Senin
03 Agustus 2026 | 9 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Agus Black Hoe Dorong Penguatan Pertanian dan Perkebunan di Jawa Timur

pdip-jatim-241014-agus-black-hoe

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Agus Black Hoe mengatakan, Provinsi Jatim punya potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan.

Namun, potensi ini belum sepenuhnya dikelola dengan baik untuk memberikan kesejahteraan maksimal bagi masyarakat setempat.

Karena itu, dia menegaskan pentingnya penguatan sektor pertanian dan perkebunan sebagai upaya untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan di provinsi ini.

Menurutnya, sektor pertanian dan perkebunan adalah tulang punggung perekonomian masyarakat di Jawa Timur. Kedua sektor itu tidak hanya menyediakan lapangan kerja bagi mayoritas penduduk, tapi juga menjadi sumber utama pendapatan bagi mereka.

Agus menyebutkan, bahwa ada beberapa tantangan utama yang dihadapi petani dan pekebun di Jatim. Di antaranya akses terhadap bibit unggul, infrastruktur pertanian yang kurang memadai, serta fluktuasi harga komoditas yang kerap merugikan petani.

“Salah satu masalah terbesar yang dihadapi petani di wilayah ini adalah kurangnya akses terhadap bibit unggul dan teknologi pertanian modern. Banyak petani yang masih menggunakan metode konvensional, sehingga produktivitas mereka tidak maksimal. Selain itu, harga komoditas yang tidak stabil sering kali membuat petani sulit merencanakan masa depan mereka,” ungkap Agus Black Hoe di Surabaya, Senin (14/10/2024).

Sebagai anak seorang petani, anggota dewan dari dapil 9 Jatim itu menilai pentingnya peran pemerintah untuk memberikan dukungan yang lebih konkret.

“Pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang pro-petani. Misalnya, menyediakan akses mudah ke bibit unggul, pupuk berkualitas, dan teknologi yang dapat meningkatkan hasil panen. Selain itu, perlu ada pengaturan harga komoditas agar petani tidak selalu menjadi korban dari fluktuasi pasar,” ujarnya.

Selain masalah akses terhadap bibit dan teknologi, infrastruktur juga menjadi salah satu perhatian utama Agus Black Hoe. Menurutnya, banyak daerah pertanian yang masih kesulitan dalam hal akses transportasi untuk mengangkut hasil pertanian mereka ke pasar.

“Saat musim panen tiba, banyak petani yang kesulitan untuk mengangkut hasil panennya karena akses jalan yang buruk. Ini sangat merugikan karena banyak hasil pertanian yang rusak dalam perjalanan atau terpaksa dijual dengan harga rendah karena kendala distribusi,” beber dia.

Agus Black Hoe menambahkan, pembangunan infrastruktur yang memadai seperti jalan tani, irigasi yang baik, dan fasilitas penyimpanan hasil panen sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Menurutnya, tanpa adanya infrastruktur yang mendukung, program-program pengembangan pertanian tidak akan berjalan efektif.

Lebih lanjut, selain sektor pertanian, dirinya juga melihat potensi besar di sektor perkebunan, terutama untuk komoditas seperti tebu. Menurutnya, perkebunan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur mengingat wilayah ini memiliki lahan yang subur dan cocok untuk pengembangan komoditas tersebut.

“Saat ini, kita melihat ada peluang besar dalam pengembangan perkebunan di wilayah ini. Namun, tentu saja, hal ini membutuhkan investasi dan dukungan teknologi yang memadai. Kita perlu mendorong para petani untuk beralih ke komoditas yang lebih bernilai ekonomi tinggi, seperti tebu, serta memberikan pelatihan agar mereka dapat mengelola perkebunan secara lebih profesional,” ujarnya.

Menurut Agus, pengembangan perkebunan ini tidak hanya akan membuka lapangan kerja baru, tetapi juga dapat memberikan sumber pendapatan yang lebih stabil bagi masyarakat di Jawa Timur.

Selain itu, Agus juga menekankan pentingnya inovasi produk untuk meningkatkan nilai tambah dari hasil pertanian dan perkebunan. Ia mendorong para petani untuk belajar mengolah hasil pertanian mereka menjadi produk jadi yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Contohnya, kita bisa mengolah hasil pertanian seperti jagung atau singkong menjadi produk olahan seperti tepung atau makanan ringan. Ini akan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani dibandingkan hanya menjual hasil pertanian dalam bentuk mentah,” pungkas Agus. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDI Perjuangan Bangkalan Distribusikan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

BANGKALAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang ...
KRONIK

HUT ke-11 Asosiasi BPD, Erma Harap Semakin Solid dan Inspiratif

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mengucapkan selamat HUT ke-11 ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Temui Sopir Angkot Malang, Dewanti Dorong Dialog Cari Solusi Trans Jatim Koridor II

DPRD Jatim akan menemui sopir angkot Malang Raya yang menolak Trans Jatim Koridor II. Dewanti Rumpoko mendorong ...
LEGISLATIF

Anton Kusumo Minta Penilaian Desil Bansos Berdasarkan Kondisi Ekonomi Riil Keluarga

MADIUN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun, Anton Kusumo, meminta pemerintah mengevaluasi mekanisme ...
SEMENTARA ITU...

Fatatoh Ajak Pemuda Muhammadiyah Bangun Budaya Politik Berbasis Integritas

Anggota DPRD Kabupaten Blitar Fatatoh Hironi Ulya mengajak Pemuda Muhammadiyah membangun budaya politik yang ...
LEGISLATIF

Andy Firasadi Minta Langkah Luar Biasa Putus Peredaran Narkoba di Jawa Timur

SURABAYA – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Andy Firasadi, mendesak pemerintah bersama aparat penegak hukum ...