Kamis
16 April 2026 | 5 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tak Ada Progres Signifikan, DPRD Malang Minta KEK Singhasari Dibubarkan

pdip-jatim-250430-zulham

MALANG – DPRD Kabupaten Malang menilai agar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari dibubarkan saja. Pasalnya, keberadaan KEK Singhasari selama ini tak menunjukkan progres signifikan yang jelas bahkan cenderung stagnan.

Hal ini diungkapkan Zulham Akhmad Mubarrok, juru bicara Pansus LKPJ DPRD Kabupaten Malang. DPRD menilai proyek strategis nasional di wilayah Kabupaten Malang itu hanya menjadi ajang seremonial belaka.

“KEK tidak membawa dampak langsung secara ekonomi maupun kebermanfaatan kepada masyarakat setempat. Rekomendasi Pansus sudah disampaikan di paripurna. Intinya kalau memang stagnan ya sebaiknya dikaji ulang atau dibubarkan saja,” tegas Zulham, kemarin.

Politisi muda PDI Perjuangan ini menjelaskan bahwa nyaris semua Komisi di DPRD memberikan catatan kritis pada KEK Singhasari.
Dalam catatan tersebut, dewan meminta bupati dan jajaran memberikan laporan progress KEK kepada publik. Entah itu dampak ekonomi, pariwisata maupun manfaat langsung yang bisa dirasakan masyarakat.

“Namun kesannya tidak ada progres apa-apa. Sebenarnya, untuk apa ada KEK ini kan perlu dipertanyakan? Terkesan KEK hanya menjadi ajang seremonial saja, dan keterlibatan warga asli kabupaten sangat minim,” ungkap legislator yang juga Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang itu.

Diketahui, KEK Singhasari resmi beroperasi sejak 21 November 2022. KEK Singhasari dikhususkan sebagai pusat pariwisata dan pengembangan teknologi digital, dan merupakan KEK digital pertama di Indonesia.

Zulham yang juga ketua Pansus LKPJ Bidang Kesehateraan Rakyat tersebut menyoroti bahwa keberadaan KEK terkesan hanya menguntungkan segelintir orang saja. Karena itu, kata dia, bupati harusnya memberikan evaluasi formal dan tertulis kepada pihak terkait agar kondisinya tidak hidup segan mati tak mampu.

”Kita ini tuan rumah program KEK, bukan tamu. Masa iya terus diam saja menjadi penonton dan tidak memberi masukan ke pemerintah pusat kalau kebijakannya tidak jalan?” ujarnya.

Ketua KNPI Kabupaten Malang itu mengatakan bahwa KEK seharusnya dirancang sebagai pusat bisnis dan investasi strategis dengan peluang pertumbuhan investasi.

Tapi, sejak hampir 3 tahun berjalan belum juga ada investor yang tampak. KEK seluas 120,3 hektare itu juga tidak menyumbang tumbuhnya iklim industri kreatif secara massif.

”Sekarang sudah berapa pemuda pengangguran yang dientaskan menjadi wirausaha oleh KEK. Tanya warga Singosari, tau apa enggak mereka? Merasakan apa enggak dampaknya? Pasti jawabnya tidak,” tutup Zulham. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...
LEGISLATIF

Yordan Soroti Kesenjangan Antarwilayah Jadi Tantangan Utama Pembangunan Jatim

Yordan M Batara Goa menyoroti kesenjangan antarwilayah sebagai tantangan utama pembangunan Jawa Timur dalam RKPD ...
LEGISLATIF

Pastikan Keselamatan Pengendara Jalur Magetan – Sarangan, Diana Sasa Minta Peremajaan Alat Tebang Pohon Bina Marga UPT Madiun

MAGETAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Timur melalui Bina Marga UPT Madiun ...
UMKM

Cerita Warsito, Kader Banteng Ngawi Merintis Usaha Greenhouse Anggur

NGAWI – Kesuksesan tidak melulu diukur dari gelimang harta yang melimpah ruah. Menemukan kepuasan batin dalam ...
KABAR CABANG

Musancab PDI Perjuangan Kota Blitar Targetkan Kemenangan Pilkada

PDIP Kota Blitar menargetkan merebut kursi wali kota dengan memperkuat PAC sebagai ujung tombak konsolidasi hingga ...