Jumat
06 November 2026 | 6 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wayangan di Sasana Kridha Mulya: Saat Budaya Menjadi Ruang Temu Politik dan Rakyat

pdip jatim 260202 wayangan mediun 1

MADIUN – Malam di Sasana Kridha Mulya, Desa Babadan Lor, Kecamatan Balerejo, terasa berbeda. Alunan gamelan mengalir pelan, menyatu dengan suara warga yang datang berbondong-bondong, Sabtu (31/1/2026).

Di bawah langit Madiun yang teduh, wayang kulit digelar—bukan sekadar pertunjukan, melainkan ruang perjumpaan.

Di sana, masyarakat duduk berdampingan dengan para wakil rakyat dan kepala daerah. Tidak ada jarak, tidak pula sekat formalitas. Yang hadir hanyalah suasana guyub, saat budaya menjadi bahasa bersama.

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Banyu Biru Djarot, anggota Fraksi PDIP DPRD Jawa Timur Ristu Nugroho, Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, hingga para kepala desa dan tokoh masyarakat larut dalam malam yang sama.

Di balik kelir, kisah wayang berjalan; di depan panggung, kebersamaan tumbuh tanpa dibuat-buat.

Lakon Semar Mbangun Kayangan mengalun pelan, dibawakan dalang Joko Klenteng asal Ngawi. Kisah itu bukan tentang kekuasaan, melainkan tentang menjaga keseimbangan hidup, merawat harmoni, dan membangun nilai dalam diri manusia.

“Wayang itu tuntunan, bukan sekadar tontonan,” ujar Banyu Biru Djarot di sela acara. Menurutnya, wayang menyimpan filosofi kehidupan yang relevan lintas zaman—tentang kemanusiaan, kebijaksanaan, dan kebersamaan.

Malam itu, ribuan warga memadati area pertunjukan. Sebagian duduk di tikar, sebagian berdiri hingga jauh dari panggung. Di sisi lain, pelaku UMKM membuka lapak sederhana—kopi panas, jajanan, dan makanan ringan berpindah tangan, menghangatkan suasana.

“Kalau budaya hidup, rakyat berkumpul, ekonomi bergerak, dan persaudaraan tumbuh,” kata Banyu.

Bagi Ristu Nugroho, pagelaran wayang dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan ini adalah cara sederhana namun bermakna untuk nguri-uri budaya. Di tengah derasnya arus media sosial dan perubahan zaman, wayang tetap menjadi pengingat akan pentingnya gotong royong dan kerukunan.

“Wayang mengajarkan kita agar tidak tercerai-berai. Nilai Pancasila itu sebenarnya hidup di sini, di tengah masyarakat,” tuturnya.

Bupati Madiun Hari Wuryanto pun melihat malam itu sebagai potret sinergi yang diharapkan terus terjaga. Baginya, kebersamaan antara masyarakat dan pemerintah adalah modal penting membangun daerah.

“Kalau kebersamaan terawat, pembangunan akan lebih mudah diarahkan untuk kesejahteraan bersama,” ucapnya.

Hingga larut malam, gamelan terus mengalun, wayang bergerak perlahan, dan warga tetap bertahan di tempat.

Sasana Kridha Mulya menjadi saksi bahwa di tengah hiruk-pikuk dunia modern, budaya masih menemukan ruangnya—menyatukan orang-orang, merawat kebersamaan, dan mengingatkan bahwa harmoni selalu berawal dari akar yang sama. (ahm/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Sound Horeg Picu Pro-Kontra, DPRD Jember Siapkan Jalan Tengah Lewat Perda

JEMBER – Pro-kontra penyelenggaraan sound horeg di Kabupaten Jember mendorong DPRD mencari jalan tengah melalui ...
LEGISLATIF

44 Ribu Anak Tak Sekolah di Jatim, Sri Untari Usulkan Perluasan PJJ

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, mengusulkan perluasan program Pembelajaran Jarak ...
KRONIK

Sukseskan Bulan Bakti KKP, Pemkab Banyuwangi Bersiap Perluas Kampung Nelayan

BANYUWANGI – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar peringatan HUT ke-27 KKP dengan program Bulan Bakti ...
KRONIK

Anggota DPRD Jatim Minta Polisi Ungkap Pelaku Dugaan Kekerasan Terhadap Pelajar Magetan

MAGETAN — Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan, Diana A.V. Sasa, menyampaikan keprihatinan mendalam atas ...
SEMENTARA ITU...

Rijanto Dorong Sinergi Bulog dan Pemerintah Perkuat Peternak Ayam Petelur Blitar

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan pentingnya sinergi pemerintah pusat, daerah, dan Perum Bulog untuk ...
LEGISLATIF

Ipuk Ajak Warga Jaga Surabaya dengan Meneladani Semangat Pendahulu

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri atau yang akrab disapa Kaji Ipuk, mengajak seluruh elemen ...