Sabtu
03 Oktober 2026 | 10 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Untari Sarankan Penguatan Dua Faktor Ini untuk Menjaga Kesehatan Mental Kaum Milenial

PDIP-Jatim-Sri-Untari-10082022

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, mengaku prihatin atas maraknya kasus bunuh diri yang dilakukan oleh kaum milenial. Menurutnya, faktor utama yang mempengaruhi para milenial mengambil jalan pintas ini adalah lingkungan pergaulan dan kondisi keluarga.

“Jadi, kalau saya melihat fenomena ini, yang pertama, saya sangat prihatin bahwa anak-anak SMP cekak (pendek) pikirannya, sehingga putusan akhirnya selalu bunuh diri,” ujar Untari di Surabaya, Senin (6/11/2023).

Menurut Untari, ada dua faktor yang menentukan tumbuh-kembang kepribadian seseorang. Yang pertama faktor spritualitas, dan yang kedua faktor pendidikan.

“Maka yang harus dilakukan orang tua adalah memberikan spiritnya berupa spiritualitas, agama apapun, dekatkan diri dengan Tuhan,” jelasnya.

“Yang kedua pendidikan dari orang tua. Orang tua juga harus punya bekal untuk mendidik anak-anak, dengan memberikan perhatian dan kasih sayang, contoh yang baik. Orang tua juga harus bisa mendengarkan anaknya bicara, menjadi teman curhat, sehingga anak-anak pada masa labil seperti ini, tidak merasa sendirian. Ada orang-orang yang masih menyayangi dan membutuhkan dirinya,” lanjutnya.

Untari juga mengingatkan peran penting guru bagi siswa. Menurutnya, seorang guru tidak hanya jadi pengajar siswanya di kelas. Akan tetapi juga diharapkan jadi teman, orang tua, sekaligus pengayom bagi siswanya.

“Peran guru juga sangat penting, karena sebagian besar waktu anak-anak itu berada di sekolah. Jadi seorang guru juga harus bisa menjadi teman bagi anak didiknya. Kalau anak-anak ini merasa aman, nyaman, bahagia dan merasakan kasih sayang orang-orang yang berada di dekatnya, dia tidak akan merasakan bahwa menghadapi suatu masalah itu berat,” tuturnya.

Ketua Umum Dekopin itu juga mengibaratkan generasi seusianya sebagai generasi tunas kelapa. Karena, terangnya, buah kelapa kalau jatuh tidak akan pecah.

“Saya sebut anak zaman saya itu anak-anak zaman tunas kelapa, sangat kuat. Jadi, buah kelapa itu jatuh dari ketinggian 20 meter, dia tidak akan pecah. Kenapa? Karena dia tebal, penuh dengan perlindungan,” terangnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Tahlil Tujuh Hari Guruh, PDIP Kabupaten Kediri Tekankan Pentingnya Merawat Budaya

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar tahlil tujuh hari wafatnya Guruh Soekarnoputra sekaligus meneguhkan ...
LEGISLATIF

Pengaturan Jam Operasional Pasar Tanjung Jember, Widarto: Ini Sudah Bijaksana

JEMBER – Polemik penataan Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, untuk sementara menemukan jalan tengah. Pemerintah ...
LEGISLATIF

Anas Karno Minta RT/RW Data Warga yang Desilnya Tak Sesuai Kondisi Riil

SURABAYA – Keluhan warga terkait ketidaksesuaian data desil kesejahteraan kembali muncul dalam reses Anggota DPRD ...
KRONIK

Mahasiswa Ramai-Ramai Datangi DPRD Jember, Candra: Jangan Antipolitik

JEMBER – DPRD Jember didatangi sejumlah kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sepanjang pekan ini. ...
KRONIK

Cegah Kebakaran, Diana Sasa Dorong Pemkab Buat Satu Data Terpadu

MAGETAN — Satu data yang terpadu terkait bencana kebakaran menjadi salah satu faktor dalam upaya pencegahan. Hal ...
KABAR CABANG

Tujuh Hari Wafat Guruh, Ratusan Warga dan Kader PDIP Bangkalan Gelar Doa Bersama

BANGKALAN – Ratusan kader PDI Perjuangan dan masyarakat Kabupaten Bangkalan berkumpul untuk menggelar doa bersama ...