Sabtu
29 Maret 2025 | 12 : 54

Minta Semua Keluhan Direspon Cepat dan Tepat, Puan: Negara Harus Hadir Tanpa Tunggu Rakyat Mem-viralkan

pdip-jatim-250325-tutup-masa-sidang-dpr-1

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menutup masa sidang DPR untuk Masa Persidangan II Tahun Sidang 2024-2025 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/3/2025). Ia pun menyoroti kesiapan pemerintah untuk momen Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

Di awal pidato penutupan masa sidang DPR, Puan menyampaikan dukacita kepada korban bencana alam akibat cuaca ekstrem.

“Atas nama Pimpinan DPR RI dan segenap Anggota DPR RI, kami menyampaikan rasa duka dan simpati yang mendalam untuk saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah akibat cuaca ekstrem baik banjir maupun tanah longsor yang terjadi di beberapa wilayah di tanah air,” kata Puan.

“Semoga masyarakat yang terdampak bencana diberikan keselamatan dan kekuatan oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,” lanjutnya.

Puan kemudian menyampaikan bahwa pada masa persidangan ini, pemerintah dan DPR melakukan pembahasan dan persetujuan atas rencana efisiensi APBN Tahun Anggaran 2025.

Dia mengapresiasi upaya pemerintah tersebut dan mengingatkan agar Pemerintah dapat sungguh-sungguh menggunakan uang rakyat bagi sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

“Pemerintah sudah seharusnya melakukan upaya terbaik dalam membuka jalan bagi rakyat untuk hidup lebih sejahtera, mudah dan tenteram,” ungkap Puan.

 

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu menambahkan, upaya efisiensi APBN merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh pemerintah. Hal ini, menurut Puan, sebagai pelaksanaan atas amanat Undang Undang Keuangan Negara.

“Oleh karena itu, efisiensi APBN merupakan kesempatan bagi Pemerintah untuk memperkuat pengelolaan keuangan negara sesuai dengan Undang Undang,” jelasnya.

Puan juga menyinggung soal kehidupan berdemokrasi di Indonesia pada saat ini yang telah menempatkan rakyat sebagai subjek dari kebijakan publik yang dibuat negara. Untuk itu, negara disebut harus mawas diri, mendengarkan aspirasi rakyat, serta dapat mengartikulasikan aspirasi dan kepentingan rakyat dalam setiap kebijakan yang diambil.

“Negara harus hadir dalam melindungi rakyat, mencerdaskan hidup rakyat, dan mensejahterahkan rakyat. Bagi rakyat yang membutuhkan kehadiran negara dalam menyelesaikan urusan hidupnya, menunggu 1 hari saja akan terasa sangat lama,” ujar Puan.

“Tetapi bagi kita, DPR RI dan pemerintah, terkadang membahas masalah rakyat dan mencari solusinya seringkali bisa berlangsung berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun,” imbuhnya.

Maka dari itu, Puan mengajak pemerintah untuk meneguhkan komitmen bersama agar dapat merespons secara cepat dan tepat setiap keluhan masalah rakyat. Mulai dari permasalahan lapangan pekerjaan, masalah sekolah, masalah layanan rumah sakit, masalah petani nelayan, dan lain sebagainya.

“Negara harus hadir tanpa harus menunggu rakyat mem-viralkan dan menuntut kehadiran negara,” tegas Puan.

 

Ketua DPP PDI Perjuangan itu mengatakan, bertindak cepat tidak berarti mengabaikan tata kelola yang baik.

“Kita harus bertindak cepat secara terukur dan taat pada prinsip-prinsip yang berintegritas. Niat baik saja tidak cukup dalam membuat kebijakan publik, diperlukan transparansi, akuntabilitas, dan sesuai dengan kewenangannya,” sebut mantan Menko PMK itu.

“Kita harus membangun budaya kerja membiasakan yang benar dan bukannya malah membenarkan yang biasa,” tambah Puan.

Setelah penutupan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2024-2025 hari ini, DPR akan menjalankan masa reses mulai tanggal 26 Maret sampai dengan tanggal 16 April 2025. Masa Reses adalah masa anggota DPR melakukan kegiatan di luar masa sidang untuk melaksanakan kunjungan kerja di masyarakat pada dapilnya masing-masing, terutama di luar gedung DPR.

Kepada anggota dewan, Puan berpesan agar menggunakan masa reses untuk bertemu dengan rakyat dan melaporkan tugas-tugas konstitusional yang telah DPR jalankan.

“Persatukan rakyat dalam semangat gotong royong, dengarkanlah keluh kesah rakyat, riang gembiralah bersama rakyat, apalagi masa reses ini juga bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Bersama dengan rakyat menjalin silaturahmi Idul Fitri,” imbau Puan.

“Dan atas nama pimpinan DPR RI, kami mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberikan rahmat dan bimbingan-Nya bagi kita semua,” tutupnya.(goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Jelang Lebaran, Wabup Ngawi Pastikan Harga juga Stok Telur dan Daging Ayam Stabil

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, memastikan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Ngawi tetap stabil ...
KRONIK

Suyatno Beri Santunan Anak Yatim di Yayasan Al Hikmah Banjarejo

MAGETAN – Wakil Ketua DPRD Magetan, H Suyatno Sos memberi santunan sejumlah anak yatim dan atau piatu di Yayasan Al ...
KRONIK

Hosnan Abrori bersama PAC Gayam Bagikan Ratusan Takjil kepada Pengguna Jalan

SUMENEP – PAC PDI Perjuangan Kecamatan Gayam bersama Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Hosnan Abrori, ...
KRONIK

Said Abdullah Salurkan Bantuan Baju Lebaran kepada Warga Binaan Rutan Sumenep

SUMENEP – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah, menyalurkan bantuan berupa baju baru untuk ...
KABAR CABANG

DPC Kabupaten Pasuruan Bagikan 3.000 Paket Takjil, Serentak di 24 Kecamatan

KABUPATEN PASURUAN – Sebagai bentuk kepedulian kepada sesama di bulan Ramadan, DPC PDI Perjuangan Kabupaten ...
KRONIK

Ternak Kambing Boer, Altenatif Sumber Penghasilan Warga Pesisir Masalembu

SUMENEP – Pulau Masalembu, Sumenep, akan menjadi pusat pengembangan kambing boer pertama di ujung timur Pulau ...