Untari: Pemilu 2024, Kursi Legislatif di Malang Raya Harus Meningkat

 31 pembaca

MALANG – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari Bisowarno minta kader Banteng se-Malang Raya untuk tidak lengah menjelang Pemilu 2024. Sebagai pemangku wilayah, dirinya tidak ingin ada lagi penurunan kursi legislatif di Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.

“Di Pemilu 2024 nanti, kursi legislatif di Malang Raya harus meningkat,” tandas Untari, saat pembukaan Sinau Bareng Komandante Stelsel PDI Perjuangan Malang Raya bersama DPC PDIP Wonogiri, di Grand Kanjuruhan Hotel, Kabupaten Malang, Minggu (27/8/2022).

Politisi perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur ini pin mengingatkan pentingnya peningkatan kompetensi kader untuk mengimbangi peningkatan kursi partai.

Baca juga: Pertebal Kemenangan di Pemilu 2024, Banteng Malang Raya Sinau Bareng dengan DPC Wonogiri

Oleh karenanya Untari sangat mendukung gelar Sinau Bareng Komandante Stelsel bersama DPC PDI Perjuangan Wonogiri yang diikuti seluruh pengurus partai hingga level Ranting se-Malang Raya tersebut.

“Dampaknya nanti akan begitu luar biasa bagi kita. Di siang ini kita belajar dari DPC Wonogiri yang terbukti mampu menaikkan kursi dari 13 menjadi 28 kursi dengan menerapkan strategi pemenangan Komandante Stelsel,” ujarnya.

Di hadapan 500-an kader banteng yang duduk di jajaran struktural, Untari memaparkan pentingnya strategi Komandante Stelsel untuk meraih hattrick di Pemilu 2024, sesuai amanah Kongres ke-5 Partai.

Menurutnya, strategi tersebut merupakan intisari pemikiran Bung Karno, yang diatur oleh partai, dikomandani partai, dan hasilnya kembali untuk partai.

“Berbasis gotong royong terpimpin, kita perkuat basis kita, menggerakkan seluruh mesin partai dengan meletakkan identitas Partai paling tinggi dan paling kuat,” kata Untari.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Wonogiri, Joko Sutopo yang akrab disapa Jekek menyebut gerak DPC Partai se-Malang Raya untuk memenangkan Pemilu 2024 sangat luar biasa.

Pada kesempatan itu, dia memaparkan pentingnya Sinau Bareng sebagai forum evaluasi untuk merumuskan langkah pemenangan.

“Hari ini kita belajar bersama, sehingga kita punya strategi, dan pemikiran yang sama. Dan yang terpenting ialah evaluasi, jadi kita bisa mencapai target dengan memahami setipp masalah yang ada di dasar,” papar Jekek.

Hakikatnya, menurut Bupati Wonogiri tersebut, kehadiran seluruh banteng untuk sinau bareng merupakan wujud implementasi dan memperjuangankan ajaran Bung Karno.

“Kemenangan kita adalah untuk mencapai pemerintahan yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian dalam kebudayaan” ujarnya. (yols/pr)