Rabu
29 Juli 2026 | 7 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Debat Pilbup Mojokerto, Idola Beber Pembangunan Infrastruktur hingga Keberhasilan Tekan Kemiskinan

pdip-jatim-241016-debat-pilbup-moker

MOJOKERTO – Pasangan calon (Paslon) nomor urut 01, Ikfina Fahmawati dan Sa’dulloh Syarofi (Idola), menunjukkan performa gemilang dalam debat Pilkada Kabupaten Mojokerto yang digelar KPU setempat, di Graha JTV Surabaya, Senin (14/10/24) malam.

Debat publik perdana tersebut mengangkat tema “Strategi Pembangunan Daerah dalam Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Mojokerto.” Pada sesi debat pertama, yakni, penajaman visi-misi yang dilanjutkan sesi tanya jawab antar paslon.

Pasangan calon Ikfina-Sa’dulloh (Idola) tampil dengan penuh keyakinan, memaparkan visi-misi mereka. Dalam debat yang ditayangkan secara langsung, pasangan tersebut fokus menuntaskan permasalah infrastruktur di Kabupaten Mojokerto.

Pertanyaan pertama dilontarkan panelis terkait pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

Dengan latar belakang persoalan kesenjangan atau disparitas kemiskinan pedesaan dan perkotaan yang tinggi, yaitu 11,79 persen di pedesaan dan perkotaan 7,09 persen.

Cabup nomor urut 1, Ikfina Fahmawati berpendapat, pembangunan infrastruktur adalah hal pertama yang harus dikerjakan, karena menjadi sarana konektivitas antar desa ke desa, maupun desa dengan perkotaan.

Dirinya menilai, infrastruktur merupakan sarana utama untuk kemajuan berbagai macam bidang, terutama ekonomi, sosial, budaya dan pendidikan.

Selama menjabat sebagai Bupati Mojokerto, pihaknya banyak membangun jalan poros desa. Termasuk, pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) plus-plus di setiap kecamatan, dengan harapan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa-desa.

“Untuk desa-desa di Kabupaten Mojokerto semuanya sudah kategori mandiri. Sehingga ke depan kami akan meningkatkan ekonomi desa, sesuai potensi masing-masing dan kami mendukungnya dengan infrastruktur sebagai penunjangnya,” kata Ikfina dalam debat yang diakses dari YouTube KPU Kabupaten Mojokerto, Senin (14/10/2024) malam.

Selanjutnya soal bagaimana masing-masing paslon menurunkan angka kemiskinan. Secara detail, cabup Ikfina membeberkan angka kemiskinan di Kabupaten Mojokerto, mulai tahun 2004 lalu.

Kemiskinan di Kabupaten Mojokerto di angka 16,09 persen, menjadi 12,23 persen tahun 2010 dan 10,08 persen tahun 2018.

Sedangkan selama menjabat Bupati Mojokerto, menurut Ikfina angka kemiskinan dapat menekan hingga angka 9,37 persen per tahun 2024.

“Ini hasil upaya yang kami lakukan, karena fokus kami menurunkan angka kemiskinan ekstrem. Dengan harapan akhir 2024 menjadi nol,” ucap Ikfina.

Menurut dia, capaian menekan angka kemiskinan di Kabupaten Mojokerto berasal dari sejumlah program, di antaranya validasi data kemiskinan di tingkat desa.

Upaya terpadu yang terintegrasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), dapat secara obyektif fokus terhadap sasaran target sesuai hasil validasi data tersebut.

“Kemudian melalui berbagai program produktif, pelatihan-pelatihan. Pemberian bantuan untuk ekonomi produktif dan perbaikan lingkungan sebagai pendukung kantong kemiskinan,” sambung Ikfina.

Cawabup Mojokerto, SaDulloh Syarofi (Gus Dulloh) menanggapi, pendataan penduduk miskin akan diperkuat jika dirinya dan Ikfina terpilih menjadi memimpin Kabupaten Mojokerto.

Dengan pendataan yang diperkuat itu, maka berdampak terhadap bantuan langsung dari pemerintah daerah yang tepat sasaran.

Karena kemiskinan kategori ekstrem terkini yang berhasil ditekan hingga nyaris nol yaitu tinggal 0,39 persen.

“Dengan program pengurangan beban pengeluaran. Agar penduduk dengan pendapatan di bawah garis kemiskinan itu, lebih mendapatkan nilai dari apa yang mereka dapatkan setiap bulannya,” tambahnya.

Dilain sisi, menurut Afida, sekretaris tim pemenangan Idola, debat publik ini merupakan momentum bagi paslon Idola untuk adu gagasan dan menunjukkan kualitasnya dalam memimpin Kabupaten Mojokerto.

Selain itu, juga menjadi momen penting bagi Paslon Ikfina-Sa’dulloh (Idola) untuk semakin memperkuat dukungan masyarakat menjelang pemungutan suara pada 27 November mendatang.

“Paslon kami berbicara berdasarkan data dan fakta karena selama Ikfina menjabat sebagai Bupati Mojokerto selama 3 tahun ini, beliau betul-betul melaksanakan tugasnya secara maksimal,” jelasnya. (fath/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Hari Yulianto Dorong Pemerintah Perkuat Pelatihan Pemuda untuk Cetak Wirausaha Berdaya Saing

Anggota DPRD Jatim Hari Yulianto mendorong pemerintah memperkuat pelatihan bagi pemuda untuk melahirkan usaha-usaha ...
KRONIK

DPRD Jember Persoalkan Klaim PT KAI atas Jalan Wijaya Kusuma

JEMBER – Status Jalan Wijaya Kusuma, tepatnya di depan Stasiun PT KAI Daop 9, dipersoalkan DPRD Jember. DPRD ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Kota Batu Dorong Perwali Usai Perda Perlindungan Perempuan dan Anak Disahkan

BATU – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu meminta Pemerintah Kota Batu segera menyusun Peraturan Wali Kota ...
LEGISLATIF

Fuad Benardi Kawal Aspirasi Warga, dari Penambahan SMA hingga Kepastian Status Lahan

Anggota Komisi C DPRD Jatim Fuad Benardi mengawal aspirasi warga Surabaya terkait penambahan SMA negeri, status ...
KRONIK

Megawati Kenalkan Pancasila ke Deputi PM Kamboja, Hun Many Dukung Jadi Inspirasi Keharmonisan Dunia

Deputi PM Kamboja Hun Many mengapresiasi Pancasila yang diperkenalkan Megawati Soekarnoputri dan mendukung ...
KRONIK

Soroti Kualitas Air dan IPAL Dapur MBG, DPRD Ponorogo Desak BGN Tutup Permanen SPPG “Bandel”

PONOROGO – DPRD Kabupaten Ponorogo mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) mengevaluasi total operasional Satuan ...