Minggu
04 Oktober 2026 | 7 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma-Whisnu Berdayakan Kampung Bung Karno

pdip jatim - whisnu di kampoeng ilmu02

pdip jatim - whisnu di kampoeng ilmu02SURABAYA – Kampung Pandean, di kawasan Peneleh, Kota Surabaya, mendapat perhatian khusus pasangan Cawali-cawawali Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana, terkait upaya pelestarian budaya dan tempat bersejarah.

Pasalnya, selain masih menyisakan rumah-rumah kuno, di Kampung Pandean inilah salah satu founding father RI, yakni Ir Sukarno, dilahirkan. Tepatnya, di sebuah rumah sederhana di Pandean gang IV no 40.

Saat Risma-Whisnu masih menjabat Wali Kota-Wakil Wali Kota Surabaya, pada 2013 lalu pemerintah kota menetapkan rumah bercat putih yang sudah kusam itu sebagai bangunan cagar budaya.

Di atas pintu rumah itu pun sudah terpasang plakat berwarna kuning keemasan bertuliskan “Rumah Kelahiran Bung Karno”, dan diberi logo Pemkot Surabaya.

Agar bisa merawat, Pemkot Surabaya siap membeli rumah tersebut, yang nantinya disinergikan dengan lingkungan sekitarnya sebagai pusat ekonomi kreatif dan studi sejarah. Namun prosesnya berjalan alot, dan sampai sekarang pemkot belum bisa membeli rumah tersebut.

“Kita tetap berusaha untuk bisa membeli rumah bersejarah itu. Saya minta agar anggota Fraksi PDIP di DPRD Surabaya bisa mengawal all-out urusan tersebut,” kata Whisnu, di sela kunjungan ke redaksi JTV, dan Harian Surya, Selasa (10/11/2015).

Sejatinya, tambah Whisnu, niat Pemkot Surabaya membeli rumah kelahiran Bung Karno itu sudah baik. Sebab, selain menjadi ikon sejarah, di lokasi ini sedianya dimanfaatkan sebagai pusat studi bagi anak-anak muda Surabaya.

Mas WS, sapaan Whisnu Sakti Buana, mengakui jika proses pembebasan rumah kelahiran Bung Karno masih alot. Sebab, jelas dia, pemilik rumah dinilai memanfaatkan momentum bangunan sejarah rumah itu untuk minta harga tinggi.

“Terakhir minta Rp 5 miliar. Daripada begitu, lebih baik dananya dimanfaatkan untuk membebaskan rumah-rumah sekitarnya sebagai tempat belajar dan ekonomi kreatif,” ujar pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini.

Dengan membebaskan rumah sekitar rumah kelahiran Bung Karno, pemkot akan mendirikan perpustakaan, lokasi belajar, tempat diskusi, dan berkreasi di bidang seni. “Ketika terealisasi dan sudah dimanfaatkan, kita optimis akan ramai. Dan kita berharap yang punya rumah tempat lahirnya Bung Karno bisa sadar,” harap Whisnu.

Oleh karena itu, pihaknya juga berharap warga di Kampung Pandean memahami niat baik pemkot. “Kita bicara tidak untuk sekarang manfaatnya. Melainkan untuk jangka panjang sebagai warisan generasi penerus,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Peduli Masyarakat Terdampak Kekeringan, PDI Perjuangan Sampang Distribusikan Air Bersih dan Gelar Salat Istisqa

SAMPANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Sampang turun langsung mendistribusikan air bersih kepada ...
LEGISLATIF

Ony Setiawan Dorong BUMDes dan Koperasi Tani Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan di Tuban

SURABAYA – Pengentasan kemiskinan di wilayah pedesaan Kabupaten Tuban dinilai perlu diarahkan pada penguatan ...
RUANG MERAH

APBN 2027: agar Setiap Rupiah Semakin Bermakna bagi Rakyat

Oleh MH Said Abdullah ANGGARAN Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan sekadar kumpulan angka. Di balik Rp ...
KRONIK

Sinergi Ribuan Gerak, Latihan Gabungan Perdana Gandrung Sewu 2026 Berjalan Mulus

BANYUWANGI – Jelang pelaksanaan Gandrung Sewu 2026, ribuan penari mulai mematangkan persiapan melalui latihan ...
LEGISLATIF

Piutang Pajak Batu Rp24,4 M, Asmadi Minta Eksekutif dan Legislatif Duduk Bersama

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu Asmadi mendukung komitmen Wali Kota Batu Nurochman menuntaskan tunggakan ...
HEADLINE

DPD PDI Perjuangan Jatim Manfaatkan “Kecerdasan Buatan” Modernisasi Sekolah Partai

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mulai menguji coba materi pembekalan Sekolah Partai berbasis teknologi ...