Rabu
06 Mei 2026 | 4 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tak Masuk RKUA PPAS 2023, Made Soroti Polemik Pembangunan 3 Pasar di Kota Malang

pdip-jatim-220806-made-rian

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika menyoroti Rancangan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (RKUA-PPAS) APBD tahun anggaran 2023 yang disusun Pemkot Malang. Pasalnya di dalam RKUA PPAS tersebut tidak mengakomodir terkait penyelesaian polemik pembangunan tiga pasar di Kota Malang.

Made menyebutkan, setidaknya terdapat tiga pasar yang mengalami polemik permasalahan hukum terkait proses pembangunan, yaitu Pasar Blimbing, Pasar Besar, dan Pasar Gadang. Ketiganya masih terganjal permasalahan status revitalisasi pasar dan terbengkalai hingga puluhan tahun.

“Kita sayangkan, tentang status tiga pasar itu. Karena saya meyakini, ini KUA-PPAS terakhir Pak Wali Sutiaji dan Wawali Sofyan untuk menyelesaikan masalah klasik tiga pasar itu,” kata Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, Jumat (5/8/2022).

Dia menyoroti, langkah Pemkot Malang yang sebelumnya dengan mudah menggelontorkan dana hingga Rp100 miliar untuk pembangunan Malang Creative Center (MCC). Namun untuk menuntaskan persoalan pasar tradisional tersebut, tidak mampu menyusun anggaran yang diperlukan.

“Sangat disayangkan karena wali kota dan wakilnya tidak mampu menyelesaikan masalah klasik tiga pasar ini, sudah dipastikan tidak akan selesai. Untuk Malang Creative Center Rp100 miliar cukup, tapi anggarkan untuk tiga pasar tidak bisa,” ujarnya.

Made menegaskan, pada tahun 2023 setidaknya status pasar tersebut masih butuh pendalaman, pembahasan dan analisis lebih lanjut atas permasalahan tersebut. Sehingga dapat memberikan kepastian nasib kepada masyarakat, pedagang, investor, maupun Pemkot Malang.

“Tahun depan sudah dapat dipastikan tidak akan selesai, ini masih berjanji untuk melibatkan kejaksaan, kok baru sekarang? Dulu-dulunya kemana?” timpal Made.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang tersebut memaparkan, detail engineering design (DED) berada di kisaran angka Rp 400-600 juta, yang dapat dialokasikan untuk melakukan revitalisasi tiga 3 pasar tersebut.

Made-pun berharap Pemkot Malang dapat memberikan kepastian terhadap ketiga pasar tersebut melalui penganggaran di APBD kelak.

“Sebenarnya kita mampu, koordinasi, supervise, dan pencegahan (Korsupgah) KPK menyerahkan ke Kejaksaan untuk pendampingan, dan kita harapkan segera ditentukan nasibnya. Namun lebih baik apabila dibangun dengan APBD saja,” pungkasnya. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Gresik Minta SPMB Berlangsung Adil, Begini Proporsi Kuota-nya

​GRESIK — Pemerintah Kabupaten Gresik mulai memperketat pintu masuk sistem pendidikan pada tahun ajaran 2026/2027. ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Zuhri Resmi Jadi Ketua DPRD Surabaya, PDIP Pastikan Struktur Pimpinan dan Banggar Lengkap

Syaifuddin Zuhri resmi dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya pada Rabu (6/5/2026), PDIP pastikan struktur pimpinan ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Soroti Pergeseran Anggaran Dinkes, Transparansi Jadi Kunci

DPRD Jember soroti pergeseran anggaran Dinas Kesehatan, dorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan APBD. ...
KRONIK

Sampaikan Belasungkawa, Kanang Takziah ke Rumah Duka Korban Kecelakaan Kereta Bekasi

NGAWI – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono atau Kanang, menyampaikan belasungkawa dengan bertakziah ke ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Buka Hotline “Lapor Cak Eri”, Warga Bisa Adukan Masalah Langsung via WhatsApp

Eri Cahyadi buka hotline “Lapor Cak Eri” via WhatsApp untuk aduan warga, guna mempercepat layanan dan evaluasi ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti Ketimpangan Kinerja BUMD, Bank Jatim Dominasi Kontribusi PAD

Fraksi PDIP DPRD Jatim soroti ketimpangan kinerja BUMD, Bank Jatim dominasi kontribusi dividen hingga 86 persen. ...