SURABAYA — Misa Requiem untuk almarhum Ketua DPRD Kota Surabaya periode 2024–2029, Adi Sutarwijono, berlangsung khidmat di Surabaya, Rabu (11/2/2026). Ratusan pelayat dari berbagai kalangan hadir memberikan penghormatan terakhir.
Pejabat pemerintahan, tokoh politik, penyelenggara pemilu, kader partai, hingga masyarakat turut memenuhi lokasi misa. Kehadiran mereka mencerminkan luasnya jejaring dan relasi almarhum semasa hidup.
Suasana haru terasa sejak awal ibadah. Para pelayat saling menyapa, berjabat tangan, dan berbagi kenangan tentang sosok yang akrab disapa Awi tersebut.
Ketua KPU Surabaya, Soeprayitno, mengenang almarhum sebagai pribadi yang tegas dalam prinsip, namun tetap santun dalam berinteraksi.
“Saya melihat beliau adalah sosok yang teguh pada perjuangan, tetapi tetap kalem, menghormati orang, dan ramah. Membuat semua merasa nyaman,” ujarnya.
Dari internal partai, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Budi Leksono, menyebut almarhum sebagai figur yang bijaksana dalam memimpin.
“Kami mendampingi beliau sejak di Komisi A hingga menjadi ketua fraksi. Beliau orang tua yang bijaksana dan selalu berusaha menyelesaikan persoalan dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya.
Mantan Calon Wakil Gubernur Jawa Timur 2024, Gus Hans, juga hadir menyampaikan belasungkawa. Ia menilai almarhum sebagai politisi yang mengedepankan sikap santun dan dialog.
“Beliau politisi santun dan selalu mencari titik temu. Itu pelajaran penting bagi politisi muda,” ujarnya.
Sementara itu, dari kalangan kader di tingkat bawah, Susi, Pengurus Anak Cabang Tenggilis, mengaku kehilangan sosok yang dekat dengan masyarakat.
“Beliau sangat dekat dengan wong cilik dan tidak berjarak. Banyak persoalan kecil yang beliau bantu selesaikan,” katanya.
Misa Requiem tersebut menjadi momen kebersamaan lintas kalangan dalam suasana duka dan persaudaraan. Para pelayat datang tidak hanya untuk berdoa, tetapi juga mengenang sosok Adi Sutarwijono sebagai pribadi yang selama ini dikenal terbuka dan komunikatif.
Ibadah berlangsung dengan tertib dan penuh penghormatan, menandai perpisahan terakhir bagi almarhum di tengah keluarga, sahabat, dan kolega yang hadir. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










