Jumat
20 Februari 2026 | 8 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Umumkan Sebagai Partai Pemerintah Saat Rakernas

pdip jatim - nursyiwan dpp

pdip jatim - nursyiwan dppSIDOARJO – PDI Perjuangan segera menyatakan diri sebagai partai pemerintah, menyusul kemenangan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Penegasan sebagai partai pemerintah itu akan disampaikan dalam Rakernas PDI Perjuangan di Semarang, Jawa Tengah, yang akan berlangsung 19-21 September depan.

“Setelah menjadi partai pemenang dalam pemilu legislatif dan berhasil mendudukkan kadernya, Joko Widodo, sebagai presiden terpilih 2014-2019, PDI Perjuangan akan menegaskan posisi sebagai partai pemerintah,” kata Ketua DPP PDI Perjuangan Nusyirwan Sujono saat dijumpai infokomnews di Hotel Utami Sidoarjo, Senin (15/9/2014).

Dia mengingatkan kader PDI Perjuangan yang terpilih sebagai anggota dewan, bahwa di balik posisi sebagai partai pemerintah, itu ada kewajiban yang mengikuti. Di antaranya adalah pelaksanaan sinergi 3 pilar: eksekutif, legislatif, partai. “Ketika menjadi partai pemerintah maka petugas partai di DPR atau DPRD, kepala daerah, dan pengurus partai di semua level mesti paham apa yang harus dikerjakan agar kebijakan dari pusat bisa sinkron dan teraplikasi di bawah,” kata Nusirwan.

Bila terjadi dinamika perbedaan pandangan antara eksekutif dengan legislatif, jelasnya, anggota Fraksi PDI Perjuangan sebagai petugas partai harus mengimbangi dengan melihat kembali apa yang sebenarnya diinginkan rakyat.

“Ini tuntutan ideologi bagi PDI Perjuangan. Sebagaimana ada dalam Tri Sakti Bung Karno. Berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Karena kalau kita mau memahami, sebenarnya keinginan rakyat itu cukup sederhana,” urainya.

Anggota DPRD misalnya, lanjut dia, bisa melakukan kerja dengan fokus pada komisi masing-masing dan berupaya penuh menyelaraskan dengan kebijakan yang dibuat pemerintah pusat. Keterbatasan pembiayaan di daerah harus diarahkan pada hal-hal yang fokus memang dibutuhkan rakyat. MIsalnya untuk kota itu isunya banjir, ketersediaan air minum, sampah, transportasi, lingkungan, dan infrastruktur dasar.

Untuk itu, kata dia lagi, maka para anggota dewan harus menguasai persoalan di daerahnya agar bisa mengetahui penyebabnya, kemudian mencari solusinya. “Selain itu, anggota dewan harus menjalankan fungsi pengawasannya sehingga program pemerintah terpantau betul aplikasinya di bawah,” ujar dia.

“Jangan sampai peraturan daerah hanya dibahas saat pembahasan perda tapi pengawasannya tidak dilakukan,” tegasnya. (sa)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

BPJS Nonaktif, DPRD Jatim Ingatkan Risiko Warga Jatuh Miskin

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Yordan M. Batara-Goa, mengingatkan pemerintah agar ...
KABAR CABANG

DPC Kabupaten Pasuruan Safari Ramadan ke Sejumlah Kiai dan Ulama

KABUPATEN PASURUAN – Memasuki awal bulan Ramadan, jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan melakukan ...
KABAR CABANG

DPC PDIP Kota Madiun Rekrut Konten Kreator, Sasar Generasi Muda Melek Digital

MADIUN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Madiun resmi membuka rekrutmen konten kreator untuk ...
BERITA TERKINI

Ramadan Tetap Ramai Tanpa Macet, Pasar Takjil Mulyorejo dan Rungkut Ditata Ulang

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan, memediasi persoalan penyelenggaraan pasar ...
KRONIK

Soal Wacana Revisi UU KPK, Said Abdullah: UU Tak Boleh Diubah Sesuai Selera Kekuasaan

JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menegaskan bahwa perubahan undang-undang (UU), termasuk UU Komisi ...
EKSEKUTIF

Bupati Blitar Harap Pondok Ramadan Janda Lansia di Talun Jadi Inspirasi Daerah Lain

BLITAR – Program Pondok Ramadan Janda Lansia (lanjut usia) yang digelar di Masjid Al-Falah Jengglong, Kecamatan ...