SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mengenang Ketua DPRD Surabaya, almarhum Dominikus Adi Sutarwijono, sebagai sosok sahabat yang inspiratif, sederhana, dan memiliki visi besar untuk kemajuan ke depan.
Armuji mengaku sangat kehilangan atas kepergian politisi senior PDI Perjuangan tersebut. Baginya, Adi bukan sekadar rekan kerja, melainkan teman seperjuangan yang kerap bersama dalam aktivitas di DPRD maupun di partai.
“Kami sangat kehilangan sosok Mas Adi Sutarwijono. Beliau teman dan sahabat yang selalu bersama kita, baik saat di kantor DPRD maupun di partai,” ujar Armuji, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, almarhum merupakan pribadi yang baik dan inspiratif, dengan visi kuat tentang masa depan. Sikapnya yang sederhana dan egaliter membuatnya memiliki banyak sahabat.
Baca juga: PDIP Jatim Sampaikan Duka Cita Mendalam atas Wafatnya Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono
“Beliau orang yang sangat baik dan inspiratif karena memiliki visi yang bagus ke depan. Kehidupannya sederhana, egaliter, dan itu yang membuat beliau punya banyak teman,” tutur pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu.
Armuji juga mengenang pertemuan terakhirnya dengan Adi sebelum Rakernas I PDI Perjuangan 2026 dan sebelum almarhum menjalani perawatan di rumah sakit. Saat itu, ia sempat mengundang Adi untuk makan bersama dan berbincang cukup lama.
“Terakhir ketemu, saya undang makan. Kita makan berdua dan ngobrol panjang. Itu pertemuan terakhir saya dengan beliau,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sempat ikut menjemput almarhum di Bandara Juanda. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyakit yang diderita Adi Sutarwijono.
Sementara itu, jenazah Dominikus Adi Sutarwijono diberangkatkan dari Jakarta menuju Surabaya pada Rabu (11/2/2026) siang menggunakan pesawat. Jenazah tiba di rumah duka Grand Heaven Surabaya pukul 16.42 WIB, didampingi rombongan pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.
Almarhum disemayamkan di Grand Heaven Surabaya lantai 1 ruang 105. Setibanya di lokasi, keluarga dan para pelayat mengikuti Misa Requiem pada pukul 18.30 WIB.
Untuk diketahui, Adi Sutarwijono wafat di RS MRCCC Jakarta pada Selasa (10/2/2026) pukul 20.36 WIB setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.
Sosok yang akrab disapa Cak Awi itu dikenal pernah berkarier sebagai wartawan harian Surya dan melanjutkan kiprah jurnalistiknya di Majalah Tempo hingga 2003 sebelum terjun ke dunia politik.
Pria kelahiran Kademangan, Blitar, 4 Agustus 1968 itu juga aktif mendukung perjuangan PDI Pro-Mega pada 1996 dan era reformasi melalui pemberitaan di media massa. Sebagai mantan jurnalis sekaligus politisi senior PDI Perjuangan, ia dikenal responsif dan mudah dihubungi masyarakat.
“Kami ini wakil rakyat. Kalau sulit dihubungi, ya namanya bukan wakil rakyat,” ujar Adi dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu.
Rangkaian penghormatan terakhir dijadwalkan berlangsung pada Kamis (12/2/2026) pukul 11.00 WIB melalui ibadah tutup peti. Selanjutnya, jenazah akan dimakamkan di TPU Keputih, Surabaya. (gio/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









