Jumat
03 Juli 2026 | 2 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Untari Sarankan Penguatan Dua Faktor Ini untuk Menjaga Kesehatan Mental Kaum Milenial

PDIP-Jatim-Sri-Untari-10082022

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, mengaku prihatin atas maraknya kasus bunuh diri yang dilakukan oleh kaum milenial. Menurutnya, faktor utama yang mempengaruhi para milenial mengambil jalan pintas ini adalah lingkungan pergaulan dan kondisi keluarga.

“Jadi, kalau saya melihat fenomena ini, yang pertama, saya sangat prihatin bahwa anak-anak SMP cekak (pendek) pikirannya, sehingga putusan akhirnya selalu bunuh diri,” ujar Untari di Surabaya, Senin (6/11/2023).

Menurut Untari, ada dua faktor yang menentukan tumbuh-kembang kepribadian seseorang. Yang pertama faktor spritualitas, dan yang kedua faktor pendidikan.

“Maka yang harus dilakukan orang tua adalah memberikan spiritnya berupa spiritualitas, agama apapun, dekatkan diri dengan Tuhan,” jelasnya.

“Yang kedua pendidikan dari orang tua. Orang tua juga harus punya bekal untuk mendidik anak-anak, dengan memberikan perhatian dan kasih sayang, contoh yang baik. Orang tua juga harus bisa mendengarkan anaknya bicara, menjadi teman curhat, sehingga anak-anak pada masa labil seperti ini, tidak merasa sendirian. Ada orang-orang yang masih menyayangi dan membutuhkan dirinya,” lanjutnya.

Untari juga mengingatkan peran penting guru bagi siswa. Menurutnya, seorang guru tidak hanya jadi pengajar siswanya di kelas. Akan tetapi juga diharapkan jadi teman, orang tua, sekaligus pengayom bagi siswanya.

“Peran guru juga sangat penting, karena sebagian besar waktu anak-anak itu berada di sekolah. Jadi seorang guru juga harus bisa menjadi teman bagi anak didiknya. Kalau anak-anak ini merasa aman, nyaman, bahagia dan merasakan kasih sayang orang-orang yang berada di dekatnya, dia tidak akan merasakan bahwa menghadapi suatu masalah itu berat,” tuturnya.

Ketua Umum Dekopin itu juga mengibaratkan generasi seusianya sebagai generasi tunas kelapa. Karena, terangnya, buah kelapa kalau jatuh tidak akan pecah.

“Saya sebut anak zaman saya itu anak-anak zaman tunas kelapa, sangat kuat. Jadi, buah kelapa itu jatuh dari ketinggian 20 meter, dia tidak akan pecah. Kenapa? Karena dia tebal, penuh dengan perlindungan,” terangnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Ipuk Ajak Seluruh Stakeholder Perkuat Kolaborasi Layanan Kesehatan

BANYUWANGI – Di tengah tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah, pemangku kesehatan daerah diharapkan bisa ...
KRONIK

Kejurprov Voli Pantai U-17 2026 di Sumenep, Saatnya Atlet Muda Tunjukkan Kemampuan Terbaik

SUMENEP – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Voli Pantai U-17 2026 di Kabupaten Sumenep, sebagai momentum strategi ...
LEGISLATIF

Ketua Komisi E DPRD Jatim Dorong Percepatan Renovasi GOR Velodrome Malang

Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno mendorong percepatan renovasi GOR Velodrome Malang serta ...
PEMILU

Sinung Sudrajad: Pilkada Langsung Perkuat Legitimasi Pemerintahan Daerah

PDI Perjuangan Bondowoso menilai pilkada langsung memperkuat legitimasi pemerintahan daerah karena kepala daerah ...
LEGISLATIF

Novita Minta Pembangunan KEK Pariwisata Tak Hanya Kejar Investasi, Hak Masyarakat Harus Dilindungi

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta pemerintah memperbaiki tata kelola KEK Pariwisata agar tidak hanya ...
LEGISLATIF

Jaga Stabilitas Harga di Tingkat Peternak, DPRD Jatim Siapkan Perda Tata Niaga Telur

Komisi B DPRD Jatim menyiapkan Perda Tata Niaga Telur untuk menjaga stabilitas harga di tingkat peternak sekaligus ...