Rabu
22 Juli 2026 | 3 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tak Ada Progres Signifikan, DPRD Malang Minta KEK Singhasari Dibubarkan

pdip-jatim-250430-zulham

MALANG – DPRD Kabupaten Malang menilai agar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari dibubarkan saja. Pasalnya, keberadaan KEK Singhasari selama ini tak menunjukkan progres signifikan yang jelas bahkan cenderung stagnan.

Hal ini diungkapkan Zulham Akhmad Mubarrok, juru bicara Pansus LKPJ DPRD Kabupaten Malang. DPRD menilai proyek strategis nasional di wilayah Kabupaten Malang itu hanya menjadi ajang seremonial belaka.

“KEK tidak membawa dampak langsung secara ekonomi maupun kebermanfaatan kepada masyarakat setempat. Rekomendasi Pansus sudah disampaikan di paripurna. Intinya kalau memang stagnan ya sebaiknya dikaji ulang atau dibubarkan saja,” tegas Zulham, kemarin.

Politisi muda PDI Perjuangan ini menjelaskan bahwa nyaris semua Komisi di DPRD memberikan catatan kritis pada KEK Singhasari.
Dalam catatan tersebut, dewan meminta bupati dan jajaran memberikan laporan progress KEK kepada publik. Entah itu dampak ekonomi, pariwisata maupun manfaat langsung yang bisa dirasakan masyarakat.

“Namun kesannya tidak ada progres apa-apa. Sebenarnya, untuk apa ada KEK ini kan perlu dipertanyakan? Terkesan KEK hanya menjadi ajang seremonial saja, dan keterlibatan warga asli kabupaten sangat minim,” ungkap legislator yang juga Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang itu.

Diketahui, KEK Singhasari resmi beroperasi sejak 21 November 2022. KEK Singhasari dikhususkan sebagai pusat pariwisata dan pengembangan teknologi digital, dan merupakan KEK digital pertama di Indonesia.

Zulham yang juga ketua Pansus LKPJ Bidang Kesehateraan Rakyat tersebut menyoroti bahwa keberadaan KEK terkesan hanya menguntungkan segelintir orang saja. Karena itu, kata dia, bupati harusnya memberikan evaluasi formal dan tertulis kepada pihak terkait agar kondisinya tidak hidup segan mati tak mampu.

”Kita ini tuan rumah program KEK, bukan tamu. Masa iya terus diam saja menjadi penonton dan tidak memberi masukan ke pemerintah pusat kalau kebijakannya tidak jalan?” ujarnya.

Ketua KNPI Kabupaten Malang itu mengatakan bahwa KEK seharusnya dirancang sebagai pusat bisnis dan investasi strategis dengan peluang pertumbuhan investasi.

Tapi, sejak hampir 3 tahun berjalan belum juga ada investor yang tampak. KEK seluas 120,3 hektare itu juga tidak menyumbang tumbuhnya iklim industri kreatif secara massif.

”Sekarang sudah berapa pemuda pengangguran yang dientaskan menjadi wirausaha oleh KEK. Tanya warga Singosari, tau apa enggak mereka? Merasakan apa enggak dampaknya? Pasti jawabnya tidak,” tutup Zulham. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Syaifuddin Zuhri Dorong Turnamen Usia Dini Digelar Rutin untuk Cetak Pesepak Bola Berkualitas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong turnamen sepak bola usia dini digelar secara rutin ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gandeng Praktisi, Latih Petani Bikin Pupuk Organik Murah Meriah

BOJONEGORO – Upaya menjaga ketahanan pangan dan merespons tingginya harga pupuk kimia terus dilakukan di daerah. ...
KRONIK

Sambut Bulan Kemerdekaan, Bupati Lukman Pimpin ASN Percantik Kota Bangkalan

BANGKALAN – Menyambut Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggerakkan aparatur sipil negara ...
EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...