Jumat
18 September 2026 | 8 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Temukan Harga Minyak Goreng Masih Tinggi, Puan Minta Pemerintah Gelar Operasi Pasar

pdip-jatim-220120-puan-pasar-legi-1

SOLO – Ketua DPR RI Puan Maharani masih menemukan minyak goreng dijual di atas harga normal. Temuan itu terungkap saat Puan blusukan usai meresmikan Pasar Legi, Solo, Kamis (20/1/2021).

“Terkait dengan harga-harga pokok, ternyata harga minyak goreng masih mahal. Satu kilogram itu ternyata masih Rp 19.000. Padahal dengan operasi pasar yang sudah dilakukan pemerintah, harga sudah turun,” beber Puan kepada wartawan.

Untuk itu, legislator yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan ini minta pemerintah segera menggelar operasi pasar, agar harga minyak goreng kembali normal di kisaran Rp 14.000 per liter.

“Saya minta pemerintah segera menetralkan agar harga minyak goreng bisa segera turun kembali normal. Rata-rata Rp14.000, sekarang masih di atas Rp14.000,” tuturnya.

Selain pengecekan harga dagangan, Puan juga menyampaikan beberapa kekurangan di bangunan pasar. Di antaranya masuknya air atau tampias ke kios bawah saat hujan lebat, serta minimnya sinyal di tempat yang sama. Ia meminta hal tersebut segera diperbaiki.

“Karena ini konsepnya green building, nanti gimana caranya tetap green, tapi kalau hujan besar tidak tampias. DPR akan tetap mengawasi ini, dan saya minta kepada Pak Menteri PUPR untuk mana-mana yang harus diperbaiki,” ucapnya.

Kepada Wali Kota Solo Gibran Rakabuming, Dia meminta untuk lebih aktif melakukan sosialisai cara berjualan yang higienis kepada para pedagang. Apalagi saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Tapi harus pelan-pelan, karena ini pasar tradisional yang pedagangnya pun sudah puluhan tahun. Hanya karena ini Covid-19 harus dilakukan,” pungkas dia.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berjanji untuk segera memperbaiki kekurangan yang ada di Pasar Legi. Untuk tampias yang terjadi Basuki mengatakan, hal tersebut terjadi akibat cuaca ekstrem.

“Nanti kita pasang kanopi. Tapi kemarin memang hujan yang besar. Pesawat Garuda sempat holding satu jam di udara sebelum mendarat. Tapi memang sangat ekstrem, sehingga ada tampias. Nanti akan kita evaluasi untuk mengatasi tampias tadi,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Said Abdullah: Soekarno Run Jangan Berhenti Jadi Kompetisi Lari

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah ingin Soekarno Run BWX di Banyuwangi tidak berhenti ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Penerima Bansos Tak Lagi Semata Mengacu Desil, Muskel Jadi Penentu Prioritas

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan penentuan penerima bantuan sosial (bansos) di Kota Surabaya ...
EKSEKUTIF

P-APBD 2026 Kabupaten Malang Disepakati, Sanusi Tekankan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang bersama DPRD Kabupaten Malang menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
LEGISLATIF

95 Persen Peternak di Lamongan Tak Punya Legalitas, Terkendala Rumitnya Perizinan PBG

LAMONGAN – Berbagai aturan justeru menyulitkan peternak dalam mengakses program pemerintah hingga akses perbankan. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tak Ingin Bantuan Intan Berhenti di Bansos, Dorong Usaha Menjahit

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak ingin bantuan kepada Intan, ibu yang menjadi tulang punggung keluarga ...
KRONIK

Hari Kesadaraan Nasional, Bupati Ipuk: Birokrat Harus Peka

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di ...