Senin
17 Agustus 2026 | 12 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Untari Sarankan Penguatan Dua Faktor Ini untuk Menjaga Kesehatan Mental Kaum Milenial

PDIP-Jatim-Sri-Untari-10082022

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, mengaku prihatin atas maraknya kasus bunuh diri yang dilakukan oleh kaum milenial. Menurutnya, faktor utama yang mempengaruhi para milenial mengambil jalan pintas ini adalah lingkungan pergaulan dan kondisi keluarga.

“Jadi, kalau saya melihat fenomena ini, yang pertama, saya sangat prihatin bahwa anak-anak SMP cekak (pendek) pikirannya, sehingga putusan akhirnya selalu bunuh diri,” ujar Untari di Surabaya, Senin (6/11/2023).

Menurut Untari, ada dua faktor yang menentukan tumbuh-kembang kepribadian seseorang. Yang pertama faktor spritualitas, dan yang kedua faktor pendidikan.

“Maka yang harus dilakukan orang tua adalah memberikan spiritnya berupa spiritualitas, agama apapun, dekatkan diri dengan Tuhan,” jelasnya.

“Yang kedua pendidikan dari orang tua. Orang tua juga harus punya bekal untuk mendidik anak-anak, dengan memberikan perhatian dan kasih sayang, contoh yang baik. Orang tua juga harus bisa mendengarkan anaknya bicara, menjadi teman curhat, sehingga anak-anak pada masa labil seperti ini, tidak merasa sendirian. Ada orang-orang yang masih menyayangi dan membutuhkan dirinya,” lanjutnya.

Untari juga mengingatkan peran penting guru bagi siswa. Menurutnya, seorang guru tidak hanya jadi pengajar siswanya di kelas. Akan tetapi juga diharapkan jadi teman, orang tua, sekaligus pengayom bagi siswanya.

“Peran guru juga sangat penting, karena sebagian besar waktu anak-anak itu berada di sekolah. Jadi seorang guru juga harus bisa menjadi teman bagi anak didiknya. Kalau anak-anak ini merasa aman, nyaman, bahagia dan merasakan kasih sayang orang-orang yang berada di dekatnya, dia tidak akan merasakan bahwa menghadapi suatu masalah itu berat,” tuturnya.

Ketua Umum Dekopin itu juga mengibaratkan generasi seusianya sebagai generasi tunas kelapa. Karena, terangnya, buah kelapa kalau jatuh tidak akan pecah.

“Saya sebut anak zaman saya itu anak-anak zaman tunas kelapa, sangat kuat. Jadi, buah kelapa itu jatuh dari ketinggian 20 meter, dia tidak akan pecah. Kenapa? Karena dia tebal, penuh dengan perlindungan,” terangnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

HUT Ke-81 RI, 18 PAC Se-Sidoarjo Ikuti Upacara Bendera dan Lomba Tradisional

SIDOARJO – Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan ...
KABAR CABANG

HUT ke-81 RI, Erma: Kemerdekaan Menerangi Jalan Kita Menuju Masa Depan

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar upacara memperingati HUT ...
HEADLINE

Agus Wicaksono Ajak Kader PDI Perjuangan Beri Energi Terbaik untuk Bangsa

Agus Wicaksono mengajak kader PDI Perjuangan memberi energi terbaik untuk bangsa sebagai wujud cinta tanah air dan ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Perjuangan Hari Ini Bukan Melawan Penjajah, tapi Kemiskinan hingga Perpecahan

SURABAYA – Perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia hari ini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata ...
KRONIK

Hening dan Khidmat, Bupati Lukman Pimpin Penghormatan Suci bagi Pahlawan Bangsa

BANGKALAN – Hening dan khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan Bangkalan. Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, Wakil ...
KRONIK

Malam Tiba di Flores, Risma dan Ganjar Langsung Temui Pengungsi Gempa

MANGGARAI BARAT – Jajaran DPP PDI Perjuangan tidak menunggu pagi untuk menemui warga terdampak gempa di Flores, ...