Sabtu
29 Agustus 2026 | 5 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

1,48 Juta Peserta BPJS PBI Nonaktif di Jatim Tetap Bisa Dilayani, Ini Skemanya

pdip jatim 250904 sub

SURABAYA – Komisi E DPRD Jawa Timur menyiapkan skema percepatan reaktivasi bagi 1,48 juta peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dinonaktifkan per 31 Januari 2026. Salah satu langkah yang disiapkan yakni penggunaan anggaran Bantuan Kesehatan Masyarakat Miskin (Beakesmaskin) sebagai dana talangan apabila proses reaktivasi mengalami kendala.

Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno, mengatakan peserta BPJS PBI yang dinonaktifkan masih dapat mengajukan reaktivasi dengan sejumlah persyaratan tertentu.

“Syarat reaktivasi di antaranya peserta menderita penyakit katastropik atau membutuhkan pelayanan kesehatan berkelanjutan. Untuk daerah dengan capaian Universal Health Coverage (UHC) yang belum maksimal, peserta dapat mengajukan permohonan melalui surat keterangan dari rumah sakit,” papar Untari di Surabaya, Kamis (19/2/2026).

Surat keterangan tersebut selanjutnya diserahkan kepada Dinas Sosial untuk diunggah ke Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) sebagai dasar pengaktifan kembali kepesertaan BPJS.

“Setelah data diunggah ke Pusdatin, BPJS dapat segera mengaktifkan kembali kepesertaan. BPJS Jatim menyampaikan prosesnya ditargetkan selesai dalam waktu 24 jam,” katanya.

Komisi E DPRD Jatim juga menyiapkan skema talangan melalui anggaran Beakesmaskin apabila reaktivasi belum dapat dilakukan secara cepat. Hingga saat ini, serapan anggaran Beakesmaskin disebut masih rendah, yakni sekitar 0,5 persen dari total alokasi Rp25 miliar.

Penasihat Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini memastikan masyarakat tidak perlu khawatir tetap mendapatkan layanan kesehatan, terutama bagi pasien dengan penyakit katastropik maupun yang membutuhkan perawatan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, penonaktifan 1,48 juta peserta BPJS PBI di Jawa Timur mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Secara nasional, jumlah peserta yang dinonaktifkan mencapai sekitar 15 juta jiwa.

Meski demikian, jumlah peserta PBI Jaminan Kesehatan di Jawa Timur per 1 Februari 2026 justru meningkat sekitar 48 ribu peserta. Sebanyak 742 ribu penerima bantuan daerah dialihkan menjadi peserta PBI pemerintah pusat, sementara 772 ribu peserta BPJS mandiri kelas III yang tidak lagi mampu membayar dialihkan menjadi peserta yang iurannya ditanggung pemerintah daerah.

“Skemanya bersifat berbagi pembiayaan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” jelasnya.

Komisi E DPRD Jatim juga meminta 13 kabupaten/kota dengan capaian UHC belum optimal segera melakukan koordinasi antara BPJS Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan guna mempercepat proses reaktivasi kepesertaan.

Menurut Untari, masih banyak masyarakat yang belum memahami mekanisme reaktivasi BPJS PBI, sebagaimana terungkap dalam aspirasi warga saat kegiatan reses anggota DPRD Jatim. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Warga Gresik Kirim Bantuan Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT

GRESIK – Kepedulian Kabupaten Gresik terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) diwujudkan dengan ...
KRONIK

Sunyoto Gelar Reses di Badegan, Warga Usul Infrastruktur Jalan dan Talud Jadi Prioritas Utama

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Sunyoto, menggelar reses di kediamannya, Desa ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Pastikan Pilkades Jember 2027 Gratis bagi Calon

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember memastikan calon kepala desa tidak dibebani biaya dalam Pemilihan Kepala ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan–PAN Minta Belanja Daerah Surabaya Harus Beri Manfaat Nyata

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan–PAN DPRD Kota Surabaya mendorong peningkatan kualitas belanja daerah dalam ...
KRONIK

Secangkir Kopi, Ketela Rebus, dan Malam Panjang di Tengah Muktamar NU

JOMBANG – Selepas waktu Isya, seorang pria paruh baya berjalan perlahan menuju sebuah tenda sederhana di sekitar ...
EKSEKUTIF

Jelang Hari Jadi ke-832, Mas Ipin Jadikan Jalan Mulus Kado untuk Warga Trenggalek

TRENGGALEK – Menjelang Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek, Bupati M. Nur Arifin menunjukkan komitmen melanjutkan ...