Senin
21 September 2026 | 8 : 54

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kunjungi Industri Batik Kinnara Kinnari, Bupati Ipuk Dukung Perbedayaan Ekonomi Perempuan

PDIP-Jatim-Bupati-Ipuk-26062024

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mendukung pemberdayaan ekonomi khususnya kaum perempuan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Ipuk ketika mengunjungi industri batik Kinnara Kinnari yang diproduksi oleh ibu-ibu Buddhis yang tergabung dalam kelompok Panca Vihara di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Selasa (25/6/2024).

Bupati Ipuk mengapresiasi kelompok perempuan Buddhis tersebut, karena selain sebagai dharma mereka, usaha batik Buddhis juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi kaum perempuan.

“Ini salah satu upaya peningkatan kemandirian ekonomi. Ibu-ibu rumah tangga diberdayakan menjadi perajin batik sehingga memiliki penghasilan untuk menambah pendapatan keluarganya,” ujar Bupati Ipuk.

Dalam pertemuan tersebut, politisi PDI Perjuangan itu menghadiahi surat rekomendasi untuk memfasilitasi pengurusan hak kekayaan intelektual (HKI) produk batik Kinnara Kinnari agar memperoleh perlindungan secara hukum atas karya mereka.

“HKI penting agar produk yang kita buat tidak diakui oleh pihak lain. Dengan HKI, daya saing dan jangkauan pasar juga lebih meningkat,” tuturnya.

Untuk diketahui, batik Kinnara Kinnari mengusung motif filosofi ajaran Buddha. Seperti corak roda Dhamma, daun Bodhi, Teratai, dan sebagainya.

“Awalnya kami mendapatkan pelatihan membatik di Vihara tempat kami melakukan pujadharma. Dari sana, kami tercetus ingin membuat usaha batik bersama,” terang salah satu penggagas Batik Kinnara Kinnari, Indah Yuswaningtyas.

Indah berharap eksistensi batik Kinnara Kinnari dapat membawa berkah dan kebaikan bagi semuanya. Sejak berdiri, mereka konsisten mengangkat corak-corak Buddhis dalam karyanya. Menurut mereka, ini adalah cara untuk terlibat dalam menghidupkan ajaran Buddha.

Berjalan tiga tahun, kelompok ini telah memproduksi sedikitnya 25 corak yang mengkombinasikan batik tradisional Banyuwangi dengan motif Buddhis. Batik produksi mereka telah merambah ke pasar nasional, melalui penjualan online. Per lembar kain batik dibanderol dengan harga Rp. 135-150 ribu.

“Jika ditotal sudah ribuan yang terjual. Vihara-vihara dari seluruh Indonesia sudah pernah memesan batik Buddhis kami,” ungkap Indah. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Puan: Capaian Asian Games Harus Jadi Dasar Penguatan Pembinaan Olahraga Berkelanjutan

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong agar setiap capaian kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Kabupaten Madiun Minta Kewenangan dan Anggaran Desa Diperjelas

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Madiun meminta Raperda Desa yang sedang dibahas benar-benar ...
LEGISLATIF

Novita Dorong Trenggalek Siap Jadi Rumah Jaranan Dunia

TRENGGALEK — Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Novita Hardini mendorong Kabupaten Trenggalek ...
LEGISLATIF

Anas Karno Dukung Pemberdayaan Gen Z Berbasis Kampung, Pendampingan Harus Intensif

SURABAYA — Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno mendukung penuh program pemberdayaan Generasi Z (Gen ...
SEMENTARA ITU...

KONI Trenggalek Buka Jalur Mini Soccer ke Porprov 2027, Doding: Saatnya Cari Pemain Andal

KONI Trenggalek membuka peluang mini soccer menjadi sumber talenta Porprov Jatim 2027. Doding Rahmadi mendorong ...
EKSEKUTIF

Pramono ke Mayors Summit 2026, Dorong Kerja Sama Jakarta-New York di Sejumlah Sektor

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bertolak ke New York, Amerika Serikat, untuk menghadiri Urban 20 (U20) ...