Sri Untari dorong koperasi difabel Kodifa Jawara sebagai penguat ekonomi inklusif dan akses pasar bagi penyandang disabilitas di Jawa Timur.
SURABAYA — Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno menegaskan penyandang disabilitas di Jawa Timur memiliki potensi profesional yang luas dan harus didukung melalui penguatan ekonomi berbasis koperasi.
Hal itu dia sampaikan menyusul terbentuknya Koperasi Pemasaran Difabel Jawara Sejahtera Bersama (Kodifa Jawara), yang dirancang sebagai wadah pemasaran produk dan jasa penyandang disabilitas.
“Mereka itu punya kemampuan luar biasa. Ada pengacara, penulis buku, bahkan yang sedang menempuh pendidikan S3. Kekurangan fisik bukan penghambat,” kata Untari di Surabaya, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, keberadaan Kodifa Jawara menjadi langkah strategis dalam mengonsolidasikan potensi difabel agar memiliki daya saing, baik di pasar digital maupun konvensional.
Politisi PDI Perjuangan ini menilai, pendekatan pemberdayaan disabilitas kini harus dilakukan secara integratif dengan melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dorong ‘Salam Inklusi’ dan Pasar Pasti
Untari juga menggagas gerakan “Salam Inklusi” sebagai bentuk dukungan konkret. Salah satunya dengan mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim untuk menggunakan produk karya difabel secara rutin.
“Minimal sebulan sekali menggunakan batik karya teman-teman disabilitas. Ini bentuk dukungan sekaligus tanggung jawab moral kita,” jelasnya.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan captive market atau pasar pasti, terutama pada tahap awal pengembangan koperasi.
Data Disabilitas Perlu Disinkronkan
Di sisi lain, Untari menyoroti pentingnya validasi data disabilitas yang saat ini masih menunjukkan perbedaan signifikan antara data Koalisi Difabel dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurutnya, sinkronisasi data menjadi kunci agar program pemberdayaan dan perlindungan ekonomi tepat sasaran.
Penguatan Manajemen dan Digitalisasi
Untuk memastikan keberlanjutan koperasi, Untari memastikan akan menurunkan tim ahli dari Koperasi Setia Budi Wanita guna memperkuat tata kelola keuangan serta pemasaran digital.
“Ini wadah ekonomi bagi mereka. Kita fasilitasi agar bisa tumbuh dan berkembang sesuai potensi yang dimiliki,” tegasnya.
Melalui langkah ini, diharapkan penyandang disabilitas tidak hanya berdaya secara sosial, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










