Senin
18 Mei 2026 | 3 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tarif PDAM Bakal Naik, Anas Karno Minta Layanan ke Pelanggan Harus Semakin Baik

pdip-jatim-221101-anas-karno

SURABAYA – PDAM Surya Sembada Kota Surabaya menaikkan tarif pemakaian air pada Januari 2023. Kenaikan tarif ini berlaku untuk kelompok pelanggan menengah atas dan komersial.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Anas Karno merespon kenaikan tarif tersebut, karena selama ini, menurutnya, besaran tarif belum mengacu pada asas berkeadilan. Selain itu sejak tahun 2005 PDAM tidak melakukan penyesuaian tarif.

“Selama ini tarif PDAM dipukul rata antara kelompok kelompok 1 sosial umum, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), rumah sederhana (RS) dan rumah sangat sederhana (RSS), dengan kelompok 2, yaitu menengah atas dan komersial,” terang Anas Karno di Surabaya, Sabtu kemarin.

Legislator Fraksi PDI Perjuangan tersebut mengatakan, dengan kenaikan tarif ini, nantinya kelompok menengah atas dan komersial ikut mensubsidi kelompok di bawahnya.

“Kenaikan tarif ini realistis, dan sudah diatur dalam Permendagri nomor 21 tahun 2020. Yaitu Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2016 Tentang Perhitungan Dan Penetapan Tarif Air Minum kemudian SK gubernur 187 tahun 2021,” bebernya.

Dia mengingatkan PDAM Surya Sembada, supaya kenaikan tarif juga diikuti naiknya layanan kepada pelanggan.”Pertama dari segi kuantitas, artinya makin banyak masyarakat yang terlayani air PDAM. Target semua terlayani PDAM di tahun 2023 harus tercapai,” ujar pria yang juga Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya tersebut.

Kemudian kontinuitas, menurut Anas jangan ada lagi air PDAM mengalir kecil, bahkan mati. ”Soal kualitas, jangan ada pelanggan yang mengeluh air PDAM keruh dan lain sebagainya,” sebut Anas.

Seperti diketahui, Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, Arief Wisnu Cahyono mengatakan penyesuaian tarif naik dari semula sekitar Rp3.619 per meter kubik (m3) menjadi sekitar Rp4.070 per meter kubik (m3). Tim ahli juga sudah melakukan kajian akademik bahwa tarif selama ini tidak berkeadilan.

Arief menambahkan, Kelompok 1 akan mengalami kenaikan tarif jika pemakaian lebih dari 20 m3 per hari.

”Kalau pakai hanya 10 m3 per bulan malah gratis. Hanya berkewajiban bayar sewa meter dan retribusi kebersihan saja. Saat ini skema itu tengah difinalisasi. Termasuk tarif baru,” jelasnya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Ketika Tari Jaka Mada Menjadi Ruh Pelantikan PAC dan KSB Ranting PDIP Lamongan

Tari Jaka Mada memukau pelantikan PAC dan KSB Ranting PDIP Lamongan dengan pesan kepemimpinan, budaya, dan semangat ...
RUANG MERAH

Dolar Memang Tidak Dipakai di Desa, Tetapi Dampaknya Masuk Sampai ke Dapur

Oleh Didik Prasetiyono* PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk bahwa “rakyat desa nggak pakai dolar” ...
KABAR CABANG

Bamusi Tulungagung Dorong Percepatan Perda Minol untuk Kendalikan Peredaran Alkohol

TULUNGAGUNG – Pengurus Cabang Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kabupaten Tulungagung mendorong DPRD dan ...
HEADLINE

Banteng Jatim FC U-17 Makin Matang, Gresik United Academy Dibungkam 5-0

Banteng Jatim FC U-17 tampil impresif usai menang 5-0 atas Gresik United Academy jelang Soekarno Cup 2026. SURABAYA ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Dorong Percepatan Raperda Cadangan Pangan Kota Kediri

Yuzar Rasyid mendorong percepatan pembahasan Raperda Cadangan Pangan Kota Kediri demi memperkuat ketahanan pangan ...
KABAR CABANG

Di Tengah Konsolidasi Politik, Panggung Budaya dan Semangat Inklusif Hangatkan Pelantikan PAC PDIP Kota Madiun

Atraksi pencak silat dan tari difabel memeriahkan pelantikan PAC PDIP Kota Madiun, menghadirkan nuansa budaya dan ...