Selasa
03 November 2026 | 8 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tiga dari 99 Event Banyuwangi Festival 2019 Masuk Kalender Wonderful Indonesia

pdip-jatim-gandrung-sewu-banyuwangi

BANYUWANGI – Tiga dari 99 event yang diluncurkan Pemkab Banyuwangi dalam rangkaian Banyuwangi Festival (B-Fest) di sepanjang 2019, masuk dalam 100 calender of event (CoE) Wonderful Indonesia, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI.

Tiga event tersebut adalah Banyuwangi Ethno Carnival, International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI), dan Gandrung Sewu. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih kepada Kemenpar yang telah memilih 3 event B-Fest masuk kalender Wonderful Indonesia.

“Tiga event B-fest masuk lagi top 100 kalender event Kemenpar. Ini semakin memacu semangat kami dalam menggelar dan mengemas festival menjadi lebih baik lagi,” kata Anas, kemarin.

Untuk masuk dalam 100 CoE, event harus bersaing dengan lebih dari 200 event lain se-Indonesia.

Dalam agenda B-Fest, Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) akan digelar 28 Juli 2019 mendatang. Gandrung Sewu yang merupakan sendratari yang menampilkan 1.000 penari secara massal akan digelar 20 Oktober 2019.

Sementara International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) yang merupakan tur balap sepeda internasional yang digelar sejak 2012, akan digelar mulai 23 sampai 26 September 2019.

Jumlah event B-Fest di 2019 meningkat dari tahun 2018 yang terdapat 77 event. “Dari 77 event tahun lalu, tahun depan menjadi 99 event. Ada juga tambahan 20 additional event yang juga mengiringi B-Fest,” terang Anas.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, standar yang deterapkan dalam CoE ini akan memunculkan cultural values dan commercial values dari setiap event.

Khusus commercial values, harus di-monetised (dihitung nilai ekonominya), sehingga bisa diketahui dampak ekonominya kepada kesejahteraan masyarakat.

”Tugas utama Kemenpar selanjutnya adalah mempromosikan event tersebut. Serta bagaimana strategi dan memasarkan event agar memberikan nilai (value) dari segi budaya (culture) maupun ekonomi (commercial value),” kata Arief Yahya.

Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Kebudayaan, Taufik Rahzen mengatakan, dipilihnya tiga event Banyuwangi Festival masuk dalam 100 CoE, karena Banyuwangi termasuk daerah yang paling konsisten menggelar event.

Terlebih, semuanya dikemas dengan apik yang berpotensi mendatangkan wisatawan. “Event yang masuk CoE WI itu kriterianya dilihat dari cultural values, comercial values, dan konsistensi. Jadi sudah dilakukan berapa tahun, dengan report yang bagus. Baik itu direct dan indirect impact,” ujarnya.

Selain itu, event harus berkelanjutan, harus bisa menerapkan pengelolaan pre-event, on event, dan post event. Itu karena berkaitan dengan dukungan para sponsor agar memberikan nilai untung dan memberikan keuntungan.

“Penyelenggaraan event benar-benar berkualitas. Tidak asal-asalan sehingga tidak memberikan efek apapun pada ekonomi masyarakat,” urainya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...
EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...
LEGISLATIF

Untari Ajak Warga Kota Malang Jadi Pionir Lingkungan Bersih, Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak masyarakat Kota Malang menjadi pionir ...