Kamis
15 Oktober 2026 | 9 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tak Beruntung di Pilkada, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Blitar Ini Sukses Jadi Petani Melon

pdip-jatim-251102-bayu-melon-1

BLITAR – Kekalahan dalam kontestasi Pilkada Kota Blitar 2024 tak lantas membuat langkah Bayu Setyo Kuncoro berhenti. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Blitar itu justru menemukan makna baru dalam hidupnya.

Usai pilkada, Bayu memutuskan untuk banting setir menjadi petani. Dia kini menekuni budidaya melon premium hidroponik yang dikelola secara modern di sebuah green house di kawasan Ngrebo, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Dari tempat inilah, kisah baru Bayu bermula. Dia mengelola sekitar 1.000 tanaman melon dengan sistem pertanian modern yang ramah lingkungan.

Jenisnya pun beragam, mulai dari Honey Globe, Intanon, Fuji Sawa, hingga Sweet Lavender. Semuanya dikenal sebagai varietas melon premium dengan cita rasa manis dan aroma khas.

Pada hari-hari ini, sedang memasuki masa panen melon Honey Globe, varietas unggulan dengan bobot buah mencapai 1,5 hingga 2 kilogram per butir.

Dengan harga jual sekitar Rp 25 ribu per kilogram, hasil panennya kini mulai menembus pasar luar daerah seperti Jakarta, Sukabumi, Banyumas, dan Semarang.

“Dari semai sampai panen membutuhkan waktu sekitar 70 hari. Meski biayanya tidak sedikit, antara 6 sampai 8 juta per siklus, tapi hasilnya sepadan,” beber Bayu, kepada tim media ini, Minggu (2/11/2025).

Tak sekadar menanam, Bayu juga menjadikan lahannya sebagai wisata petik melon hidroponik. Konsep ini menarik minat masyarakat untuk datang langsung dan merasakan pengalaman memetik buah segar dari pohonnya.

Nyatanya ide pembuatan wisata petik ini berbuah manis, pasalnya beberapa waktu lalu, tempatnya dikunjungi sekelompok biksu yang datang untuk berwisata dan menikmati suasana tenang di dalam green house.

“Alhamdulillah rasanya senang sekali. Mereka bahkan sempat memborong melon sampai Rp 600 ribu,” bebernya.

Kini bagi Bayu, menjadi petani bukan sekadar profesi baru, melainkan bentuk perenungan dan pembuktian bahwa keberhasilan tidak hanya lahir dari jabatan, tetapi juga dari kerja keras dan ketulusan hati.

“Dulu saya sibuk di dunia politik, sekarang saya lebih banyak di alam. Rasanya lebih damai, lebih nyata,” ungkap Bayu.

Dia pun bersyukur, usahanya kini mulai dikenal luas sebagai inspirasi bagi banyak orang, bahwa kegagalan bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari kisah baru yang lebih bermakna.

Bayu Setyo Kuncoro telah membuktikan, bahwa siapa pun bisa bangkit asal mau belajar, bekerja, dan mencintai apa yang dikerjakan. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Gelar GAS NIKAH di Yayasan Taufiqus Sibyan, Hj. Ansari Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, mengingatkan masyarakat agar mencatatkan pernikahan ...
KOLOM

Pendidikan Karakter dan Cinta Tanah Air : Catatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya

Oleh Susy Cecilia Agustina S.* IBARAT pohon, cinta tanah air tidak tiba-tiba tumbuh, tapi perlu disemai, dipupuk, ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Dorong Anak Muda Trenggalek Jadi Entrepreneur dan Buka Lapangan Kerja

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mendorong generasi muda menjadi entrepreneur yang mampu ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Minta Pemerintah Lindungi Warga Terdampak Karhutla

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memperkuat perlindungan masyarakat yang terdampak kebakaran ...
LEGISLATIF

Kaji Ipuk: Pemkot Surabaya Siapkan 50 Hektare Lahan Makam di Sumberejo

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyiapkan lahan cadangan seluas 50 hektare di kawasan ...
MILANGKORI

Dari Desa, Dimas Pratama Merawat Kedekatan dengan Petani Lewat Demang Sambang

TULUNGAGUNG – Bagi petani, persoalan sehari-hari tidak selalu berhenti di sawah. Ada kebutuhan keluarga yang harus ...