DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar tahlil tujuh hari wafatnya Guruh Soekarnoputra sekaligus meneguhkan pentingnya pelestarian seni dan budaya Nusantara.
KEDIRI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar tahlil dan doa bersama memperingati tujuh hari wafatnya Muhammad Guruh Irianto Soekarnoputra, Jumat (2/10/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Jalan Raya Kediri-Pare, Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, itu tidak sekadar menjadi momentum doa bersama. Kegiatan tersebut juga menjadi pengingat atas kiprah Guruh Soekarnoputra dalam seni dan kebudayaan Nusantara.
Tahlil dan doa bersama digelar di lantai II kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri. Kegiatan dihadiri pimpinan dan jajaran fungsionaris partai, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Kediri, anak yatim piatu, serta puluhan warga sekitar.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Dodi Purwanto mengatakan, kepergian Guruh Soekarnoputra menjadi duka mendalam bagi keluarga besar PDI Perjuangan.
Putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati itu dikenal sebagai seniman, budayawan, sekaligus politisi yang memberikan kontribusi bagi bangsa, terutama melalui bidang seni, kebudayaan dan pendidikan.

“Mas Guruh dikenal memiliki kecintaan mendalam terhadap seni dan budaya Nusantara. Kecintaan itu diwujudkan melalui karya musik, tari, dan berbagai pertunjukan untuk mengangkat kekayaan tradisi Indonesia agar tetap hidup dan dikenal generasi muda,” kata Dodi.
Menurut Dodi, kegiatan tahlil sengaja digelar bersama warga sekitar. Selain mendoakan almarhum, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ingatan masyarakat terhadap kiprah Guruh Soekarnoputra.
Dodi yang juga Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri itu menilai nilai-nilai yang diperjuangkan Guruh, khususnya kecintaan terhadap seni dan budaya Nusantara, perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Yang ingin kita jaga bukan hanya ingatan tentang seorang tokoh, melainkan nilai dan semangat yang beliau perjuangkan. Seni dan kebudayaan adalah jati diri bangsa yang harus terus dirawat dan dikembangkan, terutama oleh generasi muda,” ujarnya.
Ia berharap keteladanan almarhum dapat menjadi inspirasi bagi kader PDI Perjuangan maupun masyarakat luas untuk ikut menjaga dan melestarikan kesenian tradisional.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama untuk almarhum. Para peserta mendoakan agar seluruh amal dan pengabdian Guruh Soekarnoputra diterima Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. (putera/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









