JEMBER – Calon Bupati Jember Plpetahana Hendy Siswanto, sampai saat ini rajin mengikuti sholat subuh berjamaah bersama warga di berbagai masjid yang ada di Kabupaten Jember.
Tercatat, sudah 31 kecamatan dan 248 desa yang tersebar di Kabupaten Jember dia datangi sesuai jadwal yang diajukan masyarakat kepadanya.
“Saya sudah menjalani selama 2 tahun, dan memang belum semua masjid yang ada di kabupaten Jember dikunjungi,” ungkap Hendy, Kamis (10/10/2024).
Dan di acara Gerakan Sholat Subuh Berjamaah itu, paslon yang asli putra daerah Jember tersebut mengaku, hanya menyerap informasi terkait keluhan masyarakat di tingkat paling bawah. Dia tidak berkampanye karena tak ingin menistakan tempat suci beribadah.
Bahkan, ia tak pernah bersedia menjadi penceramah meski takmir masjid memintanya. Hanya sambutan ala kadarnya, sebagai atensi penghormatan kepada takmir dan masyarakat yang memintanya.
“Hanya sambutan yang selalu saya sampaikan di masjid. Jadi bukan ceramah karena saya tidak alim, ilmu agama saya hanya sedikit,” aku cabup yang punya tagline Wes Wayahe Lanjutkan itu.
Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu Hendy dilaporkan ke Bawaslu oleh tim kampanye paslon rivalnya. Meski pelaporannya tak disertai alat bukti pendukung, Hendy dituding berkampanye di Masjid Perumahan Taman Gading.
Dan dari pelaporan itu paslon sekaligus kader PDI Perjuangan itu sudah mendatangi Bawaslu Jember untuk mengklarifikasinya. Didampingi kuasa hukum dari DPC PDI Perjuangan Jember, Hendy menyampaikan bahwa semua tudingan padanya tidak benar. (art/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









