Selasa
20 Oktober 2026 | 8 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kolaborasi Seniman dan Pengelola Wisata Kalipinusan, Wabup Lumajang: Pendapatan UMKM Terdongkrak

IMG-20250428-WA0013_copy_630x402

LUMAJANG – Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma (Mas Yudha) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih mencintai, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya lokal, khususnya seni tari tradisional daerah.

Menurutnya, pelestarian seni tari bukan hanya soal mempertahankan identitas budaya, tetapi juga merupakan investasi sosial dan ekonomi bagi masa depan Lumajang.

Dalam sambutannya pada Perayaan Hari Tari Sedunia yang digelar di kawasan wisata Kalipinusan Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Minggu (27/4/2025), Mas Yudha menegaskan bahwa seni tari daerah memiliki peran strategis dalam memperkuat jati diri bangsa sekaligus mempererat hubungan sosial antargenerasi.

“Melestarikan seni tari adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat. Kita perlu membangun sinergi berkelanjutan untuk memastikan seni tari daerah tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi,” ujar Mas Yudha.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa kolaborasi antara pelaku seni dan sektor pariwisata dapat menjadi kekuatan besar dalam mendorong promosi daerah dan meningkatkan kunjungan wisatawan. Seni tari yang hidup dan autentik, menurutnya, dapat menjadi salah satu daya tarik utama dalam paket wisata budaya Lumajang.

“Kita sudah punya Destinasi Wisata Internasional seperti Tumpak Sewu. Dengan pelestarian seni tari, kami berharap akan lahir destinasi-destinasi wisata baru berbasis budaya yang tidak hanya memperkaya pilihan wisata, tetapi juga mengangkat nama Lumajang di kancah nasional dan internasional,” ungkapnya.

Mas Yudha juga mengapresiasi terselenggaranya even tari tersebut yang dinilainya mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian lokal.

Setiap event budaya, menurutnya, mampu mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar, mulai dari pedagang kecil hingga pelaku UMKM.

“Ketika destinasi wisata hidup dengan even-even budaya seperti ini, maka masyarakat di sekitar pun ikut merasakan manfaatnya. Omzet para pedagang meningkat, penginapan terisi, dan sektor jasa lainnya ikut bergerak,” tambahnya.

Mas Yudha berharap momentum Hari Tari Sedunia ini dapat menjadi titik tolak baru bagi upaya kolektif melestarikan budaya daerah sekaligus memperkuat Lumajang sebagai salah satu pusat wisata budaya di Jawa Timur. (ndy/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

RAPBD Jember Rp 5,5 Triliun Belum Dibahas, Widarto Soroti Ketidaksiapan Pemkab

JEMBER – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Jember 2027 belum dimulai ...
KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...