Rabu
21 Oktober 2026 | 5 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Teluk Lamong Jadi Contoh BUMN yang Bisa Bekerja Sama dengan Pemda

pdip-jatim-puti-teluk-lamong2

SURABAYA – Presiden Joko Widodo mengatakan, Terminal Teluk Lamong menjadi contoh badan usaha milik negara (BUMN) yang mampu bekerja sama dengan baik bersama pemerintah daerah, seperti gubernur, wali kota maupun DPRD.

“Terminal Teluk Lamong akan menjadi contoh, karena Pelindo III bisa bekerja sama dengan gubenur, DPRD dan wali kota, semua bisa dilakukan dengan baik,” kata Presiden Jokowi usai meresmikan Revitalisasi Alur Pelayaran Barat Surabaya dan Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jumat (22/5/2015).

Peresmian Revitalisasi Alur Pelayaran Barat Surabaya dan Terminal Teluk Lamong yang diharapkan dapat mendorong kesiapan Greater Surabaya Metropolitan Port itu ditandai dengan penekanan tombol sirene dan penandatanganan prasasti oleh Presiden Jokowi.

Tampak hadir dalam acara peresmian, di antaranya Menteri BUMN Rini S. Soemarno, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menko Bidang Maritim Indroyono Soesilo, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Direktur Utama PT Pelindo III (Persero) Djarwo Sujanto, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Jokowi mengingatkan, bahwa ini baru tahap awal dengan kapasitas masih 1,5 juta TEUs per tahun. Diharapkan, pada 2020 bisa mencapai paling tidak 5,5 juta TEUs per tahun. Demikian juga di Tanjung Priok, kargonya sekarang masih 5,5 juta TEUs per tahun, diharapkan pada 4 tahun mendatang sudah mencapai 15 juta TEUs per tahun.

“Meningkatkannya harus meloncat tiga sampai empat kali. Kalau tidak seperti itu, biaya transportasi, biaya-biaya logistik kita akan mahal sekali,” tutur kader PDI Perjuangan itu.

Dengan beroperasinya Terminal Teluk Lamong secara resmi, lanjut Jokowi, diharapkan bisa mendorong sistem angkutan barang dan jasa melalui jalur laut. Tidak hanya di Surabaya, namun di wilayah Indonesia bagian timur.

“Saya kembali mengingatkan bahwa 2/3 wilayah Indonesia terdiri dari air. Untuk itu kita harus mulai kembali menggali dan memikirkan, pelabuhan kita harus direvitalisasi, saya memikirkan tol laut,” jelasnya.

Terminal Teluk Lamong merupakan anak perusahaan PT Pelindo III, yang difungsikan untuk melayani peti kemas domestik, peti kemas internasional dan curah kering (food green) dengan standar pangan. Terminal yang memiliki luas area 38 hektar itu adalah satu-satunya terminal pelabuhan di Indonesia yang menerapkan konsep Go Green sehingga dalam operasionalnya menggunakan peralatan sumber daya listrik dan meminimalkan mesin diesel.

Hanya truk berbahan bakar gas yang diizinkan beroperasi dan kini Terminal Teluk Lamong telah dilengkapi dengan dua unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Abidin Fikri Salurkan 99 Alat Bantu Disabilitas untuk Warga Bojonegoro dan Tuban

BOJONEGORO – Upaya penanganan masalah kesejahteraan sosial dan pemenuhan hak kelompok disabilitas terus diwujudkan ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Desak Gubernur Perkuat Mitigasi: Jangan Tunggu Air Habis dan Hutan Terbakar

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mendesak Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengevaluasi ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Larang Pungutan di SD-SMP Negeri Surabaya Mulai November 2026

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi melarang seluruh SD dan SMP negeri di Kota Surabaya melakukan pungutan dalam ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Soroti Peredaran Minol, Baktiono Dorong Pengawasan Ketat

SURABAYA – DPRD Kota Surabaya mendorong pengawasan lebih ketat terhadap peredaran minuman beralkohol (minol), ...
KRONIK

Sosialisasi Pencegahan Kerusakan Hutan di Banyuwangi, Sonny Soroti Keadilan Penegakan Hukum

BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny Tri Danaparamita, menekankan pentingnya penegakan hukum kehutanan yang ...
LEGISLATIF

Widarto Ingatkan Pemkab Jember, Serapan APBD 2026 Jangan Korbankan Kualitas Proyek

JEMBER – Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, meminta pemerintah kabupaten (pemkab) tidak sekadar mengejar serapan ...