Sabtu
08 Agustus 2026 | 3 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Warga Desa Gemarang Ngawi Butuh JUT dan Alsintan

IMG-20251219-WA0003_copy_555x384

NGAWI – Dua kelompok tani, Tani Makmur dan Tani Rahayu, di Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, menyampaikan sejumlah keluhan kepada Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ngawi, Bambang Sri Saloko. Keluhan tersebut disampaikan saat legislator tersebut menggelar Sosialisasi Perda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Bambang Sri Saloko mengungkapkan, para petani menyampaikan sejumlah persoalan utama, mulai dari kondisi akses jalan menuju lahan pertanian yang rusak berat, ketersediaan pupuk, hingga harapan adanya bantuan alat mesin pertanian (alsintan).

“Kelompok tani dari Dusun Ngadiluwih dan Ngadirejo, Desa Gemarang, memiliki luasan lahan garapan pertanian padi kurang lebih 80 hektare,” ujar Bambang Sri Saloko saat dikonfirmasi, Jumat (19/12/2025).

Menurutnya, potensi pertanian padi di wilayah tersebut cukup besar karena siklus tanam dapat berlangsung sepanjang tahun. Namun, potensi tersebut belum didukung infrastruktur yang memadai, terutama akses angkut hasil panen.

“Akses angkut hasil panen terkendala karena kondisi jalan yang rusak dan belum tersentuh pembangunan. Petani menginginkan adanya jalan usaha tani (JUT),” jelasnya.

Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Paron ini menambahkan, selama ini petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengangkut hasil panen. Biaya angkut menggunakan ojek bandang kerap membengkak akibat kondisi jalan yang rusak dan berlumpur.

“Selama ini memang belum pernah ada pembangunan. Petani membutuhkan JUT sepanjang kurang lebih tiga kilometer, dan ini akan kami perjuangkan pada tahun anggaran mendatang,” ungkap legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI Ngawi tersebut.

Selain persoalan akses jalan, petani juga mengeluhkan ketersediaan pupuk yang dinilai sering terlambat datang dan tidak sesuai dengan waktu musim tanam. Pupuk jenis Phonska juga disebut kerap mengalami kekurangan.

“Terkait keluhan pupuk ini, akan kami sampaikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam sosialisasi tersebut, para petani juga berharap adanya bantuan alat mesin pertanian. Bantuan alsintan berupa tleser dinilai penting untuk mempercepat proses panen sekaligus mendukung peningkatan perekonomian petani.

“Keberadaan alsintan diharapkan dapat mempercepat proses panen dan dikelola secara kelompok sehingga mampu meningkatkan perekonomian para petani,” pungkasnya. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Anang Maruf dan Yusuf Ekodono Gabung Soekarno Cup, Dorong Talenta Pelosok Naik Panggung

Legenda Timnas Indonesia Anang Maruf dan Yusuf Ekodono bergabung di Soekarno Cup 2026 karena ingin memperluas ...
LEGISLATIF

19 Daerah Jatim Darurat Kekeringan, Fraksi PDIP Dorong Mitigasi Berkelanjutan

Sebanyak 19 daerah di Jatim berstatus darurat kekeringan. Fraksi PDIP DPRD Jatim meminta pemerintah mengubah pola ...
KRONIK

Pelatihan Pupuk Organik di Kanor Bojonegoro, Solusi Petani Tekan Biaya dan Rawat Tanah

BOJONEGORO – Tingginya harga pupuk kimia yang mengerek beban biaya produksi memicu gerakan kemandirian tani di ...
HEADLINE

Soekarno Cup Bukan Sekadar Sepak Bola, tapi Membangun Karakter Bangsa

Said Abdullah menegaskan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar kompetisi sepak bola, tetapi sarana membangun karakter ...
SEMENTARA ITU...

Dukung PKDI Lumajang di Cup II 2026, Agus Wicaksono Targetkan Juara

LUMAJANG — Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, H. Agus Wicaksono SSos, hadir langsung ...
KABAR CABANG

Musran dan Musranran se Kecamatan Sumbergempol Selesai, Targetkan Penambahan Kursi DPRD Tulungagung

TULUNGAGUNG – Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musranran) PDI Perjuangan se-Kecamatan ...