Jumat
24 Juli 2026 | 10 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Trem di Surabaya Direalisasikan Tahun Ini

pdip-jatim-tren-surabaya-tempo-dulu
pdip-jatim-tren-surabaya-tempo-dulu
Trem tempo dulu

SURABAYA – Moda transportasi massal berupa trem dan monorel di Kota Pahlawan tahun ini direalisasikan. Saat ini, pemerintah tengah melakukan tender proyek.

Wali Kota Tri Rismaharini memperkirakan, pembangunan fisik proyek transportasi massal tersebut berlangsung tahun ini. “Kita akan mulai pembangunan fisik, pusat sudah tender,” kata Risma, kemarin.

Menurut Risma, Pemkot Surabaya telah menyetujui perencanaannya. Namun demikian, megaproyek yang didahulukan adalah pembangunan trem daripada monorail.

Jalur trem ini akan membentang sepanjang sekitar 17 kilometer. Yakni dari selatan dimulai dari Wonokromo-Kebun Binatang Surabaya (KBS)- Jalan Pandegiling-Embong Malang-Kedungdoro-Pasar Blauran-Pasar Turi dan menuju Surabaya utara yakni di Jalan Indrapura.

Kemudian memutar ke arah Jalan Rajawali-Jembatan Merah-Tugu Pahlawan- Jalan Tunjungan-Jalan Panglima Sudirman dan kembali lagi menuju Wonokromo.

Trem ini nantinya memiliki 29 titik pemberhentian atau halte. Jarak tiap halte antara 1,5 km-2 km. Trem berisi dua gembong dengan kemampuan muat sebanyak 200 orang. Gerbong trem akan didatangkan dari luar negeri.

Untuk bahan bakar, sudah disepakati bahwa trem akan menggunakan teknologi batere. Dengan teknologi tersebut, trem dapat melaju rata-rata 30 km/jam.

Sementara terkait pembangunan monorail, lanjut Risma, proyek pembangunan angkutan massal dari arah timur dan barat Surabaya, yang semula monorail akan ada modifikasi.

“Bukan monorail, semacam light train, jadi posisinya di atas,” ungkap wali kota dari PDI Perjuangan ini.

Sesuai perencanaan pemerintah kota, dengan beroperasinya angkutan massal, kendaraan pribadi yang berasal dari luar kota akan dibatasi dan diarahkan menuju jalur angkutan massal. Apabila melintas di sekitar jalur moda transportasi massal akan dikenai tarif tertentu.

Untuk mengatasi masalah parkir kendaraan, Risma mengatakan saat ini pihaknya tengah membangun gedung parkir park and ride, seperti yang ada di Jalan Mayjend Sungkono.

Ia mengaku, dalam selang 2- 3 tahun mendatang diproyeksikan sudah tidak ada lagi parkir on the street. Untuk itu, pemerintah kota berencana memperbanyak pembangunan gedung park dan ride. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Rapat Koordinasi dengan Kementan, Bupati Fauzi: Petani Maju, Hasil Panen Meningkat

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berkomitmen memperkuat sektor pertanian melalui sinergi dengan ...
KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Trenggalek Targetkan Musran-Musanran Rampung 29 Juli

DPC PDI Perjuangan Trenggalek menargetkan Musran dan Musanran di seluruh kecamatan rampung pada 29 Juli 2026 ...
HEADLINE

DPRD Jatim Minta Sekolah Tak Wajibkan Orang Tua Beli Seragam dan Perlengkapan Tertentu

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono meminta sekolah tidak mewajibkan orang tua membeli seragam maupun ...
HEADLINE

Said Abdullah: RedTalks Wadah Bersama, Tempat Kami Mendengar Suara Anak Muda

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah mengatakan anak muda masa kini memiliki pengalaman ...
KRONIK

Pedagang Pasar Baru Magetan Kadung Cemas Tergusur Bioskop, Jeketek Investor Masih Wacana

MAGETAN – Komisi B DPRD Kabupaten Magetan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna menyelesaikan polemik dan ...
KRONIK

Kunjungi PT BSI Tumpang Pitu, Sonny PDIP Dorong Investasi Berpihak pada Masyarakat

BANYUWANGI – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menegaskan pentingnya memastikan ...