Kamis
22 Januari 2026 | 2 : 49

Titik Banjir di Kota Malang Melonjak, Ketua DPRD Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Penanganan

pdip-jatim-251209-mia-malang

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang, Amityha Ratnanggani Sirraduhita menyoroti penanganan banjir di Kota Malang. Diketahui, ada 39 titik di kota itu kini dilanda banjir genangan ketika musim hujan tiba.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menilai adanya kesalahan dalam kebijakan dan program penanganan banjir yang dijalankan selama ini oleh Pemkot Malang. Menurut Mia, sapaan akrabnya, penanganan yang dilakukan pemerintah belum berjalan efektif.

“Buktinya setiap tahun bahkan masyarakat ada yang mengungkapkan dalam 2 bulan ini sudah 3 kali daerahnya terdampak banjir. Kalau sudah begitu kan ada yang salah dengan kebijakan dan program penanganan banjirnya,” kata Mia, Selasa (9/11/2025).

Dia mengakui bahwa persoalan banjir tidak sepenuhnya berada dalam kewenangan pemerintah kota. Contohnya di beberapa titik aliran sungai tersebut berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Karena itu, pihaknya berharap organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dapat melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan instansi terkait secara insentif. Mia menegaskan pentingnya kolaborasi terutama karena kemampuan anggaran daerah untuk penanganan banjir jangka panjang terbatas.

Dia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah kota, provinsi, dan instansi teknis diperlukan agar penanganan bisa dilakukan secara maksimal.

Mia menambahkan, sejumlah rekomendasi telah dihasilkan dalam rapat koordinasi penanganan dan penanggulangan bencana yang digelar sebelumnya.

Rekomendasi pertama adalah memastikan bantuan bagi warga terdampak tidak terlambat. Selain itu, legislatif juga menekankan pentingnya rehabilitasi pasca bencana yang membutuhkan biaya besar dan sehingga perlu pemetaan secara jelas.

Menurut Mia, BPBD telah memetakan kerusakan (collateral damage) serta langkah-langkah yang perlu dilakukan berikutnya. “Solusi untuk berikutnya juga sudah dipetakan. Tetapi kalau tidak diterapkan, tahun depan akan sama saja, masih rawan banjir,” tegasnya.

Sebagai respon cepat jangka pendek, pihaknya mendorong pemerintah melakukan pembersihan dan normalisasi saluran air, drainase, serta irigasi. Dia mengatakan, air harus memiliki jalur yang jelas agar tidak mencari jalan lain yang berpotensi menimbulkan genangan.

Pasalnya, salah satu penyebab banjir adalah tidak berfungsinya saluran air, irigasi, dan sungai sebagaimana mestinya. Perubahan fungsi kawasan irigasi yang kini dikelilingi permukiman serta kondisi sungai yang dijadikan tempat pembuangan sampah turut memperparah situasi.

“Kalau kita menjaga lingkungan, pastinya tidak akan ada lagi saluran tertutup sampah atau sungai yang mampet,” ujar Mia. (ull/pr)

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Peringatan Isra Mi’raj, Bupati Lukman Ajak ASN Perkuat Iman dan Tingkatkan Pelayanan

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dengan ...
KRONIK

Hosnan PDIP Kritik Wacana Pilkada Lewat DPRD, Nilai Tak Sejalan dengan Demokrasi

SUMENEP – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Hosnan, menilai wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) ...
KRONIK

Program RTLH Harus Berdampak pada Peningkatan Kualiatas Hidup Masyarakat Sumenep

SUMENEP – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyerahkan secara simbolis bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak ...
LEGISLATIF

DPC dan Fraksi PDIP DPRD Surabaya Gelar Rakor, Buleks: Satukan Garis Perjuangan

SURABAYA – Mengawali tahun 2026, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya menggelar rapat koordinasi (rakor) ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Perda Pembudi Daya Ikan dan Petambak Garam Harus Berpihak pada Rakyat Kecil

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan bahwa Perda tentang Pelindungan dan Pemberdayaan ...
LEGISLATIF

Khamim Tohari Kawal Realisasi Program Rumah Subsidi bagi MBR Kota Batu

BATU – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu, Khamim Tohari siap mengawal realisasi program rumah subsidi ...