Minggu
08 November 2026 | 7 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Resmikan Dimulainya Diklat Paskibra, Cak Ji Sampaikan Pesan Ini

pdip-jatim-240805-paskibra-sby-1

SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya Armuji meresmikan dimulainya pemusatan pendidikan dan pelatihan (diklat) calon Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kota Surabaya tahun 2024, di Graha Sawunggaling, Minggu (4/8/2024).

Diklat Paskibra diikuti 97 putra dan putri terbaik Kota Pahlawan tersebut bakal menjalani rangkaian kegiatan selama dua pekan, pada 4-18 Agustus 2024.

Dalam arahannya, Armuji mengatakan, menjadi bagian dari paskibra bukanlah tugas yang mudah. Tugas tersebut merupakan tanggung jawab yang besar.

Dia menegaskan dalam menjalankan tugas sebagai paskibra memerlukan kedisiplinan, dedikasi, dan komitmen tinggi.

“Kalian harus bangga karena telah terpilih dari hasil seleksi ketat di masing-masing sekolah maupun di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Politisi senior PDI Perjuangan yang akrab disapan Cak Ji itu menyebut paskibra merupakan simbol semangat kebangsaan.

Bukan hanya bertugas mengibarkan bendera, mereka juga diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk cinta tanah air dan menjaga persatuan serta kesatuan bangsa.

Cak Ji pun mengaku turut bangga lantaran beberapa calon Paskibra Surabaya berhasil lolos seleksi pada tingkat yang lebih tinggi.

Mereka berhasil mewakili Paskibra Surabaya ke tingkat Jawa Timur dan mewakili Jawa Timur ke tingkat nasional.

“Mudah-mudahan di tahun yang akan datang anak Surabaya juga ada yang lolos dan menjadi bagian paskibraka di tingkat nasional,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu mengatakan sebetulnya pada penyelenggaraan upacara HUT RI tahun ini terdapat 100 calon pengibar bendera.

Para Calon Paskibra Surabaya yang lolos seleksi tersebut terdiri dari 50 putra dan 50 putri. Namun, tiga di antaranya berhasil lolos seleksi di tingkat provinsi dan nasional.

“Dengan demikian, jumlah peserta pemusatan diklat untuk Surabaya adalah 97 orang,” jelasnya.

Yayuk, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa seluruh calon paskibra berasal dari berbagai etnis. Pihaknya ingin memberikan gambaran kepada calon paskibra soal masyarakat Surabaya yang heterogen.

“Siapapun boleh mengikuti seleksi paskibraka selama mereka memenuhi persyaratan dan lolos dari hasil seleksi,” seru dia.

Selama pemusatan diklat, para calon paskibra akan menerima sejumlah materi. Di antaranya baris-berbaris, kesamaptaan, wawasan kebangsaan, psikologi, hingga etika.

Diklat dilakukan di lapangan dan di kelas. Penyampaian materi di lapangan berlangsung pagi hingga petang. Sedang di kelas mulai pukul ‪18.00 hingga 21.00‬ WIB.

“Kami berharap mereka dalam kondisi sehat. Baik fisik maupun mental. Sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik ‪pada 17 Agustus‬,” harapnya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kawal Kemajuan Kampus di Madura, Hj. Ansari Komitmen Dukung STEI Masyarakat Madani

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menyampaikan bahwa keberhasilan seorang sarjana tidak ...
KRONIK

Rijanto: Generasi Muda Harus Siap Hadapi Tantangan Geopolitik hingga Media Sosial

BLITAR — Generasi muda perlu dibekali nasionalisme, pengetahuan, dan keterampilan agar mampu menghadapi perubahan ...
KRONIK

Hasto Kristiyanto Ajak Anak Muda Teladani Soekarno Way, Bangun Kepemimpinan Berpihak kepada Rakyat

BLITAR — Generasi muda harus memiliki ideologi, karakter kepemimpinan, dan keberanian memperjuangkan kepentingan ...
KRONIK

Deni Wicaksono: Partai Politik Harus Beri Ruang Anak Muda Berkarya, Bukan Sekadar Dibutuhkan Saat Pemilu

BLITAR — Partai politik harus menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, menyampaikan ...
KABAR CABANG

DPC Lumajang Salurkan Bantuan untuk Warga Tempursari Terdampak Bencana

LUMAJANG — Sebagai wujud solidaritas dan kepedulian sosial, jajaran kader PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang ...
KABAR CABANG

Dari Buku ke Layar Lebar, PDI Perjuangan Jember Bangun Tradisi Pendidikan Politik

JEMBER – Pendidikan politik tidak harus berlangsung di ruang seminar atau melalui pidato politik. DPC PDI ...