Selasa
03 November 2026 | 5 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Temukan Harga Minyak Goreng Masih Tinggi, Puan Minta Pemerintah Gelar Operasi Pasar

pdip-jatim-220120-puan-pasar-legi-1

SOLO – Ketua DPR RI Puan Maharani masih menemukan minyak goreng dijual di atas harga normal. Temuan itu terungkap saat Puan blusukan usai meresmikan Pasar Legi, Solo, Kamis (20/1/2021).

“Terkait dengan harga-harga pokok, ternyata harga minyak goreng masih mahal. Satu kilogram itu ternyata masih Rp 19.000. Padahal dengan operasi pasar yang sudah dilakukan pemerintah, harga sudah turun,” beber Puan kepada wartawan.

Untuk itu, legislator yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan ini minta pemerintah segera menggelar operasi pasar, agar harga minyak goreng kembali normal di kisaran Rp 14.000 per liter.

“Saya minta pemerintah segera menetralkan agar harga minyak goreng bisa segera turun kembali normal. Rata-rata Rp14.000, sekarang masih di atas Rp14.000,” tuturnya.

Selain pengecekan harga dagangan, Puan juga menyampaikan beberapa kekurangan di bangunan pasar. Di antaranya masuknya air atau tampias ke kios bawah saat hujan lebat, serta minimnya sinyal di tempat yang sama. Ia meminta hal tersebut segera diperbaiki.

“Karena ini konsepnya green building, nanti gimana caranya tetap green, tapi kalau hujan besar tidak tampias. DPR akan tetap mengawasi ini, dan saya minta kepada Pak Menteri PUPR untuk mana-mana yang harus diperbaiki,” ucapnya.

Kepada Wali Kota Solo Gibran Rakabuming, Dia meminta untuk lebih aktif melakukan sosialisai cara berjualan yang higienis kepada para pedagang. Apalagi saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Tapi harus pelan-pelan, karena ini pasar tradisional yang pedagangnya pun sudah puluhan tahun. Hanya karena ini Covid-19 harus dilakukan,” pungkas dia.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berjanji untuk segera memperbaiki kekurangan yang ada di Pasar Legi. Untuk tampias yang terjadi Basuki mengatakan, hal tersebut terjadi akibat cuaca ekstrem.

“Nanti kita pasang kanopi. Tapi kemarin memang hujan yang besar. Pesawat Garuda sempat holding satu jam di udara sebelum mendarat. Tapi memang sangat ekstrem, sehingga ada tampias. Nanti akan kita evaluasi untuk mengatasi tampias tadi,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...
LEGISLATIF

Untari Ajak Warga Kota Malang Jadi Pionir Lingkungan Bersih, Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak masyarakat Kota Malang menjadi pionir ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Gagas Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Sinden Blitar Raya

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menggagas pembentukan koperasi bagi anggota ...