Minggu
04 Oktober 2026 | 5 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma-Whisnu Berdayakan Kampung Bung Karno

pdip jatim - whisnu di kampoeng ilmu02

pdip jatim - whisnu di kampoeng ilmu02SURABAYA – Kampung Pandean, di kawasan Peneleh, Kota Surabaya, mendapat perhatian khusus pasangan Cawali-cawawali Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana, terkait upaya pelestarian budaya dan tempat bersejarah.

Pasalnya, selain masih menyisakan rumah-rumah kuno, di Kampung Pandean inilah salah satu founding father RI, yakni Ir Sukarno, dilahirkan. Tepatnya, di sebuah rumah sederhana di Pandean gang IV no 40.

Saat Risma-Whisnu masih menjabat Wali Kota-Wakil Wali Kota Surabaya, pada 2013 lalu pemerintah kota menetapkan rumah bercat putih yang sudah kusam itu sebagai bangunan cagar budaya.

Di atas pintu rumah itu pun sudah terpasang plakat berwarna kuning keemasan bertuliskan “Rumah Kelahiran Bung Karno”, dan diberi logo Pemkot Surabaya.

Agar bisa merawat, Pemkot Surabaya siap membeli rumah tersebut, yang nantinya disinergikan dengan lingkungan sekitarnya sebagai pusat ekonomi kreatif dan studi sejarah. Namun prosesnya berjalan alot, dan sampai sekarang pemkot belum bisa membeli rumah tersebut.

“Kita tetap berusaha untuk bisa membeli rumah bersejarah itu. Saya minta agar anggota Fraksi PDIP di DPRD Surabaya bisa mengawal all-out urusan tersebut,” kata Whisnu, di sela kunjungan ke redaksi JTV, dan Harian Surya, Selasa (10/11/2015).

Sejatinya, tambah Whisnu, niat Pemkot Surabaya membeli rumah kelahiran Bung Karno itu sudah baik. Sebab, selain menjadi ikon sejarah, di lokasi ini sedianya dimanfaatkan sebagai pusat studi bagi anak-anak muda Surabaya.

Mas WS, sapaan Whisnu Sakti Buana, mengakui jika proses pembebasan rumah kelahiran Bung Karno masih alot. Sebab, jelas dia, pemilik rumah dinilai memanfaatkan momentum bangunan sejarah rumah itu untuk minta harga tinggi.

“Terakhir minta Rp 5 miliar. Daripada begitu, lebih baik dananya dimanfaatkan untuk membebaskan rumah-rumah sekitarnya sebagai tempat belajar dan ekonomi kreatif,” ujar pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini.

Dengan membebaskan rumah sekitar rumah kelahiran Bung Karno, pemkot akan mendirikan perpustakaan, lokasi belajar, tempat diskusi, dan berkreasi di bidang seni. “Ketika terealisasi dan sudah dimanfaatkan, kita optimis akan ramai. Dan kita berharap yang punya rumah tempat lahirnya Bung Karno bisa sadar,” harap Whisnu.

Oleh karena itu, pihaknya juga berharap warga di Kampung Pandean memahami niat baik pemkot. “Kita bicara tidak untuk sekarang manfaatnya. Melainkan untuk jangka panjang sebagai warisan generasi penerus,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Komisi E DPRD Jatim Studi Banding ke Jateng, Gali Tata Kelola Keolahragaan dan Kepemudaan

SURABAYA – Komisi E DPRD Jawa Timur melakukan studi banding ke Jawa Tengah untuk menggali tata kelola dan ...
KRONIK

Kebakaran Berulang di Magetan, Diana Sasa Minta Polisi Telusuri Dugaan Kesengajaan

MAGETAN – Kebakaran hutan dan lahan yang berulang di Kabupaten Magetan mendapat sorotan DPC PDI Perjuangan Magetan. ...
KRONIK

Pastikan Pelyanan Air Bersih Optimal, Bupati Lukman Bersepeda Tinjau Pompa PDAM di Tragah

BANGKALAN – Bupati Bangkalan melakukan aktivitas bersepeda pada Sabtu (3/10/2026) untuk melihat secara langsung ...
LEGISLATIF

Sukadar: Dana Kelurahan Surabaya Harus Proporsional, Jangan Disamaratakan

SURABAYA – Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Sukadar menilai pembagian dana kelurahan (Dakel) perlu dilakukan ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Terima Kunjungan Bawaslu, Pastikan Pemutakhiran Data SIPOL Tertib Administrasi

TUBAN – DPC PDI Perjuangan Tuban menerima kedatangan sejumlah komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) ...
KRONIK

Urai Kemacetan Ketapang-Gilimanuk, ASDP dan Pemkab Banyuwangi Geber Peningkatan Kapasitas Dermaga

BANYUWANGI – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar pertemuan ...