Kepala Bakorwil Madiun, Sekretaris Daerah Ponorogo, seluruh kepala OPD, organisasi vertikal dan horizontal, hingga organisasi masyarakat.
Bupati Sugiri menyampaikan, RPJMD merupakan penjabaran dari visi-misi Nawa Dharma Nyata untuk pembangunan Ponorogo selama lima tahun ke depan.
“Potensinya seperti apa, kebutuhan apa, kemudian bagaimana meningkatkan ekonomi saya racik menjadi satu yang disebut visi-misi. Lalu kami racik jadi satu yang disebut RPJMD bersama DPRD,” ujar Sugiri.

Politisi PDI Perjuangan itu memaparkan capaian dari berbagai sektor selama beberapa tahun terakhir, termasuk bagaimana mencapai target-target yang belum terpenuhi. Di antaranya, penurunan kemiskinan, peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM), hingga target pendapatan asli daerah (PAD) Rp1 triliun.
“Kemiskinan masih 9,11 persen. Tugas kita adalah bagaimana dalam lima tahun ke depan tinggal 5,11 persen. Ini PR kita sama-sama,” terangnya.
Sementara peningkatan kincir ekonomi juga terus didorong, terutama dari sektor pertanian dan pariwisata. Juga termasuk bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik.
“Semuanya berjalan paralel. Hanya memang butuh wisata dan pertanian yang jadi pemutar kincir ekonomi. Di sisi lain juga perbaiki SDM melalui pendidikan,” tandas Sugiri.
Ia berharap, dengan program yang dijalankan bisa terjadi sinkronisasi antara pemerintah provinsi dan pusat. (jrs/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













