BLITAR – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Yudi Meira, menyambut langsung kedatangan rombongan kader Banteng dari Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, yang melaksanakan ziarah kebangsaan ke Makam Bung Karno, Jumat (16/1/2026) malam.
Penyambutan tersebut berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan di kawasan Makam Proklamator Republik Indonesia itu.
Bagi Yudi Meira, kehadiran kader banteng dari wilayah kepulauan yang dikenal sebagai salah satu sentra garam nasional itu memiliki makna tersendiri.
Dia mengaku bangga dapat menerima langsung rombongan yang datang dari seberang lautan dengan semangat ideologis dan kecintaan terhadap ajaran Bung Karno.
“DPC PDI Perjuangan Kota Blitar sangat senang dan bangga dapat menyambut langsung teman-teman banteng dari Pulau Masalembu di Bumi Bung Karno,” ujar Yudi Meira.
Menurutnya, ziarah kebangsaan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang perjumpaan batin antar-kader untuk kembali meneguhkan nilai perjuangan dan keberpihakan pada rakyat kecil.

“Datang dari pulau di tengah samudra untuk berziarah ke Makam Bung Karno menunjukkan bahwa api perjuangan itu menyala sampai ke wilayah terluar. Inilah wajah gotong royong dan solidaritas PDI Perjuangan,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar itu.
Yudi Meira menegaskan, Makam Bung Karno selalu menjadi titik temu ideologis bagi kader banteng dari berbagai daerah.
Dia berharap, semangat yang dibawa rombongan Pulau Masalembu dapat semakin menguatkan komitmen seluruh kader untuk tetap setia pada garis perjuangan partai.
Sementara itu, Ketua rombongan kader Pulau Masalembu, Saiful Islam, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan langsung yang diberikan oleh Yudi Meira dan jajaran kader PDI Perjuangan Kota Blitar.

“Kami datang jauh dari tengah samudra untuk berziarah ke Makam Bung Karno. Disambut langsung oleh Ketua DPC Kota Blitar merupakan kehormatan besar bagi kami,” katanya.
Dia menjelaskan, ziarah ini menjadi perjalanan batin dan spiritual bagi seluruh kader dan simpatisan banteng di Pulau Masalembu, untuk meneguhkan kembali ajaran Bung Karno sebagai pemandu garis politik perjuangan.
“Kami ingin memantapkan tekad untuk terus bergotong royong, saling membantu, dan menjadi kawan sejati bagi kaum marhaen, seperti yang diajarkan Bung Karno,” pungkasnya.
Momentum ziarah kebangsaan tersebut sekaligus menjadi ruang konsolidasi ideologis, menyatukan tekad kader banteng lintas wilayah agar tetap berpihak kepada rakyat dan setia pada manifesto politik PDI Perjuangan. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










