oleh

Whisnu: Kalau Selesai Dilantik Jangan Terus Tidur

-Milangkori-265 kali dibaca

BANGKALAN– Wakabid Organisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Whisnu Sakti Buana mengatakan Pulau Madura merupakan daerah non-basis PDI Perjuangan, tapi bisa memenangkan dua dari 4 kabupaten di Pulau Garam ini.

“Untuk Madura yang memang dari sejarahnya dan kulturnya saja memang bukan kandang banteng. Bukan basis PDI Perjuangan, tetapi ada sebuah fenomena menarik yang bisa kita lihat itu di Bangkalan dan Sumenep yang notabene di ujung barat dan ujung timur Madura ini justru PDI Perjuangan agak lumayan besar khususnya di Bangkalan,” terang Whisnu seusai Musancab Serentak PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan, Minggu (23/5/2024)

Di Bangkalan, tambah Whisnu, ada lonjakan yang luar biasa khususnya untuk perolehan kursi legislatif. Pada pemilu 2009 Banteng Bangkalan mendapat 2 Kursi, 2014 meningkat menjadi 7 kursi, dan tahun 2019 naik menjadi 8 kursi.

“Sempat Ketua DPC-nya diberikan penghargaan dalam kemenangan non-basis, ini juga dibuktikan di 2019 di Bangkalan ini nambah lagi 1 kursi menjadi 8 kursi. Dan ada satu dapil yang notabene bukan basis PDI Perjuangan, kita justru menang di dapil itu. Di Kota Bangkalan kita bisa dapat 3 kursi, sementara partai yang lain dapat satu kursi,” tegas Whisnu

Mantan Wali Kota Surabaya itu menjelaskan bahwa ini menandakan kerja-kerja partai, kesolidan barisan internal yang dilakukan sebagai modal utama PDI Perjuangan untuk menghadapi pemilu 2024.

“Bahwa kemampuan komunikasi politik dari pengurus cabang, anggota fraksi dan pengurus partai lainnya, selama  ini sudah melakukan komunikasi politik ke bawah itu terus bisa ditingkatkan tidak serta merta. Walaupun bukan basisnya PDI Perjuangan, bukan berarti kita gak bisa menang,” papar Whisnu.

Whisnu juga mengajak semua level pengurus bahkan sampai tingkat ranting dan anak ranting untuk terus melakukan komunikasi-komunikasi politik pada tokoh masyarakat di bawah.

“Kalau selesai dilantik jangan terus tidur, tapi harus turun ke bawah lakukan sosialisasi. Kita punya waktu 3 tahun dan itu bukan waktu yang panjang itu waktu yang singkat untuk sebuah even politik. Nah, kalau itu dikerjakan betul selama 3 tahun, insya Allah Bangkalan bisa maju sendiri di pilkada 2024 karena kursinya sudah cukup untuk mengusung calon sendiri,” terang Whisnu mengakhiri. (arul/set)

Komentar