Sabtu
19 September 2026 | 6 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Agatha Ajak Generasi Muda Jaga Jejak Sejarah dan Budaya Kota Surabaya

PDIP-Jatim-Agatha-Retnosari-16102023

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Agatha Retnosari, bekerjasama dengan Pemuda Peduli Surabaya menggelar workshop dengan tajuk “Surabaya Urban Heritage” di Aria Hotel Surabaya, Minggu (15/10/2023).

Menurut Agatha, kegiatan workshop tersebut merupakan upaya pihaknya untuk menambah wawasan kesejarahan bagi generasi muda, terutama tentang kekayaan heritage dan culture Kota Surabaya.

“Jas merah adalah pesan Presiden Pertama Indonesia, Sukarno, yang tidak boleh dilupakan termasuk jejak Sukarno di Surabaya,” ujar Agatha.

Agatha mencontohkan rumah lahir Bung Karno di Pandean IV dan rumah HOS Tjokroaminoto di Peneleh VII yang menjadi jejak Sukarno di lingkungan Peneleh Surabaya adalah bagian dari heroic urban landscape (HUL). Peneleh memang sebuah kawasan cagar budaya yang sangat berpotensi sebagai daerah tujuan wisata di Kota Surabaya.

Di kawasan ini tidak hanya terdapat dua objek wisata sejarah, akan tetapi masih ada objek-objek lain sebagai penunjang kawasan bersejarah, seperti Makam Eropa Peneleh, sumur Jobong, Masjid Jamik Peneleh, dan Jembatan Peneleh.

“Sukarno pernah berada di kawasan itu, mulai dia lahir dan ngekos di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto,” jelasnya.

Anggota Komisi B DPRD Jatim itu juga mengajak peserta untuk lebih mengenal Surabaya sebagai kota bersejarah, terutama sejarah yang berkaitan dengan jejak riwayat dan gagasan Trisakti Sukarno.

Menurutnya, salah satu konsep Trisakti Sukarno, berkepribadian dalam kebudayaan, merupakan amanat bagi dirinya dan generasi muda untuk melestarikan sejarah dan kebudayaan yang ada.

“Sejarah dan budaya menjadi identitas yang melekat, sehingga sudah selayaknya kita semua mempertahankan kenangan terhadap segala hal yang pernah terjadi di Kota Surabaya,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Nanang Purwono, ahli sejarah Kota Surabaya, yang menjadi narasumber pada workshop tersebut, mengatakan, jika sejarah yang saat ini diamati di Surabaya kebanyakan adalah bangunan kolonial peninggalan Eropa.

“Padahal Surabaya mempunyai banyak hal yang klasik, yang sangat Nusantara,” ujar Nanang.

Nanang menjelaskan, Kampung Peneleh merupakan salah satu contoh lokasi wisata yang menyimpan banyak sekali sejarah. Banyak tokoh penting yang lahir dan hidup di sana dulunya. Sungai Kalimas sebagai salah satu penghubung dan urat nadi kehidupan orang Surabaya zaman dahulu, juga menjadi salah satu saksi sejarah.

“Kekuatan wisata di Surabaya itu sejarah dan arsitektural,” tuturnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mangga Podang Lereng Wilis Raih Sertifikat IG, Pemkab Kediri Perkuat Peremajaan dan Kualitas

Pemkab Kediri memperkuat peremajaan dan edukasi petani untuk menjaga populasi serta kualitas mangga podang Lereng ...
KABAR CABANG

2 Bulan Sumur Warga Wonocolo Bojonegoro Mengering, Lasmiran Kirim Air Bersih

BOJONEGORO – Krisis air bersih melanda warga Desa Hargomulyo dan Wonocolo Kecamatan Kedewan, Bojonegoro. Kader PDI ...
LEGISLATIF

Darmadi Apresiasi Warung Kopi Perda, Buka Ruang Aspirasi Warga Lebih Dekat

MALANG – Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi mengapresiasi hadirnya Warung Kopi Perda sebagai ruang baru untuk ...
KRONIK

Konsolidasi Internal di Situbondo, Bahas Karhutla hingga Kekeringan

SITUBONDO – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang kerap terjadi di musim kemarau, ...
EKSEKUTIF

Lindungi Peternak Blitar, Rijanto Gandeng Pemkab Sumenep

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menggandeng Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk membuka peluang penguatan pasokan dan ...
LEGISLATIF

Novita Minta Uji Kesiapan Teknis Sebelum Ekspor Satu Pintu Diterapkan

SEMARANG – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menekankan pentingnya uji kesiapan teknis dan operasional ...