Selasa
10 Maret 2026 | 4 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Saat Tiga Wali Kota Surabaya Antar Adi Sutarwijono ke Peristirahatan Terakhir

pdip-portal-1770897336834

SURABAYA — Langit Keputih tampak sendu saat jenazah Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono perlahan diturunkan ke liang lahat, Kamis (12/2/2026).

Di antara ratusan pelayat yang hadir, tampak tiga wali kota Surabaya dari lintas generasi berdiri dalam satu barisan, memberi penghormatan terakhir bagi sosok yang akrab disapa Awi itu.

Wali Kota Surabaya periode 2002–2010 Bambang Dwi Hartono, Wali Kota Surabaya periode 2010–2020 Tri Rismaharini, dan Wali Kota Surabaya saat ini Eri Cahyadi hadir bersama keluarga, kader partai, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Baca juga: Wali Kota Eri Pimpin Penghormatan Terakhir Adi Sutarwijono di Gedung DPRD

Kehadiran ketiga kader PDI Perjuangan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih itu menghadirkan suasana yang bukan sekadar formal, tetapi penuh makna kebersamaan.

Tak banyak kata terucap. Sesekali mereka saling menyapa, lalu kembali menunduk khidmat mengikuti doa.

Momen itu seolah menjadi gambaran bahwa pengabdian untuk Surabaya melampaui sekat waktu dan periode kepemimpinan.

Tri Rismaharini mengenang almarhum sebagai pribadi yang sabar dan selalu siap membantu.

“Pak Awi itu sabar dan telaten. Sampai jam berapapun, sekalipun malam, kita butuh beliau, beliau pasti ada,” ujarnya pelan.

Baginya, almarhum bukan tipe yang menonjolkan diri. Ia bekerja dalam diam, konsisten menjalankan tanggung jawabnya.

Hal serupa disampaikan Bambang Dwi Hartono. Ia menyebut Adi Sutarwijono sebagai kader sederhana yang tidak pernah mencari sensasi.

“Beliau itu ora neko-neko, bersahaja, tidak suka ngerasani orang lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Eri Cahyadi mengajak semua pihak menjaga semangat kebersamaan yang selama ini dibangun almarhum.

“Semoga kita bisa melanjutkan apa yang sudah beliau perjuangkan untuk Surabaya,” katanya.

Di tengah doa yang dipanjatkan bersama, kehadiran tiga wali kota itu menjadi simbol penghormatan lintas generasi.

Sosok Adi Sutarwijono dikenang bukan hanya sebagai pimpinan legislatif, tetapi sebagai figur yang mampu merangkul dan menjaga harmoni di tengah dinamika politik kota.

Prosesi pemakaman berlangsung tertib dan penuh haru. Satu per satu pelayat menaburkan bunga, sebelum akhirnya perlahan meninggalkan lokasi dengan kenangan masing-masing.

Kepergian Adi Sutarwijono meninggalkan duka mendalam. Namun pada hari itu, Surabaya menunjukkan wajah persaudaraan—di mana pengabdian dan ketulusan dikenang bersama, melampaui jabatan dan waktu. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Seleksi Terbuka Banteng Jatim FC U-17 di Bangkalan, Bupati Lukman: Panggung Emas untuk Atlet Muda

BANGKALAN – Kabupaten Bangkalan bersiap menjadi pusat perhatian talenta muda sepakbola di Pulau Madura. DPD PDI ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Dorong Pengembangan Wisata Blitar, Sertifikasi Pelaku Wisata Jadi Kunci

BLITAR – Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Blitar dinilai perlu terus dioptimalkan agar mampu memberikan ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Tindaklanjuti Laporan Makanan Bermasalah dalam Program MBG

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita memastikan pihaknya akan menindaklanjuti temuan ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi: Wisata Kota Harus Berdampak Ekonomi bagi UMKM dan Warga

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mendorong pengembangan destinasi wisata yang tidak hanya menarik ...
KRONIK

Bukber Tanpa Sekat di Pendopo Nganjuk, Ribuan Warga Duduk Bersila Bersama Bupati

NGANJUK – Menjelang senja di bulan Ramadan, Pendopo KRT Sosro Koesoemo Nganjuk tampak berbeda dari biasanya. Jika ...
LEGISLATIF

Sosialisasikan Perda Kehutanan, Erma Susanti Tekankan Manfaat bagi Warga Sekitar Hutan

BLITAR – Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Kehutanan Jawa Timur 2025 diharapkan dapat memperkuat ...