TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, penanaman porang yang sekarang marak di Trenggalek, sesuai dengan instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terkait pengembangan tanaman pangan selain padi.
Pengembangan tanaman Porang, kata Arifin, juga untuk mendukung tercapainya ketahanan pangan nasional.
Baca juga: Petani Porang di 2 Desa Ini Dapat Modal Rp 5,7 M dari BNI
Karena itu, tambah Arifn, Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendukung pengembangan tanaman porang di wilayahnya sebagai komoditas pengganti beras yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan keseharian mereka.

“Kita sekarang lagi gandrung porang ya, sesuai instruksi Ibu Ketua Umum, untuk mengganti makanan pokok selain beras,” ungkap Arifin, Rabu (30/6/2021).
Pria yang akrab disapa Gus Ipin tersebut menjelaskan, bahwa tanaman porang merupakan salah satu komoditas yang dapat dimaksimalkan hasilnya sebagai komoditas pengganti beras.
Menurutnya, masyarakat dapat memaksimalkan hasil dari porang dan juga memanfaatkan tanaman porang untuk diolah dalam bentuk-bentuk barang setengah jadi dan jadi.
Sehingga dari sisi ekonomis, produk olahan porang diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Terkait ini, sejumlah 228 petani porang dari Desa Puyung dan Sidomulyo, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek pertengahan Juni lalu telah menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) skala mikro dari BNI senilai Rp 5,7 miliar.
“Kemarin kita luncurkan KUR sebanyak Rp 5,7 miliar untuk petani dari 2 kecamatan. Yang ini nanti akan terus bertambah dan sudah mulai ada pengusaha yang membuat pabrik pengolahan sehingga nanti serapan porangnya juga bisa masuk,” bebernya.
“Harapannya, dari porang ini bisa diolah lebih lanjut menjadi tepung, mie, dan lain sebagainya. Jadi sejauh ini penanaman porang lagi kencang di Trenggalek,” harap Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek ini.
Selain itu juga, imbuh Gus Ipin, porang sebagai tanaman subtitusi, dapat ditanam tanpa perlu merusak dan menebang kawasan hutan. Sehingga selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi tanaman porang juga memiliki risiko dan dampak terhadap lingkungan yang rendah. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










