Rabu
21 Oktober 2026 | 1 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tak Ada Progres Signifikan, DPRD Malang Minta KEK Singhasari Dibubarkan

pdip-jatim-250430-zulham

MALANG – DPRD Kabupaten Malang menilai agar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari dibubarkan saja. Pasalnya, keberadaan KEK Singhasari selama ini tak menunjukkan progres signifikan yang jelas bahkan cenderung stagnan.

Hal ini diungkapkan Zulham Akhmad Mubarrok, juru bicara Pansus LKPJ DPRD Kabupaten Malang. DPRD menilai proyek strategis nasional di wilayah Kabupaten Malang itu hanya menjadi ajang seremonial belaka.

“KEK tidak membawa dampak langsung secara ekonomi maupun kebermanfaatan kepada masyarakat setempat. Rekomendasi Pansus sudah disampaikan di paripurna. Intinya kalau memang stagnan ya sebaiknya dikaji ulang atau dibubarkan saja,” tegas Zulham, kemarin.

Politisi muda PDI Perjuangan ini menjelaskan bahwa nyaris semua Komisi di DPRD memberikan catatan kritis pada KEK Singhasari.
Dalam catatan tersebut, dewan meminta bupati dan jajaran memberikan laporan progress KEK kepada publik. Entah itu dampak ekonomi, pariwisata maupun manfaat langsung yang bisa dirasakan masyarakat.

“Namun kesannya tidak ada progres apa-apa. Sebenarnya, untuk apa ada KEK ini kan perlu dipertanyakan? Terkesan KEK hanya menjadi ajang seremonial saja, dan keterlibatan warga asli kabupaten sangat minim,” ungkap legislator yang juga Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang itu.

Diketahui, KEK Singhasari resmi beroperasi sejak 21 November 2022. KEK Singhasari dikhususkan sebagai pusat pariwisata dan pengembangan teknologi digital, dan merupakan KEK digital pertama di Indonesia.

Zulham yang juga ketua Pansus LKPJ Bidang Kesehateraan Rakyat tersebut menyoroti bahwa keberadaan KEK terkesan hanya menguntungkan segelintir orang saja. Karena itu, kata dia, bupati harusnya memberikan evaluasi formal dan tertulis kepada pihak terkait agar kondisinya tidak hidup segan mati tak mampu.

”Kita ini tuan rumah program KEK, bukan tamu. Masa iya terus diam saja menjadi penonton dan tidak memberi masukan ke pemerintah pusat kalau kebijakannya tidak jalan?” ujarnya.

Ketua KNPI Kabupaten Malang itu mengatakan bahwa KEK seharusnya dirancang sebagai pusat bisnis dan investasi strategis dengan peluang pertumbuhan investasi.

Tapi, sejak hampir 3 tahun berjalan belum juga ada investor yang tampak. KEK seluas 120,3 hektare itu juga tidak menyumbang tumbuhnya iklim industri kreatif secara massif.

”Sekarang sudah berapa pemuda pengangguran yang dientaskan menjadi wirausaha oleh KEK. Tanya warga Singosari, tau apa enggak mereka? Merasakan apa enggak dampaknya? Pasti jawabnya tidak,” tutup Zulham. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Banyuwangi Gelar Rembug Santri, Ruang Jaring Aspirasi Generasi Pesantren

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus berupaya menghadirkan program pembangunan yang inklusif ...
EKSEKUTIF

2027, Alur Pelayanan Seluruh Puskesmas Surabaya Diselaraskan dengan Rumah Sakit

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menyelaraskan alur pelayanan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat ...
LEGISLATIF

Minta Tak Ada Pungutan Pemakaman, Kaji Ipuk: Jangan Bebani Keluarga Berduka

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta pengelola tempat pemakaman umum (TPU) tidak melakukan ...
LEGISLATIF

Indi Naidha Prihatin Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat Jember

JEMBER – Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha, menyoroti dugaan kekerasan terhadap tiga siswa Sekolah ...
KRONIK

Gus Falah Desak Kasus Penganiayaan Terhadap Kepsek Lamongan Diusut Tuntas

LAMONGAN – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil X (Lamongan-Gresik), Nasyirul Falah Amru yang akrab ...
EKSEKUTIF

Bupati Blitar Dorong Santri Percaya Diri dan Berani Tampil Lewat Lomba Pidato

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri terus mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, ...