NGAWI – Dua kelompok tani, Tani Makmur dan Tani Rahayu, di Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, menyampaikan sejumlah keluhan kepada Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ngawi, Bambang Sri Saloko. Keluhan tersebut disampaikan saat legislator tersebut menggelar Sosialisasi Perda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.
Bambang Sri Saloko mengungkapkan, para petani menyampaikan sejumlah persoalan utama, mulai dari kondisi akses jalan menuju lahan pertanian yang rusak berat, ketersediaan pupuk, hingga harapan adanya bantuan alat mesin pertanian (alsintan).
“Kelompok tani dari Dusun Ngadiluwih dan Ngadirejo, Desa Gemarang, memiliki luasan lahan garapan pertanian padi kurang lebih 80 hektare,” ujar Bambang Sri Saloko saat dikonfirmasi, Jumat (19/12/2025).
Menurutnya, potensi pertanian padi di wilayah tersebut cukup besar karena siklus tanam dapat berlangsung sepanjang tahun. Namun, potensi tersebut belum didukung infrastruktur yang memadai, terutama akses angkut hasil panen.
“Akses angkut hasil panen terkendala karena kondisi jalan yang rusak dan belum tersentuh pembangunan. Petani menginginkan adanya jalan usaha tani (JUT),” jelasnya.
Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Paron ini menambahkan, selama ini petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengangkut hasil panen. Biaya angkut menggunakan ojek bandang kerap membengkak akibat kondisi jalan yang rusak dan berlumpur.

“Selama ini memang belum pernah ada pembangunan. Petani membutuhkan JUT sepanjang kurang lebih tiga kilometer, dan ini akan kami perjuangkan pada tahun anggaran mendatang,” ungkap legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI Ngawi tersebut.
Selain persoalan akses jalan, petani juga mengeluhkan ketersediaan pupuk yang dinilai sering terlambat datang dan tidak sesuai dengan waktu musim tanam. Pupuk jenis Phonska juga disebut kerap mengalami kekurangan.
“Terkait keluhan pupuk ini, akan kami sampaikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait,” ujarnya.
Lebih lanjut, dalam sosialisasi tersebut, para petani juga berharap adanya bantuan alat mesin pertanian. Bantuan alsintan berupa tleser dinilai penting untuk mempercepat proses panen sekaligus mendukung peningkatan perekonomian petani.
“Keberadaan alsintan diharapkan dapat mempercepat proses panen dan dikelola secara kelompok sehingga mampu meningkatkan perekonomian para petani,” pungkasnya. (amd/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













