MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno menegaskan komitmennya dalam mengawal pelayanan kesehatan masyarakat dengan mengoptimalkan posyandu. Sebab, posyandu menjadi penjaga gawang pertama kesehatan masyarakat dalam suatu wilayah.
Hal ini dia sampaikan saat menyapa warga di Kelurahan Pandanwangi, Kota Malang, tepatnya di RT 07 RW 05 pada Sabtu (26/4/2025).
Selain dalam rangka halal bihalal, mereka juga menggelar sarasehan dan dialog bareng wakil rakyat. Sarasehan tersebut juga dihadiri anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang Wiwik Sukesi.
Pertemuan itu menjadi ajang warga menyampaikan aspirasi. Salah satu yang diaspirasikan adalah pembangunan Posyandu.
Ketua RT 07 Budi Santosa mengatakan, keberadaan gedung Posyandu di wilayahnya sangat penting.

Sebetulnya, layanan posyandu di sana sudah ada, namun warga masih harus menyeberang jalanan yang ramai. Selain itu, tempatnya juga tidak representatif.
“Akses kesehatan harus dipermudah. Saya pikir sejak awal, bahwa kesehatan itu harus diberikan secara kontinyu mulai usia PAUD, TK, SD hingga jelang 50 tahun dan manula. Saya ingin warga di sini bisa sehat di usia produktif hingga di usia tuanya,” katanya.
Warga, sambung dia, tak ingin muluk-muluk. Gedung posyandu di wilayah ini bisa dibangun dengan menggunakan kontainer sehingga lebih fleksibel.
Gedung ini nantinya juga bisa digunakan untuk kepentingan lain seperti PKK, karang taruna, remaja masjid dan berbagai aktivitas warga lainnya.
“Semua kegiatan bisa dilakukan di sana demi menjaga kebersamaan dan gotong-royong antar warga di sini. Kalau dari RT lain di sekitar sini mau periksa kesehatan juga bisa. Semoga Bu Untari bisa membantu kami,” harap Budi.

Untari yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim berjanji akan berupaya mewujudkan aspirasi warga tersebut. Dia sependapat bahwa akses dan pelayanan kesehatan masyarakat harus dipermudah.
“Kebetulan sebentar lagi Musrenbang provinsi dan nanti akan dimasukkan ke SIPD. Memang tidak mudah, tapi tidak memungkinkan akan kita carikan peluang agar cita-cita warga mencetak generasi Emas 2045 yang sehat ini terwujud,” kata Untari.
Dia menambahkan, keberadaan Posyandu di wilayah ini akan menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Khususnya bagi ibu hamil, bayi, lansia dan pengentasan stunting guna mewujudkan Generasi Emas 2045.
Menurutnya, pencegahan stunting membutuhkan peran perempuan untuk memperhatikan pemenuhan asupan gizinya. Untari menyebut bahwa perempuan adalah tiang negara karena sebagai sosok pertama yang berkaitan dengan urusan stunting, gizi keluarga hingga pendidikan.
“Jadi semua itu bisa kita mulai di Posyandu ini, kebetulan di wilayah ini juga sudah ada dokter yang mau mengabdi di sini,” ujarnya. (ull/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










