TRENGGALEK – Dua hari setelah pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat, Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin menindaklanjutinya dengan menerapkan mikro lock down di kawasan kota dan desa.
Bupati Arifin mengatakan bahwa mikro lock down merupakan cara yang paling murah dan dinilai efektif untuk menekan kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Trenggalek.
Dalam penerapan mikro lock down, Pemerintah Kabupaten Trenggalek akan menyiapkan kebutuhan logistik hingga pakan ternak. Sementara untuk pasien yang bergejala akan dirawat di fasilitas kesehatan.
“Kita masuk ke desa-desa memastikan PPKM Darurat terlaksana. Jadi sebenarnya tiga hal yang kita lakukan, satu pembatasan aktivitas, kedua gerebek desa, gerebek kelurahan dengan testing massal dan vaksinasi massal, kemudian ketiga mikro lock down di tingkat desa,” beber Arifin di Trenggalek, Selasa (6/7/2021).

Dalam kesempatan memantau pelaksanaan PPKM Darurat, dirinya sempat memberikan arahan dan pemahaman pada pihak kecamatan dan pemerintah desa tentang pentingnya penerapan mikro lock down.
“Kalau kita tidak mikro lock down, sumberdaya yang kita keluarkan ini terlalu banyak,” terang bupati yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek ini.
Oleh karenanya bila dalam satu wilayah baik di kelurahan maupun desa didapati seseorang terkonfirmasi positif Covid 19, maka ia minta agar diterapkan mikro lock down.
“Jadi di Trenggalek lokusnya ke desa. Sebelum divaksin wajib dites usap dulu, karena kita punya target satu hari harus mencapai 1.000 tes usap, kemudian 12 ribu vaksin,” ungkapnya. (man/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS