Sabtu
07 November 2026 | 9 : 47

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Warga Desa Gemarang Ngawi Butuh JUT dan Alsintan

IMG-20251219-WA0003_copy_555x384

NGAWI – Dua kelompok tani, Tani Makmur dan Tani Rahayu, di Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, menyampaikan sejumlah keluhan kepada Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ngawi, Bambang Sri Saloko. Keluhan tersebut disampaikan saat legislator tersebut menggelar Sosialisasi Perda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Bambang Sri Saloko mengungkapkan, para petani menyampaikan sejumlah persoalan utama, mulai dari kondisi akses jalan menuju lahan pertanian yang rusak berat, ketersediaan pupuk, hingga harapan adanya bantuan alat mesin pertanian (alsintan).

“Kelompok tani dari Dusun Ngadiluwih dan Ngadirejo, Desa Gemarang, memiliki luasan lahan garapan pertanian padi kurang lebih 80 hektare,” ujar Bambang Sri Saloko saat dikonfirmasi, Jumat (19/12/2025).

Menurutnya, potensi pertanian padi di wilayah tersebut cukup besar karena siklus tanam dapat berlangsung sepanjang tahun. Namun, potensi tersebut belum didukung infrastruktur yang memadai, terutama akses angkut hasil panen.

“Akses angkut hasil panen terkendala karena kondisi jalan yang rusak dan belum tersentuh pembangunan. Petani menginginkan adanya jalan usaha tani (JUT),” jelasnya.

Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Paron ini menambahkan, selama ini petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengangkut hasil panen. Biaya angkut menggunakan ojek bandang kerap membengkak akibat kondisi jalan yang rusak dan berlumpur.

“Selama ini memang belum pernah ada pembangunan. Petani membutuhkan JUT sepanjang kurang lebih tiga kilometer, dan ini akan kami perjuangkan pada tahun anggaran mendatang,” ungkap legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI Ngawi tersebut.

Selain persoalan akses jalan, petani juga mengeluhkan ketersediaan pupuk yang dinilai sering terlambat datang dan tidak sesuai dengan waktu musim tanam. Pupuk jenis Phonska juga disebut kerap mengalami kekurangan.

“Terkait keluhan pupuk ini, akan kami sampaikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam sosialisasi tersebut, para petani juga berharap adanya bantuan alat mesin pertanian. Bantuan alsintan berupa tleser dinilai penting untuk mempercepat proses panen sekaligus mendukung peningkatan perekonomian petani.

“Keberadaan alsintan diharapkan dapat mempercepat proses panen dan dikelola secara kelompok sehingga mampu meningkatkan perekonomian para petani,” pungkasnya. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Jelang Soekarno Run Blitar, Tiga DPC PDIP Gelar Doa Bersama di Makam Bung Karno

BLITAR – Menjelang pelaksanaan Soekarno Run yang diikuti 4.200 peserta, tiga DPC PDI Perjuangan menggelar doa ...
KRONIK

Bupati Lukman Lepas Kontingen POPDA, Target Pertahankan Peringkat Ketiga

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, melepas 98 atlet muda Kabupaten Bangkalan yang akan berlaga pada Pekan ...
KRONIK

Ijen Geopark Raih Green Card UNESCO, Sinung: Konservasi Harus Berbuah Kesejahteraan

BONDOWOSO – Status Green Card UNESCO Global Geopark yang kembali diraih Ijen Geopark menjadi pengakuan atas upaya ...
KRONIK

Bupati Ipuk Rutin Kolaborasi Lintas Sektor, Inflasi Banyuwangi Terus Terjaga

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, rutin berkolaborasi lintas sektor di Tim Pengendali Inflasi ...
LEGISLATIF

Pentingnya Jalan Usaha Tani di Beji untuk Petani Dukung Swasembada Pangan

KABUPATEN PASURUAN – Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten ...
LEGISLATIF

Amithya Dorong KIK Beri Manfaat Nyata bagi 8.000 Pelaku Seni Kota Malang

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong penguatan ekosistem pelaku seni, mulai ...