oleh

Tak Hanya Meng-endorse UMKM, Inda Raya Juga Lakukan Ini

-Berita Terkini, UMKM-29 kali dibaca

KOTA MADIUN – Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya Ayu Miko Saputri tak hanya menjadi endorse produk-produk lokal dalam upaya mengembangkan UMKM. Tapi, Inda juga meminta kepada setiap pengusaha kuliner yang membuka usaha toko atau kuliner di Kota Madiun untuk menyediakan UMKM Corner di tempat usahanya.

“Iya betul. Sebenarnya itu sih inisiasi sendiri sih. Ketika saya secara pribadi atau secara apa namanya pemerintahan diundang untuk membuka suatu kedai atau membuka suatu perusahaan, atau lembaga saya biasanya meminta untuk mereka menyediakan UMKM corner,” tutur Inda Raya, kemarin.

Politisi PDI Perjuangan ini menerangkan, UMKM Corner yang dimaksudkan adalah bukan sesuatu yang mewah. Tetapi berupa rak sederhana tempat untuk memajang produk-produk lokal.

‘Tujuannya, agar produk UMKM lokal bisa diketahui oleh pengunjung yang datang ke toko atau kedai kuliner tersebut.

“Cuman rak biasa sih sebenarnya, tapi di situ dititipi produk-produk kemasan yang bisa mereka titipkan di situ dengan konsekuensi harus dikelola sendiri. Misalnya titip sepuluh, seminggu lagi disamperin, kalau misalkan memang habis lima, ya berarti yang lima nanti kita ambil kita lihat expired date-nya. Uangnya kita minta lima, gitu. Berarti kan lakunya lima. Jadi memang harus manajemen-nya sendiri,” bebernya.

Adapun produk-produk apa yang bisa dititipkan, lanjut Inda, adalah semua produk kemasan yang bukan masakan basah, tetapi lebih ke makanan kemasan.

“Itu di beberapa tempat sudah ada, memang saya secara pribadi minta untuk itu tadi nggendong indit. Contohnya di Boksa-Bakso, mau makan ke sana tiba-tiba melihat ada UMKM Corner. Kurma misalkan, oh aku ternyata juga perlu kurma, jadi bisa langsung beli di situ,” urainya. 

Selain itu, dirinya juga mengajak para pelaku UMKM agar mengurus perizinan serta label agar produk-produknya bisa semakin dipercaya publik.

Pun, istri R. Bagoes Aditomo ini menyarankan agar pelaku UMKM membangun sinergitas dengan lembaga-lembaga lain seperti Kadin (Kamar Dagang Indonesia) ataupun asosiasi dagang yang lain.

“Saran saya sih tadi, ketika besar ya besar bersama, jangan sampai saling meninggalkan, supaya bisa istilahnya kalau bahasa Jawa itu ‘Nggendong Indhit’ gitu lah. Jadi ‘kabeh bakul sedulur, kabeh bakul iso makmur’ (semua pedagang adalah saudara, dan semua pedagang bisa makmur bersama),” pungkas Inda Raya.

Pada Sabtu (4/4/21), Inda Raya hadiri launching UMKM milik Fatayat NU Kota Madiun, di Bumi Perkemahan Ngrowo Bening, Kota Madiun. (ant)

Komentar